BERMAIN GAME EDUKASI ISLAMI DAPAT MENURUNKAN KECEMASAN ANAK USIA 6-12 TAHUN PADA WAKTU SIRKUMSISI

Penulis

  • Lina Madyastuti Rahayuningrum PRODI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS GRESIK
  • Mono Pratiko Gustomi PRODI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS GRESIK
  • Diah Sri Wahyuni MAHASISWA PRODI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS GRESIK
  • Yulanticha Diaz Ahwalia Aziza PRODI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS GRESIK

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v11i1.1015

Abstrak

Sirkumsisi ialah prosedur yang cenderung menakutkan bagi anak-anak dan sebagian besar masyarakat menganggap tindakan sirkumsisi merupakan tindakan yang biasa saja tanpa memperhatikan aspek psikologi anak, sehingga anak menangis, memberontak dan menolak untuk melanjutkan proses sirkumsisi dan menyebabkan anak menjadi cemas ketika akan di sirkumsisi, beberapa metode digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan, salah satunya adalah terapi bermain game edukasi islami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain game edukasi islami pada tingkat kecemasan anak yang akan menjalani sirkumsisi.

Desain penelitian ini menggunakan Pra Eksperimental, One Group Pretest-Posttest. Metode sampling menggunakan Total sampling. Sampel diambil sebanyak 25 responden. Penelitian dilakukan di Klinik AG Wound Care Gresik dan di rumah 19 responden. Instrumen yang digunakan gadget dan kuesioner STAIC. Variabel independen yaitu terapi bermain game edukasi islami. Variabel dependen yaitu tingkat kecemasan.

Pada penelitian ini mayoritas menggunakan metode sirkumsisi smartclamp (76%). Hasil kecemasan sebelum intervensi kecemasan sedang (72%), setelah intervensi kecemasan ringan (56%). Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai signifikansi (r = 0.000, Z= - 4.375) artinya H1 diterima, sehingga ada pengaruh terapi bermain game edukasi islami terhadap tingkat kecemasan sirkumsisi pada anak usia 6-12 Tahun.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan terapi bermain game edukasi islami sebagai intervensi dalam mengurangi kecemasan akibat sirkumsisi pada anak usia 6-12 tahun.

Kata Kunci: Anak, Game Edukasi Islami, Kecemasan, Sirkumsisi, Terapi Bermain

DOI: 10.5281/zenodo.4739798

Biografi Penulis

Lina Madyastuti Rahayuningrum, PRODI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS GRESIK

Departemen Anak

Mono Pratiko Gustomi, PRODI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS GRESIK

Departemen Gawat Darurat

Diah Sri Wahyuni, MAHASISWA PRODI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS GRESIK

MAHASISWA PRODI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS GRESIK

Yulanticha Diaz Ahwalia Aziza, PRODI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS GRESIK

Departemen Anak

Referensi

Afrizal, Muhammad, dkk. (2012). Analisis Kecepatan Wound Healding Post Circumsisi menggunakan Teknik Konvensional dan Cincin. Vol. 1 No 2 2012. Jurnal Ilmu Kesehatan Politeknik Kesehatan Solo. http://jurnal.poltekkesolo.ac.id/index.php/int/article/view) akses tanggal 05 Desember 2018 jam 10.00

Andang, Ismail. (2006). Education Games. Yogyakarta: Pilar Media.

Arifin, dkk. (2013). Hubungan Persepsi Tentang Sirkumsisi Dengan Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun) Yang Akan Dilakukan Sirkumsisi Di Desa Gambangan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso. Skripsi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember.(http://digilib.unmuhjember.ac.id/) akses tanggal 02 Januari 2019 jam 17.00 WIB.

Khasanah, Nur. (2014). Pengaruh Pemberian Informasi Terhadaptingkat Kecemasan Pada Anak Sebelum Khitan Dipondok Khitan R. Isnanta Wonosidi Lor Wates.Jurnal Ilmu Kesehatan STIKES Aisyiyah Yogyakarta. 2 (2) 2014, 99 – 106. (http://ejournal.stikesaisyah.ac.id/index.php/) akses tanggal 03 Desember 2018 Jam 08.00 WIB.

Mianoki, Andika. (2014). Ensiklopedi Khitan Kupas Tuntas Pembahasan Khitan dalam Tinjauan Syariat dan Medis. Yogyakarta: Kesehatan Muslim.

Nursalam. (2015). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika.

Ridoi, Mokhammad. (2018). Cara Mudah Membuat Game Edukasi dengan Construct 2. Jakarta: Sasusagame.

Rohmah, N. (2009). Buku Ajar Keperawatan Anak. Jember, tidak dipublikasikan.

Sugiharto. (2012). Fisineurohormonal Pada Stresor Olahraga. Jurnal Sains Psikologi Universitas Negeri Malang. Jilid 2, Nomor 2. (http://jurnal-online.um.ac.id/data/artikel) akses tanggal 9 Januari 2019 jam 20.00 WIB.

Sumadi. (2010). Hubungan Fase Usia Anak Dengan Tingkat Kecemasan Pada Anak Pre Operasi Sirkumsisi Di Pondok Khitan Al-Karomah Wonosobo Jawa Tengah. Nakah Publikasi Ilmu Keperawan STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. (http://digilib.unisayogya.ac.id/1815/1/NASPUB) akses tanggal 03 Desember 2018 jam 10.40 WIB.

Supartini. (2012). Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta : EGC.

Utari, D. (2007). Pengaruh Menggambar Sebagai Terapi Bermain Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Anak Yang Akan Menjalani Prosedur Khitan.Skripsi Keperawatan Universitas Sumatera Utara.(http://www.academia.edu/5427300) akses tanggal 03 Desember 2018 jam 11.00 WIB.

William dan Hopper. (2011). Understanding Medical Surgical Nursing (4th Edition), USA : Davis Company.

Yavuz, Mesut, Turkay Demir, and Burak Dogangun. (2012). The Effect of Circumcision on the Mental Health of Children: A Review. Turkish Journal of Psychiatry 2012. http://www.turkpsikiatri.com/pdf/c23s1/en/09.pdf) akses tanggal 23 Januari 2019 jam 20.00 WIB.

Unduhan

Diterbitkan

29-06-2020

Cara Mengutip

Rahayuningrum, L. M., Gustomi, M. P., Wahyuni, D. S., & Aziza, Y. D. A. (2020). BERMAIN GAME EDUKASI ISLAMI DAPAT MENURUNKAN KECEMASAN ANAK USIA 6-12 TAHUN PADA WAKTU SIRKUMSISI. Journals of Ners Community, 11(1), 90–102. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v11i1.1015

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >>