REBUSAN DAUN SALAM MENURUNKAN KADAR ASAM URAT PASIEN GOUT
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v5i1.67Abstract
ABSTRAKDaun salam mengandung flavonoid yang diyakini menurunkan kadar asam urat
dalam darah. Flavonoid dapat menghambat aksi dari enzim xanthine oxidase sehingga
pembentukan asam urat terhambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis
pengaruh rebusan daun salam untuk menurunkan kadar asam urat pada pasien Gout.
Penelitian ini dilakukan di Desa Tebel RT 05 dan RT 07 RW 03 di Gedangan,
Sidoarjo. Sampling menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang digunakan
adalah 32 orang yang menderita penyakit asam urat atau gout. Variabel independen adalah
pemberian rebusan daun salam, variabel dependen adalah penurunan kadar asam urat pada
penderita gout. Penelitian ini menggunakan pengambilan data sebelum dan sesudah
pengamatan dan analisis menggunakan Wilcoxon signed rank test tingkat <0,05.
Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa rebusan daun salam dapat
menurunkan kadar asam urat dalam darah manusia dengan nilai signifikansi (2-tailed)
diperoleh p = 0,000.
Rebusan daun salam dapat menjadi pengobatan herbal alternatif untuk penyakit
asam urat, dari hasil penelitian ini menunjukkan orang dengan penyakit asam urat di desa
Tebel RT 05 dan RT 07 RW 03 Gedangan, Sidoarjo yang telah mengkonsumsi rebusan
daun salam mengalami penurunan kadar asam urat.
Kata kunci: Rebusan daun Salam, Asam Urat
ABSTRACT
The Bay leaf containing flavonoids is believed to reduce levels of uric acid in the
blood. Flavonoids can inhibit the action of the enzyme xanthine oxidase so that uric acid
formation is inhibited. This research objectives to analyze effect of bay leaf’s stew to
decrease the uric acid levels in Gout patients.
This research was done at Tebel’s village RT 05 and RT 07 RW 03 in Gedangan,
Sidoarjo. Sampling used a purposive sampling method. The sample which used is 32
people who suffer uric acid disease or gout. Independent variable was the provision of bay
leaf stew, the dependent variable was the decrease in uric acid levels in gout sufferers.
This study used data retrieval before and after observation and analysis used the Wilcoxon
signed rank test levels <0.05.
From Wilcoxon test statistic showed that the bay leaf’s stew can decreased the uric
acid levels in human’s blood with a significance value (2-tailed) obtained p= 0.000.
The bay leaf’s stew can be alternative herbal treatment for uric acid disease, from
the results of this study showed people with uric acid disease in Tebel’s village RT 05 and
RT 07 RW 03 Gedangan, Sidoarjo who have given bay leaf’s stew the levels of uric acid
was decreased.
Keywords: The Bay leaf’s stew, Uric Acid
References
Dalimarta, S., (2000). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Cetakan I. Jakarta: Trubus
Agriwidya.
Dalimartha, S. (2004). Resep Tumbuhan Obat untuk Asam Urat. Jakarta: Penerbit
Swadaya, Jakarta.
Davidson. (1999). Principles and Practice Of Medice Edisi XVIII. New York: Churchill
Livingstone.
Depkes RI. 2007, Data Pasien Asam Urat di RSCM http//www.depkes.go.id. Diakses 25
November 2011.
Fitriyan, G.D. (2006). Daun Salam, Sedap di masak sehat di badan. www. daun-salamsedap-
di-masak-sehat-di-badan.html diakses tanggal 21 November 2011
Guenther, E. (1999). Minyak Atsiri Jilid I diterjemahkan oleh Ketaren S. Jakarta:
Universitas Indonesia Press
Harborne, J.B. (2000). Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan,
Edisi II diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata. Bandung: ITB Press
Hardi, Soenanto. (2005). Musnahkan Penyakit dengan Tanaman Obat. Jakarta: Puspa
Swara
Majalah Tanaman Obat “Herba†edisi 36, Juli 2005
Messwati. (2002). Allopurinol. http//www.healthdigest.org/diakses 21 November 2011
Nursalam (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian ilmu Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika.
Pramono, S. (1989). Diktat Petunjuk Praktikum Pemisahan Flavonoid. Yogyakarta:
Fakultas Farmasi UGM
Priyoherianto, A. (2005). Efek Pemberian Infusa Daun Salam (Eugenia polyantha
Wight) Peroral Terhadap Kadar Asam Urat Serum Darah Ayam Leghorn
Jantan Hiperurikemia. Surakarta: Universitas Setia Budi
Robinson, T. (1995). Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi diterjemahkan oleh Kosasih
Padmawinata. Bandung: ITB
Rodwell, V.W. (1997). Metabolisme Nukleotida Purin dan Pirimidin, dalam Murray, R.K.,
Granner, D.K., Mayer, P.A., Rodwell, V.W., Biokimia Harper, Edisi 24
diterjemahkan oleh Hartono, A., Jakarta: EGC
Simon, H., Etikun, M. J., Godine J., dkk. (2001). Gout Information Service Inc. New York
http: // www. Nelconrected.com diakses 26 November 2011.
Shamley. D. (2005). Pathophysiology An Essential Text For The Allied Health
Professions. USA: Elsevier Butterworth Heinemann
Sudarsono, Gunawan , D. dkk. (2002). Tumbuhan Obat II Hasil Penelitian, Sifat- sifat,
Dan Penggunaan, Pusat Studi Obat Tradisional. Yogyakarta: UGM
Tan, H.T., dan Kirana R. (2002). Obat-Obat Penting, Edisi 5. Jakarta: Departemen
Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Tierney, L.M., Mc Phee, S.J., Papadakis, M.A. (2004). Current Madical Diagnosis And
Treatment Edisi 43. North America: Mc. Grawl- Hill Companies. Inc
Tjitrosoepomo, G. (2001). Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta, Yogyakarta: UGM Press
Universita Gresik. (2007). Pedoman Penyusunan Proposal dan Skripsi. Gresik: tidak
dipublikasikan
Utami, P. (2004). Tanaman Obat Untuk Mengatasi Rematik Dan Asam Urat. Jakarta:
Agromedia Pustaka
Walker, R. dan Edward, C. (2003). Clinical Pharmacy And Therapeutics. Edisi 3. USA:
Churchill Livingstone
Wijayakusuma, H. (2002). Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia Rempah, Rimpang dan
Umbi. Jakarta: Prestasi Instan Indonesia