MOTIVASI KELUARGA DALAM MEMBERIKAN DUKUNGAN PADA KLIEN GANGGUAN JIWA (Family Motivation in Provided Support to the Patient with Mental Disorder)
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v7i1.112Abstract
ABSTRAK
ÂÂÂÂ
         Keluarga merupakan sistem pendukung utama dalam memberikan perawatan langsung pada setiap keadaan sehat dan sakit yang dialami oleh klien gangguan jiwa. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi keluarga dalam memberikan dukungan terhadap klien jiwa antara lain: pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, lingkungaan dan sarana kesehatan.
         Design penelitian ini menggunakan Cross sectional design. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa sebanyak 20 responden, pengambilan data dengan purposive sampling sebanyak 19 responden. Variabel independennya adalah pengetahuan dan sikap dan variabel dependennya adalah motivasi keluarga dalam memberikan dukungan terhadap klien gangguan jiwa. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner.
         Hasil uji statistik Spearman Rank Test menunjukkan pengetahuan                 (α hitung) = 0,000 dan korelasi r = 0,750 artinya ada hubungan kuat faktor pengetahuan dengan motivasi dalam memberikan dukungan terhadap klien gangguan jiwa. Sikap (α hitung) = 0,000 dan korelasi r = 0,765 artinya ada hubungan kuat sikap dengan motivasi dalam memberikan dukungan terhadap klien gangguan jiwa.
         Diperlukan upaya peningkatan pengetahuan kepada keluarga dalam memberikan dukungan agar keluarga lebih menyadari akan pentingnya motivasi dalam memberikan dukungan keluarga terhadap proses percepatan penyembuhan klien dengan gangguan jiwa.
Kata kunci: pengetahuan, sikap, motivasi, dukungan, gangguan jiwa
ÂÂÂÂ
ABSTRACT
ÂÂÂÂ
The family is the primary support system in provided direct care to every health and pain experienced by clients with mental disorders. There are several factors that influence the motivation of the family in provided support to the client: knowledge, attitudes, beliefs, convictions, environment, and health facilities.
This Study used Cross-sectional design. The population in this research was a family who has a family member who suffered a mental disorderas much as 20 respondents, with purposive sampling samples that taken were 19 respondents. Independent variables were knowledge and attitudes while the dependent variable was the motivation of the family inprovided support to clients with mental disorders. The data of this research were taken by used a questionnaire.
The results of Spearman rank test showed knowledge (α count) = 0.000 and r correlation = 0.750, it means that there was a strong relationship between knowledge factor with the motivationin provided support to clients with mental disorders. Attitude (α count) = 0.000 and r correlation = 0.765, it means that there was a strong relationship between attitude factor with the motivation in provided support to clients with mental disorders.
Need an effort to increase families knowledge in provided support to the client so the families more aware about the importance of motivation in provided family support to accelerate the healing process of the clients with mental disorders.
Keywords: knowledge, attitude, motivation, support, mental disordersReferences
Arikunto, S. 2004. Prosedur penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Asnawi, Natsir. 2009. Social Support and Behavior Toward Others (Dukungan Sosial dan Perilaku Terhadap Orang Lain.
Gracia liana, 2009. Gangguan Jiwa Makin Merebak. Diakses pada tanggal 27 April 2010 dari http://www.inilah.com/file/gayahidup.htm
Handoko, Martin. 2006. Motivasi : Daya Penggerak Tingkah Laku. Yogyakarta :
Hamzah B. Uno. 2008. Teori Motivasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Harmoko. 2010. Peran Keluarga Dalam Perawatan Gangguan Jiwa. Diakses pada tanggal 6 Maret 2010 dari http://www.nsharmoko.blogspot.com/nursing clinical partician.htm
Juliansyah. 2010. Peran Keluarga Menangani Penderita Gangguan Jiwa. Diakses pada tanggal 26 April 2010 dari http:www.pontianak post online.com/file/new portal.htm
Khairini, 2008. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi keluarga dalam memberikan dukungan terhadap klien gangguan jiwa di RSJ.HB. Saanin Padang. Padang : Skripsi STIKES Indonesia.
Keliat, Ana Budi. 2004. Peran Serta Keluarga Dalam Keperawatan Klien Gangguan Jiwa. Jakarta : Depkes RI
Karto. 2005. Motivasi Keluarga dalam Keperawatan Klien Gangguan Jiwa. Jakarta : EGC.
King, Laura A. 2010. Psikologi Umum. Jakarta: Salemba Humanika
Keliat. 2011. Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas. Jakarta: EGC
Marlyn, M, Friedman. 2011. Keperawatan Keluarga Teori dan Praktek edisi 3. Jakarta: EGC.
Maramis, W, F. 2005. Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya : Airlangga University Press.
Muslim, R. 2006. Buku Saku Diagnosa Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas DariPPDGJ-III.
Notoatmodjo, S. 2005. Pendidikan Dan Perilaku . Jakarta: PT Refika aditama
Sugiarto, 2003. Tekhnik Sampling. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Yosep, Iyus. 2007. Keperawatan Jiwa. Bandung: PT. Refika Aditama.