KORBAN ATAU PELAKU SCHOOL BULLYING ? (ARE YOU VICTIMS OR BULLIES?)

Rahmi Susanti, Riza Hayati Ifroh, Ika Wulansari

Sari


Indonesia saat ini mendapatkan peringkat kedua terbesar setelah Jepang pada kasus bullying atau kekerasan terhadap anak di sekolah. Terdapat 1.051 anak menjadi korban kekerasan di Indonesia dan 70% anak-anak usia 8 - 12 pernah menjadi pelaku kekerasan atau bullying di sekolah. Anak korban bullying cenderung untuk mengalami gejala somatisasi lebih tinggi dibanding dengan anak-anak yang lain. Sakit kepala berulang hingga sulit tidur merupakan contoh-contoh gejala somatisasi yang dapat terjadi

Metode survei deskriptif dilaksanakan pada penelitian ini dengan melibatkan 300 anak usia sekolah dasar. Sebanyak 31 butir pernyataan digunakan untuk mengidentifikasi kecenderungan perilaku school bullying pada anak di kecamatan sambutan dan kecamatan samarinda kota. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat

Mayoritas responden berusia 8 – 10 tahun yakni sebesar 242 anak dan sisanya berusia 11 – 14 tahun yakni 58 anak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak lebih cenderung memiliki perilaku sebagai korban bullying yakni berjumlah 154 anak. Pelaku bullying cenderung dilakukan oleh laki laki dibandingkan perempuan yakni sebanyak 66 anak

Angka school bullying di kecamatan sambutan cenderung lebih banyak terjadi dibandingkan di kecamatan samarinda kota. Berdasarkan kategori school bullying ditemukan 51,3% anak cenderung sebagai korban bully. Pelaku dan korban bully di sekolah sebaiknya dapat diberikan pemahaman bahwa tindak bully tidak diperkenankan dan dukungan serta kepedulian pada anak yang menjadi korban.

Kata kunci : kesehatan mental, pelaku, intimidasi di sekolah


Indonesia is currently ranked second largest after japan in the case of bullying or violence against children in school. There are 1.051 children victims of violence in Indonesia and 70% of children aged 8-12 years have been The Bully of violence in schools. Child victims of bullying tend to experience higher symptoms of somatization compare with other children. Reccurent headaches to sleeplessness are examples of
possible somatization symptoms.

Descriptive survey method was carried out in this study involving 300 school-aged children. 31 statements were used to identify trends in school bullying behavior in the sub-district of Samarinda Kota and Sambutan. The data obtained were analyzed by univariate technique.

The majority of respondents aged 8-10 years of 242 children and the rest aged 11-14 years ie 58 children. The results showed that children were more likely to have behaviors as victims of bullying which amounted to 154 children. Bullies tend to be done by boy than girl ie 66 children.

The number of school bullying in the sub-district of Sambutan large than Samarinda Kota. Based on the categories school bullying found 51.3% of the children as victims. Bullies and victims in school are given the understanding that bully acts are not allowed and care also support victims.

Keywords : Health Mental, Bullies, School Bullying

DOI: 10.5281/zenodo.1405375



Teks Lengkap:

PDF

Referensi


American medical association. (2002). Educational forum on adolescent health, Youth Bullying. Chicago

Amrina. (2013). Pengaruh bullying terhadap motivasi belajar siswa kelas VII di SMPN 31 Samarinda. Skripsi dipublikasikan. Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945. Samarinda

Buelga, S., Martínez–Ferrer, B. & Cava, M. J. (2017). Differences in family climate and family communication among cyberbullies, cybervictims, and cyber bully–victims in adolescents. Comput. Human Behav. 76, 164–173

Coloroso, Barbara. (2003). Stop Bullying (memutus rantai kekerasan anak dari prasekolah hingga SMU). Jakarta : Serambi Ilmu Semesta

Damantari, D. (2011). Studi Komparatif : Perilaku Bullying Pada Remaja Di Sekolah Ditinjau Dari Jenis Kelamin. (Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Dyastuti, S. (2013). Indonesian Journal of Guidance and Counseling : Theory and Application HUBUNGAN LOCUS OF CONTROL DENGAN MOTIVASI KONSELOR. Indones. J. Guid. Couns. Theory Appl. 2, 41–49

Dwipayanti dan Indrawati. (2014). Hubungan antara Tindakan Bullying dengan Prestasi Belajar Anak Korban Bullying pada Tingkat Sekolah Dasar. Jurnal Psikologi Udayana. Vol. 1, No. 2, 251-260.

Eleni, P. (2014). School Bullying: The Phenomenon, the Prevention and the Intervention. Procedia - Soc. Behav. Sci. 152, 268–271

Imron, A. (2012). Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Peer Educator & Efektivitas Program PIK-KRR di Sekolah. (Ar-ruzz Media)

Indra, Zul (2015). Indonesia Ranking Kedua Bullying Sedunia. Tribun Pekanbaru Online, Edisi Selasa, 28 April 2015 16:02 Diakses dari: http://pekanbaru.tribun news.com/2015/04/28/indonesia-ranking-kedua-bullying-sedunian [6 April 2016, Pukul: 20.18 WITA]

Liua, J.,& Graves, N. (2011). Childhood bullying: A review of contructs, concepts and nursing implications. Public health nursing, Vol 28 No (6), Hal 556-568.

Nickerson, A. (2014). Bullying and Suicide : Get the Facts.

O’Brenna, L.M., Bradshaw, C.P.,& Sawyer, A.L. (2009). Examining developmental differences in the social-emotional problems among frequent bullies, victims, and bully/victims. Psychology in the schools, Vol 46 No (2), hal 100-115

Rohman, M. Z. (2016). Hubungan antara Usia, Tingkay Kelas dan Jenis Kelamin dengan Kecenderungan menjadi Korban Bullying. in The 3rd University Research Colloqium 526–532

Saifullah, F. (2016). Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Bullying Pada Siswa-Siswi Smp. e-Journal Psikol. Fisip Unmul 4, 200–213

Scheithauer H, Hayer T, Petermann F & Jugert G. (2006). Physical, verbal and relational forms of bullying among German Students : Age, Trends, Gender Difference And Correlates. Aggressice Behavior Vol 32 Hal 261 – 275.

Tarigan. (2016). Meningkatkan Rasa Empati kepada Sesama Teman dalam Mengurangi Perilaku Bullying melalui Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Di Kelas XI IPS SMA Yapim Air Bersih Medan Tahun Ajaran 2015/2016. Diakses pada [22 November 2016, pukul 14.45 WITA] dari http://digilib.unimed.ac.id/6113/9/9.%20NIM.%201113151005%20BAB%20I.pdf


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.