HUBUNGAN FAKTOR KOMUNIKASI DENGAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN (Correlation of Communication Factor with Patient Safety Incident)
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v6i2.48Abstract
ABSTRAK
ÂÂÂÂ
           Standar keselamatan pasien Rumah Sakit ke tujuh yaitu komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien. Insiden Keselamatan Pasien karena komunikasi yang salah dapat dicegah dengan komunikasi yang baik dan efektif.
Desain penelitian adalah cross sectional. Sampel menggunakan Purposive Sampling yaitu 30 perawat yang bekerja di Ruang Rawat Inap.Variabel Independen adalah komunikasi antar perawat, komunikasi perawat dan dokter, komunikasi perawat dan departemen penunjang medis, komunikasi perawat dan pasien sedangkan variabel dependen adalah Insiden Keselamatan Pasien. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi kemudian di analisis menggunakan Chi Quadrat dengan tingkat signifikasi à< 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan komunikasi antar perawat dengan Insiden Keselamatan Pasien (à= 0,001). Ada hubungan komunikasi perawat dan dokter dengan Insiden Keselamatan Pasien (à= 0,000). Ada hubungan komunikasi perawat dan Departemen Penunjang Medis dengan Insiden Keselamatan Pasien (à= 0,000). Ada hubungan komunikasi perawat dan Pasien dengan Insiden Keselamatan Pasien (à= 0,000).
Perawat dengan komunikasi yang baik dan efektif dapat mencegah terjadinya Insiden Keselamatan Pasien, diperlukan peningkatan pengetahuan komunikasi, pelatihan keselamatan pasien, kepatuhan perawat dalam melaksanakan standar prosedur operasional Rumah Sakit dan supervisi pimpinan.
ÂÂÂÂ
Kata kunci : Komunikasi, Insiden Keselamatan Pasien.
ÂÂÂÂ
ABSTRACT
ÂÂÂÂ
Hospital patient safety standards seventh that communication is the key for staff to achieve patient safety, patient safety incident because wrong communication can be prevented with good communication and effective.
The study design was cross sectional. Sample by using purposive sampling of 30 nurses working in inpatient room. The independent variables was communication between nurse, communication nurses and doctors, communication nurses and medical support departments, communication nurses and patient while the dependent variable was the patient safety incident. Data were collected by using observation and analyzed by Chi Quadrat with significance level à< 0,05.
The results showed that there was a correlation between interracial nurse communication with the patient safety incident (à= 0,001). There was a correlation between nurse and doctor communication with the the patient safety incident (à= 0,000). There was a correlation between communication nurse and the medical support departement with the the patient safety incident (à= 0,000). There was a correlation between nurse and patient communication with the the patient safety incident (à= 0,000).
Nurses with good and effective communication can be prevent occurrence of incidents patient safety, needed to increase knowledge about communication, patient safety training and compliance supported by nurses in implementing standard operating procedure and supervision of leadership hospital.
ÂÂÂÂ
Keywords :     Communication, patient safety incident.
References
Asmadi. (2010). Konsep Dasar Keperawatan. EGC. Jakarta
Abdul Nasir, Abdul Muhith, M. Sajidin, Wahit Iqbal M. (2009). Komunikasi Dalam Keperawatan : Teori dan Aplikasi. Salemba Medika. Jakarta
Cahyono, JB Suharjo B, Dr, SpPD. (2012). Membangun Budaya Keselamatan Pasien dalam Praktek Kedokteran. Kanikius. Jakarta
Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Pelayanan Medik . (2008). Pedoman Indikator Mutu Pelayanan Keperawatan Klinik di Sarana Kesehatan. Depkes RI. Jakarta
Eugenia L, Siegler. (2008). Perawatan Orang Dewasa dan Lansia. EGC. Jakarta
Hidayat, A.Aziz. (2010). Metode Penelitian Kesehatan Paradigma Kuantitatif. Health Books Publishing. Surabaya
Henriksen,K.,at,Al. (2008). Patient Safety and Quality : an evidence base hand book for nurses. Rock ville MD: Agency for Health care Research and Quality Publications, http: // www.ahrq.qov/QUAL/ nurseshdbk. Diakses tanggal 24 Juli 2014 pukul 11.00
Kennedy, Lisa.(2010). Komunikasi Untuk Keperawatan Berbicara dengan Pasien. Erlangga. Jakarta
KKP-RS. (2010) . Laporan Insiden Keselamatan Pasien. www.inapatsafety-persi.or.id/umpan balik Laporan_ikp1.pdf. Diakses 7 Mei 2014 pukul 11.34
KARS. (2013). Pelatihan Patient Safety FK Unair. KARS. Surabaya. Tidak dipublikasikan
KARS. (2014). Persiapan Dokumen Akreditasi Rumah Sakit. KARS. Tidak dipublikasikan
Mulyana, Dede Sri. (2013). Analisis Penyebab Insiden Keselamatan Pasien oleh Perawat di Unit Rawat Inap RS X Jakarta. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia
Nursalam. (2014). Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional. Salemba Medika. Jakarta
Nazir, Moh. (2005). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Bogor
New Jersey Departemen of Health and Senior Services. (2006). Patient Safety Initiative. Journal of America. Page 1-5.
Potter & Perry. (2005). (2009). Fundamental of Nursing. EGC. Jakarta
PERSI, KKP-RS. (2007). Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien. PERSI-KKPRS. Jakarta
PERSI, KKP-RS. (2006). Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit. PERSI-KKPRS. Jakarta
Permenkes No 1691. (2011). Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Permenkes RI. Jakarta
Rohani dan Hingawati Setio. (2013). Panduan Praktik Keperawatan : Komunikasi. Citra Aji Parama. Jogyakarta
S.Suarli dan Yanyan Bahtiar. (2010). Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis. Erlangga. Jakarta
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). CV Alfabeta. Bandung
Soekidjo, Notoadmodjo. (2003). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT.Rineka Cipta. Jakarta.
Zen, Pribadi. (2013). Panduan Komunikasi Efektif Untuk Bekal Keperawatan Profesional. D-Medika. Jogjakarta