PERILAKU DALAM PERAWATAN INFUS DENGAN KEJADIAN PLEBITIS PASIEN USIA 20-60 TAHUN

Penulis

  • Lina Madyastuti Rahayuningrum PSIK Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik
  • Yuanita Syaiful PSIK Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik
  • Dewi Masruroh RSUD Ibnu Sina Gresik

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v4i2.62

Abstrak

ABSTRAK
Salah satu efek dari pemberian infus adalah flebitis. Flebitis disebabkan oleh
mekanik, kimia, dan faktor bakteri. Flebitis dapat dicegah dengan meminimalisir
mikroorganisme pada kulit pasien dan menjaga sistem jalur intravena ditutup dan sistem
fiksasi dalam kondisi baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
antara pengetahuan, sikap, dan praktek perawat dalam keperawatan infus dan kasus
plebitis.
Populasi adalah perawat yang merawat dan pasien yang mendapat terapi infus di
Ruang Wijaya Kusuma, Cempaka Room, dan ICU Room RSUD Gresik. Total sampel
adalah 28 perawat dan 55 pasien. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive
sampling. Variabel dependen penelitian ini adalah plebitis dan variabel independen adalah
pengetahuan, sikap, dan praktek perawat. Data dikumpulkan dengan menggunakan
kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan Spearman Rho
korelasi, dengan tingkat signifikansi (ÃÂÂÂÂÂ)> 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan yang cukup
perawat di keperawatan infus dan kasus plebitis (à= 0,023 dan r = 0.428). Ada korelasi
yang rendah antara sikap perawat dalam keperawatan infus dan kasus flebitis (à= 0,048
dan r = 0.377). Ada korelasi yang rendah antara praktek perawat dalam keperawatan infus
dan kasus flebitis (à= 0,047 dan r = 0.374).
Perilaku perawat dalam keperawatan infus memiliki korelasi yang rendah dan
cukup dengan kasus plebitis. Seorang perawat yang telah belajar tentang plebitis
pencegahan kejadian maka dia akan mempraktekkan apa yang diketahui dan menangani
dalam bentuk tindakan perawatan yang baik dan benar.
Kata kunci: Perilaku (pengetahuan, sikap, dan praktek), kasus plebitis.
ABSTRACT
One of the effect of intravenous feeding is phlebitis. Phlebitis is caused by
mechanical, chemical, and bacterial factors. Phlebitis can be prevented by minimalizing
microorganism in patient’s skin and keeping the intravenous line system closed and
fixation system in good condition. The purpose of this research is to identify the
correlation between knowledge, attitude, and practice of nurse in nursing infuse and the
phlebitis case.
The population is nurses who nursed and patients who got infuse therapy in Wijaya
Kusuma Room, Cempaka Room, and ICU Room of RSUD Gresik. Total sample is 28
nurses and 55 patients. The sample were taken using purposive sampling. For this
research, dependent variable is phlebitis and independent variable is knowledge, attitude,
and practice of nurse. Data were collected by using quetioner and observation, then
analyzed by using Spearman’s Rho Correlation, with level significance (ÃÂÂÂÂÂ) > 0.05.
Result showed that there was sufficient correlation between knowledge of nurse in
nursing infuse and phlebitis case (ÃÂÂÂÂÂ=0,023 and r=0,428). There was low correlation
between attitude of nurse in nursing infuse and phlebitis case (ÃÂÂÂÂÂ=0,048 and r=0,377). There was low correlation between practice of nurse in nursing infuse and phlebitis case
(ÃÂÂÂÂÂ=0,047 dan r=0,374).
Behavior of nurse in nursing infuse has low and sufficient correlation with the
phlebitis case. A nurse who had learned about the incident prevention plebitis then he
would practice what is known and addressing in the form of maintenance action is good
and right.
Keywords : Behavior (knowledge, attitude, and practice), phlebitis case.

Referensi

Abraham C. & Stanley E. (2003). Psikologi Untuk Perawat. Alih bahasa Standly L.

Jakarta: EGC.

Ancok, Djamaludin. (2004). Teknik Penyusunan Skala Pengukur. Yogyakarta: Pusat

Penelitian Kependudukan UGM.

Arikunto S. (2003). Prosedur Pelitian Suatu Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.

Brunner & Sudart. (2003). Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Volume 2. Jakarta: Buku

Kedokteran ECG.

Depkes RI. (2001). Pedoman Pengendalian Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit. Jakarta:

Depkes.

Depkes RI (2006). Plebitis. Diakses dari

http://ardyanpranada007.blogspot.com/2011/04/bab-i-pendahuluan.html pada

tanggal 18 Juli 2011 pukul 11.13 WIB.

Donna D. Ignativus et al. (2001). Medical Suregical Nursing dalam “A Nursing Process

Approach 2nd Editiconâ€ÂÂÂ.

Evelyn C Pearch. (2003). Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat. Jakarta: PT.

Gramedia.

Hanindito. (2003). Dasar Terapi Cairan dan Nutrisi. Makalah Seminar RKZ Surabaya

tidak dipublikasikan 21 April.

Horne, Mirna M. (2001). Keseimbangan Cairan dan Elektrolit. Jakarta : EGC.

Ida Bagus Mantra. (2002). Perencanaan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. Jakarta :

Pusat Pendidikan Kesehatan Masyarakat Depkes RI.

Jackson, Andrew. (2008)._____________________________. Diakses dari

http://www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=76831&lokasi=lokasi

pada tanggal 3 Agustus 2011 pukul 09.23 Wib.

Johnson. Jayce Young. (2005). Prosedur Perawatan di Rumah (Pedoman Untuk Perawat).

Jakarta: EGC

Judy Terry. (2011). Intravenous Theraphi, Clinical Principle and practice. Philadelphia:

Saunders Company.

La Rocca, Joanne C, Otto, Shirley. (2003). Terapi Intra Vena (Seri Pedoman Praktis.

Jakarta: EGC.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi Revisi. Jakarta:

Rineka Cipta.

Notoatmodjo. (2002). Konsep Perilaku. http://www.geocities.com/Klinikom/Pendidikan-

Perilaku-Kesehatan.html. Akses tanggal 31 Juli 2011 jam 15.00 WIB.

Nursalam. (2001). Proses dan dokumentasi Keperawatan. Konsep dan Praktek. Jakarta:

Salemba Medika.

Nursalam. (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu

Keperawatan.Jakarta: Salemba.

Nursalam dan Siti Pariani. (2000). Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan.

Jakarta: Sagung Seto

Philips, Lynn Diamond. (2002). Manual Of IV Therapy, Second Edition. Philadelphia:

Davis Company.

Purwanto, Heri. (2003). Pengantar Perilaku Manusia Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC

Sastroasmoro.S & Ismail. S. (2001). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta:

Bina Rupa Aksara.

Sugiono. (2004). Statistik Untuk Penelitian, Cetakan 2 Bandung: CV Alfabeta.

Susan D. Scaffer. (2000). Pencegahan Infeksi dan Praktik yang Aman, alih bahasa,

Setiawan, S. Kep. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran. EGC.

Taylor, Fiona. (2003). A Study of The Rates of Infection and Phlebitis Associated With

Peripheral Intravenous Therapy at the Royal Hobart Hospital. Diakses dari

http://www.publish.csiro.au/paper/HI03057.htm pada tanggal 3 Agustus 2011

pukul 10.07 WIB.

Wahyuprayitno, Bambang (2001). Up Date On Critical Tepai Intra Vena, Makalah

Seminar Perawatan Pasien Kritis Unair Surabaya tidak dipublikasikan 11

November.

Weinstein, Sharon M. (2001). Terapi Intra Vena (Buku Saku) Edisi 2. Jakarta: EGC

Unduhan

Diterbitkan

05-11-2013

Cara Mengutip

Rahayuningrum, L. M., Syaiful, Y., & Masruroh, D. (2013). PERILAKU DALAM PERAWATAN INFUS DENGAN KEJADIAN PLEBITIS PASIEN USIA 20-60 TAHUN. Journals of Ners Community, 4(2), 171–179. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v4i2.62

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>