PERUBAHAN KOLESTEROL DARAH PASCA PEMBERIAN RENDAMAN BUAH OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS (L.) MOENCH)
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v11i1.1030Abstract
Kolesterol merupakan zat lemak yang sangat diperlukan oleh tubuh. Namun peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh akan menyebabkan resiko arterioklerosis dan penyakit jantung yang dipengaruhi oleh seringnya konsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi seperti otak sapi, daging merah, seafood, kuning telur, keju, dan lain lain atau makanan cepat saji serta kurangnya aktivitas fisik. Pengaturan pola diet untuk menurunkan kadar kolesterol dilakukan dengan mengontrol asupan zat gizi secara seimbang sesuai dengan kebutuhan. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengkonsumsi sayuran tinggi serat yaitu buah okra.Desain penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan rancangan one group pre post test design. Populasi adalah warga yang menderita kolesterol di Dusun Terate Desa Karang Sentul Kecamatan Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan berjumlah 20 orang. Sampel yang diambil sebanyak 20 responden yang memenuhi kriteria dengan pengambilan teknik purposif sampling. Varibel independen pemberian rendaman buah okra, variable dependen perubahan cholesterol darah. Data yang terkumpul melalui lembar observasi kemudian ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon test dengan tingkat kemaknaan 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan sebelum mengkonsumsi rendaman buah okra yang mempunyai nilai kolesterol batas tinggi 11 responden (55%) sesudah diberikan rendaman buah okra mengalami perubahan nilai kolesterol menjadi normal sebanyak 7 (35%) responden, sedangkan yang mempunyai nilai cholesterol tinggi 9 (45%) sesudah diberikan rendaman buah okra mengalami perubahan nilai cholesterol menjadi nilai normal 2 responden (10%) dan 3 responden (15%) mengalami perubahan nilai cholesterol menjdi nilai batas tinggi. Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan signifikan sebesar 0,000 ( < 0,05) yang berarti ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan rendaman buah okra terhadap penurunan kolesterol.
Melihat hasil penelitian ini, maka perlu adanya kebiasaan dalam mengkonsumsi rendaman buah okra sebagai penurun kolesterol sehingga konsumsi terhadap obat-obatan farmakologi menurun.
Kata kunci: Buah Okra, Kolesterol
DOI: 10.5281/zenodo.4736064
References
Axe (2009). Pakistan Journal of Food Science. www.drAxe.foodsismedicine.com. Diakses pada 3 Desember 2017
Axe (2011). Antidiabetic and antihyperlipidemic potential of Abelmoschus esculentus (L.) Moench. In streptozotocin-induced diabetic rat: Journal of Pharmacy & BioAllied Sciences, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3178946/
City, A & Noni, O (2013). DIASKOL JANTROKE (Diabetes Millitus, Asam Urat, Kolesterol, Jantung, dan Stroke. Yogyakarta: In Azna Book.
Debra, AK (2010). Medical nutrition therapy in cardiovascular disease. In: Mahan LK, Escott-Stump S, Editors. Krause’s food nutrition and diet therapy. 12th Ed.USA: Saunders; 2008. p. 838-50.
Fauziana, A (2016). Pengaruh Perasan Buah okra (Abelmoschus Esculantus L.) Terhadap Kadar Kolesterol Mencit (Mus Musculus L.) Balb-C Dan Pemanfaatannya Sebagai Leaflet. Skripsi. Digital Repositori Universitas Jember.
Fitnella, V. (2009). Awas Bahaya Laten Kolesterol. Yogyakarta: Azna Book.
John D & Brunzell MD (2015). Hypertriglyceridemia. The new England journal of medicine [serial online] 2007; 357.p.1009-17. Available from: URL: http://www.nejm.org /doi/full/ 10.1056 /NEJMcp070061. Diakses pada 02 Desember, 2015.
Listian, L dan Purbosari TY (2013) Kadar Kolesterol Total Pada Usia 25-60 Tahun. Electronic Journal UM Surabaya [serial online]. 2010 [cited 2012 Oktober 16]; 5(1):36-40. Available from:http://apps. Umsurabaya .ac.id/jurnal /gdl.php?mod =browse&op =read& id=umsurabaya-1912-linalistia-7.
Murray, RK, et al. (2006). Biokimia Harper Edisi 25. Jakarta. EGC
Rahajoe, AU (2012) The Collaboration In Fighting Hypertension And Its Complications Cardiologist’s Prespective. Indonesia Society Of Hypertension World Health Statistics 2012. Diakses melalui World Health Organization (WHO). 2013. http:// www. who.int/gho/publications /world_health_statistics/EN_WHS2012_Full.pdf
Suyatno (2015). Manfaat Sayur Okra (Lady Finger). http://suyatno.dosen.akademitelkom.ac.id/index.php/2015/11/20/manfaat-sayur okra-lady-fingers/. Diakses pada tanggal 20 November 2015
Waji, RA dan Sumardika A (2009). Kimia Organik Bahan Alam Flavonoid (quercetin). Makassar : Universitas Hasanuddin
Widyaningsih, W (2010). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Dewa (Gynura procumbens) Dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrasil). Prosiding Seminar Nasional Kosmetika Alami : 109-115.
World Health Organization (WHO) (2011). Traditional Medicine. http://www.who.int/mediacentre/factsheet/fs134/en/. (diakses 4 Maret 2015).