MENENTUKAN HUBUNGAN TINGGI BADAN BERDASARKAN PANJANG TUNGKAI BAWAH PADA ANGGOTA KEPOLISIAN SEKTOR SUNGGAL MEDAN
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i3.2716Kata Kunci:
Antropometri, Formula tinggi badan, Panjang tungkai bawahAbstrak
Tinggi badan sebagai hasil pengukuran maksimum dari panjang tulang-tulang tubuh yang membentuk poros tubuh (the body axis), diukur dari puncak kepala (vertex) ke titik terendah tubuh dari tulang kalkaneus (tuberositas calcanei) yang disebut tumit (heel).Tinggi badan merupakan salah satu parameter dari pertumbuhan dan kesehatan manusia. Antropometri merupakan pengukuran terhadap manusia. Pada umumnya pengukuran tinggi badan korban pada proses identifikasi forensik adalah hal yang mudah, jika kondisi tubuhnya utuh, ataupun potongan-potongan tubuhnya lengkap, sehingga dapat disusun dan dilakukan pengukuran tinggi badan. Metode dalam antropologi forensik yaitu dapat digunakan untuk identifikasi ialah antropometri yaitu dengan cara mengukur bagian-bagian tubuh. Pengukuran antropometri berdasarkan tinggi badan, panjang dan lebar kepala, sidik jari, bentuk hidung, telinga, dagu, warna kulit, warna rambut, tanda pada tubuh, serta DNA.Penelitian ini adalah penelitian deskritif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Menggunakan sampel anggota kepolisian sektor sunggal medan yang telah memenuhi kriteria inklusi. Total sampel adalah 90 sampel, dimana yang diambil pada sampel adalah tinggi badan dan panjang tungkai bawah. Formula untuk merumuskan tinggi badan berdasarkan panjang tungkai bawah adalah : Anggota kepolisian sektor sunggal medan jenis kelamin Laki-laki : Tb (laki-laki)= 135,484 + 0,906 (panjang tungkai bawah kanan), Tb (laki-laki)= 137,187 + 0,864 (panjang telapak tangan kiri). Anggota kepolisian sektor sunggal medan jenis kelamin perempuan : Tb (perempuan)= 145,631 + 0,430 (panjang tungkai bawah kanan ), Tb (perempuan)= 152,385 +0,214 (panjang tungkai bawah kiri), Pada keseluruhan sampel Tb (cm) = 132,013 +0,998 (panjang tungkai bawah kanan), Pada keseluruhan sampel Tb (cm)= 135,537 + 0,898 (panjang tungkai bawah kiri).
Referensi
Amir, A. (1989). Laporan Penelitian Penentuan Tinggi Badan Dari Tulang Panjang dan Ukuran Beberapa Bagian Tubuh. USU Press.
Amri, A. (2007). Rangkaian Ilmu Kedokteran (2nd ed.).
Astini, D., & Sumadewi, K. (2022). Perkiraan Tinggi Badan Berdasarkan Tulang Panjang Tungkai Kaki Pada Anak Di Denpasar. Jmu, 11(5), 1–5. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum1
Bhatnagar, D. P., Thapar, S. P., & Batish, M. K. (1984). Identification of personal height from the somatometry of the hand in Punjabi males. Forensic Science International, 24(2), 137–141. https://doi.org/10.1016/0379-0738(84)90093-8
Duyar, I., & Pelin, C. (2003). Body height estimation based on tibia length in different stature groups. American Journal of Physical Anthropology, 122(1), 23–27. https://doi.org/10.1002/ajpa.10257
Glinka, J. (1990). Antropometri dan antroposkopi. FISIP Universitas Airlangga.
Glinka, J., Artaria, M., & T Koesbardiati. (2008). Metode Pengukuran Manusia. Airlangga University Press.
Hina Mumtaz, S., & Sharma, B. R. (2015). Estimation of Stature from Right Upper Limb Measurements. Santosh University Journal of Health Sciences, 1(2)(2), 53–56.
Jason, D. R., & Taylor, K. (1995). Estimation of stature from the length of the cervical, thoracic, and lumbar segments of the spine in American whites and blacks. Comparative Study, 40(1), 59–62.
Jason, D., & Taylor, K. (1995). Estimation of stature from the length of the cervical, thoracic, and lumbar segments of the spine in American whites and blacks. J Forensic Sci, 40(1), 59–62.
Kulkarni, P. R., Sc, J. P., & Kalaskar, P. A. (2020). Estimation Of Stature From Facial Anthropometric Measurements In Managundi Population , Dharwad. 17(11), 279–287.
Mohanty, N. K. (1998). Prediction of height from percutaneous tibial length amongst Oriya population. Forensic Science International, 98(3), 137–141. https://doi.org/10.1016/S0379-0738(98)00144-3
Pamukti, H. P., & Soularto, D. S. (2016). Korelasi antara Tinggi Badan dan Panjang Tungkai Bawah Perkutan pada Mahasiswa Ras Jawa Usia Pertumbuhan. Mutiara Medika, 16(1), 15–19.
SN Byers. (2008). Basics of Human Osteology and Odontology. In: Introductio to Forensic Anthropology. (Third Edit).

