HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENERIMAAN DIRI IBU YANG MEMPUNYAI ANAK AUTIS (Correlation Family Support with Self Acceptance of Mother Who Have Children with Autism)
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v6i2.45Abstrak
ABSTRAK
ÂÂÂÂ
           Dukungan keluarga terhadap ibu yang memiliki anak autis adalah dukungan informasi (nasehat, saran, petunjuk), dukungan penghargaan (support, penghargaan, perhatian), dukungan instrumental (kesehatan penderita dalam hal kebutuhan makan dan minum, istirahat, terhindarnya penderitadarikelelahan), dukunganemosi (kepercayaan, perhatian, mendengarkan dan didengarkan), dukungan materi (uang, peralatan, waktu, modifikasi lingkungan). Bila hal ini tidak di lakukan oleh keluarga maka akan berdampak pada penerimaan diri ibu negative terhadap anak dan anak bisa di terlantarkan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hubungan antara dukungan keluarga dengan penerimaan diri ibu yang mengalami anak autis.
           Desain penelitian ini menggunakan Cross sectional design, dengan total sampling. Sampel yang diambil sebanyak 40responden. Variabel independennya adalah dukungankeluarga dan variabel dependennya adalah penerimaandiriibu. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner.
           Dari hasil uji statistik Mann Whitney didapatkan hasil (αhitung) = 0,000artinya ada hubungan kuat antara dukungan keluarga dengan penerimaan diri ibu yang memiliki anak autis.
           Dukungan keluarga terhadap ibu yang memiliki anak autis merupakan landasan utama ibu dalam merawat anaknya dengan baik. Oleh karena itu agar keluarga menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan nyata tentang perawatan anak autis sehingga bisa memberikan dukungan yang baik dan ibu dapat menerima kondisi anaknya dengan baik.
ÂÂÂÂ
Kata kunci :Dukungan keluarga, Penerimaan diri ibu, Autis.
ÂÂÂÂ
ABSTRACT
ÂÂÂÂ
Family support to mothers who have children with autism was support information (advice, suggestions, hints), support awards (support, appreciation, attention), instrumental support (in terms of the patient's health needs of eated and drinked, rested, avoided patient of fatigue), support emotions (trust, attention, listen and be heard), material support (money, equipment, time, environmental modifications). If this was not done by the family will have an impact on self-acceptance negative mothers to children and children displaced. The purpose of this resarch to describe the correlation between family support with self-acceptance of mothers who have children with autism.
Design Cross-sectional research used design, with a total sampling. Samples taken as many as 40 respondents. Independent variable was the support of family and the dependent variable was the mother of self-acceptance. The data of this research were taked by used a questionnaire.
Results of the Mann Whitney statistical test showed (α count) = 0.000 correlation means that there was a strong correlation between family support with self-acceptance of mothers who have children with autism.
Family support to mothers who have children with autisme was the main foundation of caring for her mother well. Therefore, for the family to add insight and improve the knowledge, attitudes and actions of an autistic child care so they can provide good support and the mother can accept her condition well.
ÂÂÂÂ
Keywords: family support, self-acceptance of mothers who have children with autism.
Referensi
Adelia Putri Rahayu. (2005Gambaran Penerimaan Dan Dukungan Keluarga yang di berikan Ayah pada Anak Autis di Kota Jakarta. Skripsi.FKUI.Jakarta,
Aziz.(2003).Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek Analisa Data. Rhineka Cipta.Jakarta,
BPS, (2010) Autisme di Indonesia. Rhineka Cipta, Jakarta,
BKKBN, (1978) Mendidik Anak Autis dan Gangguan Mental lainnya. Gramedia Pustaka utama. Bandung,
Bailon dan Maglaya, (1978) Konsep Keluarga Sejahtera. Pustaka Populer Obor. Jakarta,
Chaplan, (1964) Konsep Keluarga Autisme. Rhineka Cipta Jakarta,
Cobb, (2006) Using Thematic Analysis in Psychology. Auckland : Edward Arnold (Publisher) Ltd,
Dakir, (2003) Penatalaksanaan Holistik Autisme. Jakarta. EGC,
Depkes, (1988) Kesehatan Keluarga, Graha Ilmu. Jakarta,
Feiring, (1984) Dukungan Keluarga Http:/www.Rajawana.com. Diakses tanggal 29 oktober 2014 jam.18.00
Fith, (2003) Terapi Autism, Anak Berbakat dan Anak Hiperaktif. Jakarta,
Gottlieb, B.H. (1983), Sosial Support Strategies (Guidelines for Mental Health Practice), Sage Publications Inc., California,
Hasibuan, (2000) Kesehtan Mental dalam kehidupan Diak Rhineka Cipta. Jakarta,
Info Sehat, (2007) Situs Kesehatan Keluarga http.//infosehat.com/content.php?sid=918./Di akses tanggal 20 septembe 2014 jam.10.00
Kotler, (2000) Adolecent Development. Tokyo : McGraw-Hill Kogakusha. Widya Medika. Jakarta
Lewis, (1984) Social Psychology 7th edition. Massachusses : Allin dan Bacon. Salemba Medika. Jakarta,
Lewis, (2005) Social Psychology 8th edition. Massachusses : Allin dan Bacon. Salemba Medika. Jakarta,
Marlin, (1978) Dinamika Relisiensi Orang tua Anak Autis. Jurnal Penelitian Vol.7 No.2 Hlm .9 PT.Remaja Rodsakarya, Bandung,
Murwanti, (200) Psikologi Keluarga. EGC, Jakarta.
Nursalam & Siti Pariani, (2003) Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Nursalam,(2003).Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Pedoman Skripsi, Tesis danInstrumenPenelitian Keperawatan.Jakarta:Salemba Medika.
Notoatmodjo, S.(2002). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Orford. (2000) Psikologi Abnormal. Erlangga.Jakarta.EGC,
Puspita, D (2004) Peran Keluarga pada Penanganan individu autistic spectrum disorder http ://putera kembara. Org/ peran ortu.htm./ Diakses pada tanggal 20 september 2014 jam 15.00
Perry, Potter, (1999) Buku Ajar Fundamental Keperawatan, Edisi keempat, Buku Kedokteran, EGC.
PSIK Fakultas Kesehatan UNGRES. 2014. Buku Panduan Penyusuna Proposal dan Skripsi. Tidak dipublikasikan
Ross Sarasvati, (2004) Meniti Pelangi Perjalanan Ibu yang tak kenal menyerah dalam membimbing anaknya keluar dari belenggu ADHD dan Autism,
Setyowati, (2008) Keperawatan Keluarga. Rhineka Cipta,
Sugiyono. (2004). Keluarga sebagai Pusat Pelayanan Kesehatan. Mitra Cendekia, Jogjakarta,
Simson, (2005) Mengasuh dan Mensukseskan anak berkebutuhan khusus. Gara Ilmu. Jogjakarta,
Shenee, (2001) Seputar Autisme dan Permasalahannya. Putra kumbara Foundation. Jakarta,
Sarason, (1983) Autisme, Pemahaman untuk hidup lebih bermakna bagi orang tua, Graha Ilmu. Jogjakarta,
Saratino, (2002) Health Psikologi : Biopsycal interaction. Fifth edition, EGC, Jakarta
Satwiko, (2009) Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta . Bandung,
Shereer, (2000) Community Psycology : Oxford,
Safaria. (2003) Jenis-jenis Dukungan Keluarga bagi ibu . Grashindo. Jakarta,
Safaria (2005) Autisme, Pemahaman untuk hidup lebih bermakna bagi orang tua, Graha Ilmu. Jogjakarta,
Sudiharto, (2007) Psikologi untuk Keluarga.PT.BPK Gunung Mulia. Jakarta,
Sugiyono. Safaria. T, (2005) Interpersonal Inteligent : Metode Pengembangan Kecedasan Interpersonal Anak. Amara books. Jogjakarta,
Soetjiningsih, (1995) Peran Orang tua dari keluarga Autisme. Cipta Adi Tama. Jogjakarta,
Setiadi, (2008). Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Graha Ilmu. Surabaya,
Zainuddin, (2002) Kromosom Abnormal Penyebab Autisme. Egc. Jakarta.

