TINJAUAN HUKUM TENTANG PERLINDUNGAN HAK CIPTA BERITA DALAM JARINGAN (DARING) TERHADAP PENGUMPUL (AGGREGATOR) BERITA

Authors

  • Usman Usman Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Nasional, Jakarta, Indonesia
  • Rumainur Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Nasional, Jakarta, Indonesia
  • Agus Bambang Nugraha PPKn-FKIP, Universitas Kristen Satya Wacana

Keywords:

Hak Cipta, Berita Dalam Jaringan (Daring), Pengumpul Berita

Abstract

Kemajaun teknologi telah menggeser kebiasaan masyarakat global, termasuk cara masyarakat mengakses sebuah informasi berita yang kini dengan mudah dapat dilakukan  kapanpun secara daring. Hal ini membuat banyak pers memuat hasil jurnalistiknya kedalam media digital yang siapapun bisa mengakses, membaca, bahkan mengcopynya, termasuk yang dilakukan oleh Aggregator berita. Kini aggregator berita lebih diminati oleh pembaca lantaran adanya penyederhanaan informasi yang disajikan, singkat dan hanya pada poin-poin pentingnya saja. Jenis, kategori hingga cakupan berita dapat disesuaikan (sort) dan dibatasi (filter) sesuai keinginan. Hal ini membuat konten aggregator berita lebih digemari masyarakat dibandingkan portal berita yang dibuat langsung oleh para pers, sehingga aggregator berita dianggap telah melanggar hak cipta. Penelitian tentang perlindungan hak cipta berita terhadap pengumpul berita atau anggregator berita ini dilakukan dengan pendekatan normatif, yakni pendekatan terhadap perundang-undangan, konseptual, dan kasus yang berhubungan dengan penelitian ini. Metode yang digunakan adalah library research, atau penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka hukum sebagai bahan primer. Adapun hasil dari penelitian ini adalah aggregator berita telah melanggar hak cipta yang diatur oleh UU Hak Cipta Nomor 28 tahun 2014, meski aggregator berita telah mencantumkan sumber berita dalam konten yang ia kutip, akan tetapi keuntungan ekonomi dari hasil publikasi berita oleh aggregator berita, telah melanggar hak ekonomi dari pencipta berita itu sendiri. Sehingga aggregator berita daring dalam praktiknya adalah melanggar hukum. Diperlukan kesadaran dari berbagai pihak agar tidak terjadi kerugian akibat dari kemajuan teknologi, khususnya dalam proses publikasi berita oleh aplikasi pengumpul berita (aggregator) yang kian marak.

References

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). 2017. Penetrasi & Perilaku Pengguna Internet Indonesia.

Fernando M Manulang, (2007), Hukum Dalam Kepastian, Bandung: Prakarsa.

Henry Chambel Black, Black Law Dictionary, St. Paul, Minn : West Publishing Co.

Kementerian Hukum dan HAM, (2020), Modul Kekayaan Intelektual Tingkat Dasar Bidang Hak Cipta, Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta.

Soerjono, Soekanto dan Sri Mamudji, (2009), Penelitian Hukum Normatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sudikno Mertokusumo, (2007), Mengenal Hukum Suatu Pengntar, Yogyakarta : Liberty.

A.Muis, Kontroversi Sekitar Keberadaan Pers : Bunga Rampai Masalah Komunikasi, Jurnalistik, Etika dan Hukum Pers, Jakarta : Mario Grafika, Cet.1, 1996, hal..11-12 Dahlan Surbakti, Peran dan Fungsi Pers Menurut Undang-Undang Pers Tahun 1999 Serta Perkembangannya, Jurnal Hukum Prioris, Vol. 5 No. 1, Tahun 2015.

Ahmadi Miru, Farida Patittingi, Harustiati A. Muin , Perlindungan Hak Cipta Berita Online Terhadap Agregator Berita. Mohammad Supri, Jurnal Amanna Gappa, Vol. 27 No. 1 Maret, 2019.

Alfito Deannova Ginting, Rifa Aisatu Ulfa Zaini, dkk, News Aggregator Dan Nilai-Nilai Jurnalisme: Studi Penyajian Berita Pada Beritagar.id, Jurnal Cover Age, Vol. 10, No. 1, September 2019.

Aprilani, Content Aggregator : Problem Etis Jurnalisme Online Indonesia, Jurnal Nomosleca Volume 3, Nomor 1, April 2017.

Christiany Juditha, Akurasi Berita dalam Jurnalisme Online (Kasus Dugaan Korupsi Mahkamah Konstitusi di Portal Berita Detiknews), Jurnal Pekommas, Vol. 16 No. 3, Desember 2013.

Dyah Permana Erawaty, Irwansyah, Kode Etik Jurnalistik Indonesia (Studi terhadap Agregasi Berita) Indonesia Journalistic Code of Ethics (News Aggregation Study), Jurnal Pekommas, Vol. 4 No. 2, Oktober 2019.

Mohammad Supri, Ahmadi Miru Perlindungan Hak Cipta Berita Online Terhadap Agregator Berita, Jurnal Amanna Gappa, Vol. 27 No. 1 Maret 2019.

Niken Prasetyawati, "Perlindungan hak cipta dalam transaksi dagang internasional," jurnal sosial humaniora, Vol 4 No.1, Juni 2011.

Downloads

Published

2022-09-21

How to Cite

Usman, U., Rumainur, R., & Nugraha, A. B. . (2022). TINJAUAN HUKUM TENTANG PERLINDUNGAN HAK CIPTA BERITA DALAM JARINGAN (DARING) TERHADAP PENGUMPUL (AGGREGATOR) BERITA. Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik, 11(2), 196–206. Retrieved from http://journal.unigres.ac.id/index.php/JurnalProHukum/article/view/1918