FAKTOR LAMA HARI PEMASANGAN INFUS TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PLEBITIS (Long Days Cannula Installation Factor Is Not Associated With Phlebitis Incident)

Authors

  • Istiroha Istiroha Program Studi Ilmu Kepeawatan Universitas Gresik
  • Hanik Erfatunafiah

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v8i2.406

Abstract

ABSTRAK

 

Terapi intravena adalah salah satu tindakan invasif yang berisiko menimbulkan komplikasi lokal maupun sistemik. Plebitis merupakan salah satu komplikasi utama dari terapi intravena. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa faktor mekanik yang mempengaruhi kejadian plebitis pada pasien yang mendapatkan terapi intravena.

Penelitian ini menggunakan desain deskripsi korelasi dengan populasi semua pasien yang terpasang infus mulai dari masuk IGD sampai rawat inap dari tanggal 1-25 Januari 2017 di PKU Muhammadiyah Sekapuk Gresik. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive  sampling dengan jumlah sampel 38 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Data dianalisa dengan uji person chi squere  dan spearman’s  untuk melihat hubungan antara variabel  dengan tingkat kemaknaa p value < 0,05.

          Hasil penelitian ini menunjukkan responden yang mengalami plebitis sebanyak 27 responden. Variabel yang dihubungkan dengan kejadian plebitis yaitu lokasi insersi (p=0,000), ukuran kanul (p=0,02), teknik disinfeksi pemasangan (p=0,000), lama hari pemasangan (p=0,29), perawatan infus (p= 0,001), artinya ada hubungan yang bermakna antara lokasi insersi, ukuran kanul, teknik disinfeksi, perawatan infus dengan kejadian plebitis, dan tidak ada hubungan yang bermakna antara lama hari pemasangan dengan kejadian plebitis.

          Faktor lokasi insersi, ukuran kanul, teknik disinfeksi, dan perawatan infus menjadi faktor yang dapat menyebabkan terjadinya plebitis sehingga perawat disarankan untuk memperhatikan faktor-faktor tersebut agar pasien yang mendapat terpasang infus tidak terjadi plebitis.

 

Kata  kunci : Faktor mekanik,  plebitis

ABSTRACT           Intravenous therapy is one of the invasive procedures. It  results local  and systemic complication. Phlebitis is one of the major complications of intravenous therapy. The purpose of this study was to identify and analyze the mechanical factors that influence the incidence of phlebitis in patients receiving intravenous therapy.          The design of this study was correlation description. The population were all patients who were infused from entry into the emergency unit until hospitalization from 1st-25th of January 2017 at PKU Muhammadiyah Sekapuk Gresik. Sampling technique used was purposive sampling with total sample 38 respondents. The instrument used was an observation sheet. The data was analyzed by Chi person squere test and Spearman's to see the relationship between the variables with the level p value < 0.05.          The results of this study shown there were 27 respondents that were phlebitis. Variables associated with the incidence of phlebitis were insertion locations (p=0.000), the size of the cannula (p=0.02), disinfection technique (p=0.000), long days cannula installation (p = 0.29), the cannula care (p=0.001), so those data mean that there was a significant correlation between insertion location, the size of the cannula, disinfection techniques, the cannula care with phlebitis incident, and there was no significant relationship between long days cannula installation with the phlebitis incident.          Factors of insertion location, cannula size, disinfection techniques, and infusion treatments are factors that can lead to phlebitis, so nurses are advised to pay attention to these factors in order for patients receiving plugged infusions to occur. 

Keywords :  Mechanical factors, phlebitis


DOI :
10.5281/zenodo.1400998

Author Biographies

Istiroha Istiroha, Program Studi Ilmu Kepeawatan Universitas Gresik

Departemen Keperawatan Medikal Bedah

Hanik Erfatunafiah

RS PKU Muhammadiyah Sekapuk Gresik

References

Achbab. A., (2006). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Infeksi Nosokomial Flebitis pada Penderita dengan Pemasangan Infus Di Rumah Sakit TK III Baladika Husada Jember. Mojokerto

Agustini, C. Utomo, W., & Angrina (2013). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kajadian Plebitis Pada Pasien Yang Terpasang Yang Terpasang Infus Di Ruang Medikal Chysant RS Awal Bros Pekan Baru. Jurnal Keperawatan Universitas Riau. Diakses 25 Juni 2016 http://journal.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/dowload/2056/2010.

Aprilin, H. (2011). Hubungan Perawatan Infus Dengan Terjadinya Plebitis Pada Pasien yang Terpasang Infus di Puskesmas Krian Sidoarjo. Journal keperawatan –volume 01/Nomor 01, 38, diakses pada tanggal 25 juni 2016 http:// www.dianhusada.ac.id/jurnaling/jumper 1-2-het.pdf.

Aryani, R., dkk., (2009). Prosedur Klinik Keperawatan Pada Mata Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Trans Info Media.

Batticaca, F., (2002). Kajian Tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Phlebitis Di IRINA RSUP Dr. Sardjito, (Unpublished), Yogyakarta

Darmadi, (2008). Infeksi nosokomial problematika dan pengendaliannya. Jakarta : Salemba Medika

Data Infeksi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk (2015). Laporan pencegahan pengendalian infeksi Rumah sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk.

Depertemen Kesehatan, RI., (2008). Standarisasi pelayanan minimal rumah sakit. Jakarta : Salemba Medika.

INS., (2010) Setting the Standard for Infusion Care. Diakses dari http://www.ins1.org pada tanggal 25 juni 2016

Kisman, K., dkk., (2014) Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian plebitis di rumah sakit pendidikan universitas hasanudin makasar. Di akses 28 juni 2016 htpp:// www.pdf.

Nurdin, K. (2013). Deskripsi kejadian plebitis di ruang G2 (bedah) RSUD.prof. dr.aloei saboe Gorontalo. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo, diakses tanggal 25 Juli 2016 http://kim. ung.ac.id/index .php /KIMFIKK / article/download/2792/2768.

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2010). Fundamental keperawatan buku 3 edisi 7. Jakarta: Salemba Medika.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2010). Buku ajar medikal bedah volume 3. Jakarta: EGC.

Standar Operasional Prosedur Rumah sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk (2015). Standar prosedur operasional pemasangan infus. Standar prosedur operasioal perawatan infus. Standart prosedur pelepasan infus.

Published

2017-11-21

How to Cite

Istiroha, I., & Erfatunafiah, H. (2017). FAKTOR LAMA HARI PEMASANGAN INFUS TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PLEBITIS (Long Days Cannula Installation Factor Is Not Associated With Phlebitis Incident). Journals of Ners Community, 8(2), 133–143. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v8i2.406

Most read articles by the same author(s)