Karakteristik Klinis Dan Histopatologi Kanker Ovarium Epitelial Yang Menjalani Operasi Di RSUP Dr. Sardjito
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i4.2086Keywords:
Kanker ovarium, paritas, karakteristik, prognosisAbstract
Kanker ovarium merupakan salah satu keganasan ginekologi yang paling sering ditemukan dan memiliki prognosis yang buruk. Tipe histopatologi kanker ovarium yang paling banyak adalah epitelial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik subjek secara klinis dan histopatologi pada kejadian kanker ovarium epitelial yang telah dilakukan operasi di RSUP Dr Sardjito. Studi ini menggunakan desain deskriptif non eksperimental. Seluruh data karakteristik didapatkan dari rekam medis. Didapatkan 60 pasien periode Maret 2021 - Juli 2021 yang memenuhi kriteria inklusi pada penelitian ini. Data dipaparkan secara deskriptif menggunakan jumlah dan persentase. Pada studi ini didapatkan umumnya subjek berusia antara 51-60 tahun yaitu 26 pasien (43,3%), mayoritas berstatus gizi normoweight yaitu 26 pasien (43,3%). Status paritas terbanyak adalah multipara yaitu 32 pasien (53,3%) dan lebih dari sebagian besar yaitu 39 pasien (65%) tidak mengalami peningkatan kadar serum Ca-125. Pasien kanker ovarium epitelial terbanyak pada kelompok usia 51-60 tahun, dengan status gizi normoweight, dan multipara. Tipe histopatologi serous merupakan yang paling banyak ditemukan. Pasien mayoritas datang pada stadium awal yaitu stadium I dan II dan sebagian besar pasien memiliki residu tumor <2 cm yang menunjukkan adanya prognosis yang baik
References
Bast, R. C., Klug, T. L., St John, E., Jenison, E., Niloff, J. M., Lazarus, H., Berkowitz, R. S., Leavitt, T., Griffiths, C. T., Parker, L., Zurawski, V. R., & Knapp, R. C. (1983). A radioimmunoassay using a monoclonal antibody to monitor the course of epithelial ovarian cancer. The New England Journal of Medicine, 309(15), 883–887. https://doi.org/10.1056/NEJM198310133091503
Berek, J. S., Kehoe, S. T., Kumar, L., & Friedlander, M. (2018). Cancer of the ovary, fallopian tube, and peritoneum. International Journal of Gynaecology and Obstetrics: The Official Organ of the International Federation of Gynaecology and Obstetrics, 143 Suppl, 59–78. https://doi.org/10.1002/ijgo.12614
Fischerova, D., Zikan, M., Dundr, P., & Cibula, D. (2012). Diagnosis, treatment, and follow-up of borderline ovarian tumors. The Oncologist, 17(12), 1515–1533. https://doi.org/10.1634/theoncologist.2012-0139
Jacobs, I., & Bast, R. C. (1989). The CA 125 tumour-associated antigen: a review of the literature. Human Reproduction (Oxford, England), 4(1), 1–12. https://doi.org/10.1093/oxfordjournals.humrep.a136832
La Vecchia, C. (2001). Epidemiology of ovarian cancer: a summary review. European Journal of Cancer Prevention : The Official Journal of the European Cancer Prevention Organisation (ECP), 10(2), 125–129. https://doi.org/10.1097/00008469-200104000-00002
Reid, B. M., Permuth, J. B., & Sellers, T. A. (2017). Epidemiology of ovarian cancer: a review. Cancer Biology & Medicine, 14(1), 9–32. https://doi.org/10.20892/j.issn.2095-3941.2016.0084
Sahil, M. (2007). Penatalaksanaan Kanker Ovarium pada Wanita Usia Muda dengan Mempertahankan Fungsi Ovarium.
Toufakis, V., Katuwal, S., Pukkala, E., & Tapanainen, J. S. (2021). Impact of parity on the incidence of ovarian cancer subtypes: a population-based case–control study. Acta Oncologica, 60(7), 850–855. https://doi.org/10.1080/0284186X.2021.1919754
Wolman, I. (2014). Berek and Novak’s Gynecology 15th Edition. The Journal of Obstetrics and Gynecology of India, 64(2), 150–151. https://doi.org/10.1007/s13224-014-0538-z
Yurkovetsky, Z., Skates, S., Lomakin, A., Nolen, B., Pulsipher, T., Modugno, F., Marks, J., Godwin, A., Gorelik, E., Jacobs, I., Menon, U., Lu, K., Badgwell, D., Bast, R. C., & Lokshin, A. E. (2010). Development of a multimarker assay for early detection of ovarian cancer. Journal of Clinical Oncology : Official Journal of the American Society of Clinical Oncology, 28(13), 2159–2166. https://doi.org/10.1200/JCO.2008.19.2484