INDEKS MASSA TUBUH (IMT) MENURUT MOORE MARY COURTNEY DENGAN KEKAMBUHAN PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS

Authors

  • Siti Nur Qomariah Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresi
  • Muhammad Maftuh

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v4i1.38

Abstract

ABSTRAK

 

Seseorang yang menderita osteoarthritis dapat mengalami kekambuhan. Kekambuhan dapat ditandai dengan gejala seperti suara gesekan pada sendi, pembengkakan sendi, dan kekakuan pada sendi yang menyebabkan rasa sakit. Berat badan adalah salah satu faktor risiko yang menyebabkan kekambuhan. Orang dengan berat badan lebih, berisiko osteoarthritis dan kejadian kambuh lebih besar, dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan kurang.

Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dengan purposive sampling didapatkan 29 responden pasien dengan osteoarthris. Variabel independen indeks massa tubuh dan variabel dependen kekambuhan osteoarthritis. Data diambil menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikansi p <0,05.

Hasil penelitian ini menunjukkan bukti bahwa ada korelasi antara indeks massa tubuh berdasarkan Moore Mary Courtney dengan kekambuhan pasien dengan osteoarthritis didapatkan p= 0.014.

Responden dengan indeks massa tubuh yang berlebih, lebih sering mengalami kekambuhan osteoartritis daripada  responden yang memiliki indeks massa tubuh kurang. Pencegahan dan pengobatan dengan meningkatkan status kesehatan, termasuk menjaga berat badan dan berolahraga secara teratur.

 

Kata kunci: Indeks massa tubuh, Kekambuhan osteoarthritis.

 

 

ABSTRACT

 

A person suffering from osteoarthritis may experience a recurrence. Recurrence can be characterized by a sound like the friction in the joint time-driven, swelling of the joints, and stiffness in the joints that cause pain. Weight is one of the risk factors lead to osteoarthritis recurrence. People with more weight, at risk of osteoarthritis and the incidence of relapse is greater, than those who have less weight.

This study uses cross sectional design, with purposive sampling. There are 29 respondents in patients with osteoarthritis recurrence. Variabel dependen body mass index and variabel independen recurrence osteoarthritis taken using quisioner and structured interviews. This data analyzes using spearman rho test with a significance level of p <0.05.

The results of this study show evidence that there is a corelation between body mass index by Mary Courtney Moore of recurrence in patients with osteoarthritis of the significance of 0.014.

The conclusion of this study were responders with excessive body mass index often have a relapse osteoarthritis, of the respondents who have less body mass index. And for the prevention and treatment by improving their health status, including keeping your weight, exercise regularly.

 

Keywords: body mass index,Moore May Courtney, Osteoarthritis.

Author Biography

Siti Nur Qomariah, Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresi

Staf Pengajar

References

Andry Hartono (2006). Pengantar ilmu nutrisi bagi profesi kep, dan ahli gizi Jakarta:. EGC, hal: 210-219.

Askandar Tjokroprawiro (2007). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Unair : Surabaya, hal: 221.

Azwar Agoes, Achdiat Agoes, Arizal Agoes (2010). Penyakit di Usia tua. Jakarta: EGC, hal: 47-48.

Dahlan, Sopiyudin. (2004). Statistik untuk kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: PT. ARKANS, hal: 5-12.

Hidayat, A. Azis Alimul (2007). Metode Penelitian kebidanan tehnik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika, hal: 35-55.

Heri Purwanto (1999). Pengantar Perilaku Manusia Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC, hal: 23.

Irawan Syahrazad (2010). Cara mudah mengatasi Asam Urat. Yogyakarta: Octopus, hal: 15-17.

Mansjoer Arif (2001). Kapita Selekta Kedokteran jilid 1.Jakarta: Media Aesculapius, hal: 535-536.

Misnaldiarly (2010). Osteoartritis, penyakit sendi pada orang dewasa dan anak.Jakarta: Populer Obor, hal: 19-24.

Misnaldiarly (2007). Rematik: Asam urat-hiperurisemia, arthritis gout. Jakarta: Populer Obor, hal: 33-40.

Moore Mary Courtney (1997). Buku Pedoman Terapi Diet Dan Nutrisi. Jakarta: Hiporaktes, hal: 349-367.

Mubarak, Wahid Iqbal, (2007). Promosi Kesehatan Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar Dalam Pendidikan, Yogyakarta: Graha Ilmu, hal: 101.

Nursalam dan Siti Pariani. (2001). Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan . Sagung Seto: Jakarta, hal: 65-75

Nursalam (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika, hal: 55-211.

Notoatmojo, Soekidjo. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta, hal: 127-131

Poerwadarminta (1999). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka, hal: 439.

Sugiyono, (2009). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, hal: 56-58.

Suharsini Arikunto (2006). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Piutra, hal 46-50.

Smeltzer and Bare (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner and Suddarth. Jakarta: EGC, hal: 1808

Susanto (2009). Awas 7 penyakit Degeneratif. Yogyakarta: Paradigma Indonesia, hal: 30-58.

Universitas Gresik. (2011). Pedoman Penyusunan Proposal dan Skripsi. Gresik: tidak di publikasikan

Wasis, (2008). Pedoman Riset Praktis Untuk Profesi Perawat, Jakarta: EGC, hal: 13.

Yunita, A. (2010). http:// www.Osteoarthriti, Latargria jofania.com (Diakses Tanggal 13 September 2011).

Yunita, A. (2009). Osteoarthritis. http://id.wikipedia.org/wiki/osteoarthritis akses tanggal 24 November 2011 jam 09.40

Published

2013-06-10

How to Cite

Qomariah, S. N., & Maftuh, M. (2013). INDEKS MASSA TUBUH (IMT) MENURUT MOORE MARY COURTNEY DENGAN KEKAMBUHAN PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS. Journals of Ners Community, 4(1), 88–95. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v4i1.38

Issue

Section

Artikel

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>