ANALISIS KARAKTERISTIK IBU SEBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT (PMO) DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN TB PARU PADA ANAK
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v12i1.1347Keywords:
Kepatuhan dalam pengobatan, PMO, TB anakAbstract
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman dari kelompok Mycobacterium yaitu Mycobacterium tuberculosis. Sumber penularan adalah pasien TB BTA positif melalui percik renik dahak yang dikeluarkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik Ibu sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) dengan kepatuhan dalam pengobatan TB Paru pada anak di Rumah Sakit Tugurejo Semarang tahun 2015.
Jenis Penelitian yang digunakan yaitu bersifat observasional analitik dengan desain case control studydenganuji statistikChi-Square. Sampel yang digunakan terdiri dari 41 Ibu dari anak penderita TB Paru yang tidak patuh dalam pengobatan dan 41 Ibu dari anak penderita TB Paru yang patuh dalam pengobatan.
Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara umur Ibu (p value = 0,173), pendidikan terakhir Ibu (p value = 0,070), status ekonomi keluarga (p value = 0,607) dengan kepatuhan dalam pengobatan TB paru pada anak. Ada hubungan antara pekerjaan ibu (p value = 0,013, OR:0,317), dan peran ibu sebagai PMO (p value = 0,003, OR:6,568) dengan kepatuhan dalam pengobatan TB paru pada anak.
Bagi keluarga yang memiliki anak penderita TB Paru diharapkan keluarga tetap memberikan motivasi dan selalu mengawasi anak dalam meminum obat sebagai salah satu upaya penyembuhan dalam pengobatan TB Paru.
References
DepKes RI. (2014). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberculosis. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Dinkes Jateng. (2014). Profil Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2014. Jawa Tengah: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Dueñes M, Cardona D. (2016). Factors related to treatment adherence in patients with tuberculosis in Pereira, Colombia. Biomedica. 36:423–31
Fitri LD, Marlindawani J, Purba A. (2018). Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru. J Ilmu Kesehat Masy 7:33–42.
Kodoy P et. al. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru Di Lima Puskesmas Di Kota Manado. J Kedokt Komunitas Dan Trop 2:1–8.
Mongan R. (2017). Relationship Between Family Support And Medical Compliance In Patients With Pulmonary Tuberculosis In The Working Area Of The Community Health Center 3:17–22.
Queensland Health. (2017). Tuberculosis Fact Sheet Indonesian. https://www.health.qld.gov.au/_data/assets/pdf_file/0030/637581/tb-indonesian.pdf. (accessed June 16, 2020).
Rindy R, Franckie RR, Maramis FKK. (2018). Hubungan antara dukungan keluarga dan dorongan petugas kesehatan dengan kepatuhan berobat penderita tuberkulosis paru di puskesmas likupang kabupaten minahasa utara. KESMAS. Vol. 7 (4).
Rohmansyah A. (2012). Faktor-Faktor yang berhungan dengan Drop Out (DO) Pada Penderita TB Paru di Rumah sakit Paru Palembang tahun 2010. Tesis. Universitas Indonesia. Jakarta.
Rohkmah D. (2013). Gender dan Penyakit Tuberkulosis: Implikasinya Terhadap Akses Layanan Kesehatan Masyarakat Miskin yang Rendah. J Kesehat Masy Nas 7:447–52.
Sanusi GNS, A SM, Karso I. (2017). Hubungan Tingkat Ekonomi Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita TB Paru BTA Positif Di Wilayah Kerja Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang. J Ilm Keperawatan 3:71–8.
Septia, A., Rahmalia, S., Sabrian, F. (2013). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita TB Paru. Jom Psik. Vol. 1(2): 1-10).
Syahputri E, Abdullah A, Ismail N. (2020). Faktor Terjadinya Penularan TB Kontak Serumah Di Kabupaten Aceh Besar. J Kesehat Masy Aceh 6:88–94.https://doi.org/https://doi.org/10.37598/jukema.v6i2.899.
WHO (2013). Global Tuberculosis Control: WHO Report 2013. Geneva.
Yani DI, Hidayat RA, Windani C, Sari M. (2018). Gambaran Pelaksanaan Peran Kader Tuberkulosis Pada Program DOTS di Kecamatan Bandung Kulon. J Keperawatan Komprehensif. Vol. 4 (2):58–67.
Zulheri, Ichwansyah F, Adamy A. (2020). Hubungan Peran PMO Dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberculosis Padapasien Tuberculosis Paru Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh 4:24–34.
