PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (4-5 TAHUN) (The Effect Of Puzzle Therapy Of Fine Motor and Cognitive Development Preschool Children (4-5 Years)

Penulis

  • Lina Madyastuti Rahayuningrum
  • Fatiyah Rukmana Dewi

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v7i2.265

Abstrak

ABSTRAK

 

            Anak prasekolah adalah anak yang berusia antara tiga sampai enam tahun dalam masa anak-anak perkembangan kemampuan motorik sejalan dengan kemampuan kognitif anak. Anak usia 4-6 tahun yang melalui prasekolah mempunyai banyak keuntungan atau kelebihan dalam masalah fisik melalui motorik halus ketika mereka melakukan permainan atau modifikasi permainan. Salah satu permainan yang dapat meningkatkan perkembangan motorik halus dan kognitif pada anak usia prasekolah adalah terapi bermain puzzle. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh terapi puzzle pada perkembangan motorik halus dan kognitif pada anak prasekolah (4-5 tahun).

            Desain penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Sampel yang diambil sebanyak 12 responden, menggunakan total sampling. Variabel independen adalah terapi bermain puzzle dan variabel dependen perkembangan motorik halus dan kognitif anak prasekolah (4-5 tahun). Data penelitian ini menggunakan observasi.

            Hasil uji statistik wilcoxon sign rank ditunjukkan dari hasil uji statistik motorik halus dengan nilai signifikasi (p=0,002) artinya ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah (4-5 tahun) dan hasil uji statistik kognitif dengan nilai signifikasi (p=0,002) artinya ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan kognitif anak usia prasekolah (4-5 tahun).

            Pengaruh terapi bermain puzzle sangat dibutuhkan dalam perkembangan motorik halus dan kognitif anak usia prasekolah (4-5 tahun). Karena dengan bermain puzzle dapat merangsang dan menstimulasi perkembangan otak anak.

 

Kata kunci: terapi bermain puzzle, perkembangan motorik halus, perkembangan kognitif, anak usia prasekolah

 

ABSTRACT

            Preschool children are those aged between three to six years. On childhood motor skils develop in line with the development of children’s cognitive abilities. Children aged 4-6 years through the preschool has many advantages in physical terms through the motor when it’s done with the games or game modifications. One game that can improve fine motor and cognitive development of preschool children is puzzle therapy. Explain the effect of puzzle therapy on fine motor and cognitive development of preschool children (4-5 years).

            The research design that was used in this research was one group pretest-posttest design. The sample used total sampling that was consist of 12 children. The independent variable was puzzle therapy and dependent variable was fine motor and cognitive develpoment of preschool student (4-5 years) the data were collected using observation.

            The statistict resulted of wilcoxon signed rank test fine motor with significance level (p=0,002). It means that puzzle therapy had effect to fine motor development of preschool children (4-5 years) and signed rank test cognitive with significance level (p=0,002). It means that puzzle therapy had effect to cognitive development of preschool children (4-5 years).

            The effect of puzzle therapy was very needed in fine motor and cognitive development of preschool children (4-5 years) because by using puzzle therapy can improve and stimulate the student brain development.

 

Keywords: puzzle therapy, fine motor development, cognitive development, preschool children


DOI :
10.5281/zenodo.1405552

Referensi

Depdiknas, (2006). Modul Penelitian Pengolahan dan Tenaga Pendidik Kelompok Bermain. Jakarta : Departemen Pendidik Nasional.

Depdiknas, (2007). Pedoman Pembelajaran Bidang Pengembangan Pembiasaan di Taman Kanak-Kanak. Jakarta : Departemen Pendidik Nasional.

Dona L. Wong, (2004). Pedoman klinis Keperawatan Anak. Jakarta : EGC.

Fauzi, Luthfi seli. (2008). Perkembangan Kognitif Dalam Presprektif Piaget. http://www.Luthd’provokator.com/docs/Perkembangankognitifdalampresprektifpiaget. Diakses tanggal 4 November 2015.

Gustiana, A.D, (2011).Pengaruh Permainan Modifikasi Terhadap Kemampuan Motorik Kasar dan Kognitif Anak Usia Dini. Tugas akhir. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Hurlock, Elizabeth, (2011). Perkembangan Anak. Jakarta : Erlangga.

Mahardikha. (2013). Permaian Edukatif Dengan Media Puzzle Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 4-5 tahun. Tugas akhir Program Studi Pendidikan Guru FKIP Untan.

Fuadiyah, Nidho (Ed). 2013. “Upaya Meningkatkan Pengenalan Geometri dengan Permainan Puzzle Bervariasi Pada Kelompok B TK Al-Hikmah Pemalang. Semarangâ€ÂÂÂ. Skripsi Fakultas Ilmu Pendidikan Ikip PGRI Semarang

Nursalam. (2011). Konsep dan Penerapan Metodelogi penelitian Imu Keperawatan: pedoman Skripi, Tesis, dan Instrument Penelitian keperawatan. Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.

Unduhan

Diterbitkan

21-11-2016

Cara Mengutip

Rahayuningrum, L. M., & Dewi, F. R. (2016). PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (4-5 TAHUN) (The Effect Of Puzzle Therapy Of Fine Motor and Cognitive Development Preschool Children (4-5 Years). Journals of Ners Community, 7(2), 136–148. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v7i2.265

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2