DIET DAGING SAPI MENINGKATKAN PERCEPATAN PERTUMBUHAN KALUS PADA FRAKTUR FEMUR
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v5i1.85Abstrak
ABSTRAKFraktur adalah terputusnya / hilangnya kontinuitas struktur tulang. Banyak faktor
yang dapat mempercepat proses penyembuhan tulang, antara lain faktor adalah kalsium
dan fosfor nutrisi yang sering dilupakan, antara diet daging sapi lainnya. Ini Tujuan
penelitian adalah untuk menganalisis penyediaan diet daging sapi dengan fase percepatan
kalus dari fraktur femur.
Metode penelitian menggunakan desain quasy experimental dengan 16 sampel
yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui metode
observasi. Data diolah dan dianalisis dengan uji Mann Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada ketentuan dari diet daging sapi dengan
fase percepatan kalus dari fraktur femur dengan tingkat signifikansi adalah 0,000.
Penelitian tentang peningkatan fase penyembuhan patah tulang terutama pada
pasien fraktur femur khususnya fase percepatan kalus dapat digunakan sebagai acuan
dalam diet yang diberikan kepada pasien farktur.
Kata kunci: Patah tulang paha, diet daging sapi, Kalus
ABSTRACT
Fractures are the disconnection/ loss of continuity of bone structure. Many factors
can accelerated the bone healing process, among other factors are calcium and
phosphorus nutrients are often forgotten, among other beef diet. This objectives of
research was to analyze provision of a diet of beef with acceleration callus phase of the
femoral fracture.
This researched used quasy experimental design, with 16 samples using total
sampling technique. The data were collected through observation methods. Data were
processed and analyzed with Mann Whitney U-test.
The result showed that there is provision of a diet of beef with acceleration callus
phase of the femoral fracture with significancy level is 0.000.
To improve the fracture healing phase, particulary the acceleration callus phase
especially in fracture femur patient, this researched can be as a reference in a diet given to
the patient.
Keywords: Femur fracture, Beef diet, Callus
Referensi
Alimul A. Aziz, (2003) Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah, Jakarta: EGC
Apley, A. Graham, (1995) Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley, Jakarta: Widya
Medika
Bachsinar B, (1995) Bedah Minor, Jakarta: Hipokrates.
Black, J.M, et al, Luckman and Sorensen’s (1995) Medikal Nursing : A Nursing Process
Approach, 4 th Edition, W.B. Saunder Company,
Carpenito, Lynda Juall, (1999). Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan, EGC:
Jakarta,
Edward, Martin, (2000) Penyakit Anak Sehari-hari dan Tindakan Darurat, Jakarta: Elek
Media Komputindo
Gosain Ankush and Dipetro Luisa, (2004), Aging and Wound Healing; World Journal
Surgery; 28:321-326.
Ignatavicius, Donna D, (1995), Medical Surgical Nursing: A Nursing Process Approach,
W.B. Saunder Company
Jumadi, Purnawan, Dkk (1999), Kapita Selekta Kedokteran Edisi 2, Fakultas Kedokteran
UI: Media Ausculapius
Kanwil Depkes, (1999), Daftar Konsumsi Bahan Makanan, Edisi 3, Jakarta: EGC
Keliat, Budi Anna, (1994), Proses Perawatan, Jakarta: EGC
Long, Barbara C (1996), Perawatan Medikal Bedah, Edisi 3, Jakarta: EGC.
Mansjoer, Arif, et al (2000), Kapita Selekta Kedokteran, Jilid II, FKUI, Jakarta: Medika
Aesculapius
Meschan, Isadore, (1999), Roentgen Sagns In Clinical Practice, Volume II, W.B. Sounders
Compony: Philadelphia, London
Mona, B.M. (2003). An Overview of Neonatal and Pediatric Wound Care Knowledge and
Consideration,http://www.o-wm.com/ostemywoundmanagemetjournal.html 165 :
-737, diakses tanggal 15 Juli 2011 Pkl 16.00 WIB.
Nursalam. (2003). Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.
Surabaya: Salemba Medika
Orthopedia dan Traumatologi (2008), Pedoman Diagnosis dan Terapi, Edisi III, Rumah
Sakit Umum Dokter Soetomo, Surabaya
Price, Evelyn C, (1997), Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis, Jakarta: Gramedia.
Soetjaningsih (1995), Tumbuh Kembang Anak, Jakarta: EGC
Saifuddin, Dkk, (2002), Buku Pedoman Praktek Pelayanan Keperawatan Maternal &
Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Wong, Donna L (2004), Pedoman Klinik Keperawatan Pediatrik. Jakarta: EGC

