PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA (Mother Hygienic and Healthy Behavior Assosiated with the Incident of Infant Diarrhea)

Istiroha Istiroha, Mohammad Amnun Sahak

Sari


ABSTRAK

 

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Bila hal ini tidak dilakukan maka akan berdampak pada anggota keluarga menjadi tidak sehat dan mudah sakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ibu dengan kejadian diare pada balita.

Desain penelitian ini menggunakan case control design dengan purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 25 responden. Variabel indepen dalam penelitian ini adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan variabel dependennya adalah diare pada balita. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner dan rekam medis dari dokter di Puskesmas Sangkapura Bawean.

Hasil uji statistik Mann-Whitney menunjukkan bahwa PHBS ibu (α hitung ) = 0,004 (p< 0,05) yang artinya ada hubungan PHBS ibu dengan kejadian diare pada balita.

PHBS ibu berguna untuk menjaga anggota keluarga agar sehat dan tidak mudah sakit serta peran petugas kesehatan diperlukan untuk melakukan health education agar anggota keluarga dapat melakukan PHBS secara mandiri.

Kata kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ibu, diare pada balita

 

ABSTRACT

 

Hygienic and healthy behavior is all healthy behavior which done consciously by all family members. It may help their self to maintain health and actively participate in health-related activities in the community. If the behavior is not done, it will have an impact on family members become unhealthy and sick. The purpose of this study was to explain the relationship of mother hygienic and healthy behavior with the incidence of diarrhea in infants.

This study used case control design with purposive sampling which the samples were 25 respondents. The independent variable was mother hygienic and healthy behavior and the dependent variable was infant diarrhea. The data was taken by questionnaires and medical records of Puskesmas Sangkapura Bawean.

The results of statistical tests Mann-Whitney showed mother hygienic and healthy behavior (α count)=0.004 (p< 0,05) means that there was a correlation between mother hygienic and healthy behavior with incident of diarrhea in infant.

Mother hygienic and healthy behavior is needed to maintan family member to be health and also health worker is needed to provide health education for community so that they could do hygienic and healthy life style.

 

Keywords: Mother hygienic and healthy behavior, incident of diarrhea in infant.


DOI :
10.5281/zenodo.1405569


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto S. (2006). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta

Bela. (2009). Upaya Pencegahan Diare, Jurnal Kesehatan.

Depkes R.I. (2006). Profil Kesehatan 2005. Jakarta: Depkes RI

Depkes R.I. (2006). Manual Pengendalian Resiko Lingkungan. Jakarta :Direktorat Jendral PPM dan PL.

Depkes R.I. (2009). Upaya Pencegahan Diare, Jurnal Kesehatan. Jakarta: Ditjen PPM dan PL.

Depkes R.I (2009). Buku Pedoman Pengendalian Penyakit Diare. Jakarta: Salemba Medika

Depkes R.I (2009). Profil Kesehatan Indonesia 2008 , diakses tanggal 3 Desember 2015 .

Depkes R.I. (2011), Diare. Jakarta: Depkes RI.

Effendi & Makhfudli. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas : teori dan praktek dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Evelin dan Djamaluddin. N (2010). Panduan pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : PT Wahyu Media.

Guyton & Hall. (2007). Buku Ajar FisiologiKedokteran (Terjemahan).II ed. Rachman RY, Hartanto H, Novianti A, Wulandari N, editors Jakarta : EGC.

Hasan. (2007). Buku Kuliah : Ilmu Kesehatan Anak 1. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universits Indonesia.

Hiswani. (2003). Diare Merupakan Salah Satu Masalah Kesehatan Masyarakat Yang Kejadiannya Sangat Erat Dengan Keadaan Sanitasi Lingkungan. Diakses pada tanggal 14 November 2015 .

IDAI (2008). Diare pada Anak. Diakses pada tanggal 20 November 2015, .

Mubarok. (2006). Pengantar Keperawatan Komunitas 2. Jakarta : Sagung Seto.

Notoadmodjo. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrument Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Oswari. (2009). Penyakit dan Penanggulangannya. Jakarta : Balai Penerbit FKUI

Riset Kesehatan Dasar (2010). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta: Dapartemen Kesehatan R.I

Soetjiningsih. (1998). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC.

Suharyono. (2008). Diare Akut, Klinik dan Laboratorik Cetakan Kedua. Jakarta : Rineka Cipta

Sunaryo. (2004). Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta : EGC.

Supariasa. (2002).Penilaian Status Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.

Sutomo. B dan Anggraini. DY (2010). Menu Sehat Alami Untuk Balita & Batita. Jakarta : PT. Agromedia Pustaka.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Afabeta.

Widjaja. (2004). Kesehatan Anak : Mengatasi Diare dan Keracunan Pada Balita. Jakarta : Kawan Pustaka.

World Health Organization. (2006). Implementing The New Recommendation On The Clinical Of Diarrhea: Guidelines For Policy Makers And Programme Managers. Geneva : WHO Press 2006.

Wulandari, (2010). Hubungan antara faktor lingkungan dan faktor sosio demografi dengan kejadian diare pada balita, universitas muhammadiyah Surakarta, Surakarta. Diakses tanggal 20 November 2015 .


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.