HUBUNGAN PARITAS DENGAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN

Penulis

  • Hasnia Nur Laili D3 Keperewatan Universitas Airlangga
  • Lestari Sudaryanti D3 Keperewatan Universitas Airlangga
  • Ahmad Syah Jihan D3 Keperewatan Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v9i2.710

Abstrak

Selaput ketuban yang membatasi rongga amnion terdiri atas amnion dan korion yang erat ikatannya. Lapisan ini terdiri atas beberapa sel seperti sel epitel, sel mesenkim, damsel trofoblas yang terikat dalam matriks kolagen. Selaput ketuban berfungsi menghasilkan air ketuban dan melindungi janin terhadap infeksi. Dalam keadaan normal selaput ketuban pecah dalam proses persalinan. Ketuban pecah dini adalah keadan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan.

Desain penelitian ini adalah correlational dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 133 orang yang diambil dari 200 populasi ibu bersalin yang mengalamai ketuban pecah dini di RSIA Nyai Ageng Pinatih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan melalui lembar observasi kemudian dianalisa denga uji rank spearman dengan kemaknaan α = 0.05.

Hasil penelitian menunjukkan hubungan paritas dengan ketuban pecah dini. Dari hasil uji statistik rank spearman berdasarkan signifikasi 5% (α=0,05) didapatkan hasil nilai à<  α (0,025 < 0,05) yang berarti H0 ditolak H1 diterima ada hubungan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini usia kehamilan < 37 minggu dan ≥ 37 minggu pada ibu bersalin di RSIA Nyai Ageng Pinatih.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini usia kehamilan < 37 minggu dan ≥ 37 minggu pada ibu bersalin di RSIA Nyai Ageng Pinatih.

 

Kata kunci :Paritas, Ketuban Pecah Dini, Ibu Bersalin


DOI: 10.5281/zenodo.2629473

Referensi

Devi,Tria Eni Rafika dan Izzah Malihah. 2018. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Di RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi-Bogor. Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol.2 No. 1.

Feryanto, Achmad Fadlun. 2011. Buku Asuhan Kebidanan Patologis. Jakarta: Salemba Medika.

Hastuti, Heny, dkk. 2016. Analisis Faktor Risiko Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Umum Bahternas. Medula, Vol. 3 No. 2.

Jannah, Muliatul. 2018. Hubungan Antara Paritas dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil. JKAKJ, Volume 2 No. 1.

Lowing, Joshua G.A., dkk. 2016. Gambaran Ketuban Pecah Dini di RSUP Prof DR. R. D. Kandou Manado. Manado : Journal e-Clinic (eCl), Volume 3, Nomor 3.

Maria, Agatha dan Utin Siti Candra Sari. 2014. Hubungan Usia Kehamilan dan Paritas Ibu Bersalin Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini. Pontianak. Jurusan Kebidanan.

Pawiroharjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yaayasan Bina Pustaka.

Prawirohardjo, 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka

Rahayu, Budi, dkk. 2017. Studi Deskriptif Penyebab Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) pada Ibu Bersalin. Yogyakarta : Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia Vol. 5 No. 2.

Rohmawati, Nur dan Arulita I. F. 2018. Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran. Semarang : Higea Journal of Public Development.

Safari, Fifi R. N. 2013. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Umum H. Abdul Manan Simatupang Tahun 2016. Wahana Inovasi Volume 6 No. 2.

Saifuddin B, Rachimhadhi T, dan Winkjosastro HG. 2013. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT Bina Putaka

Soewarto, S. 2010. Ketuban pecah dini. Dalam: Ilmu Kebidanan. Edisi ke-4. Jakarta : Penerbit PT. Bina Pustaka.

Sualman K (2009). Penatalaksanaan Ketuban Pecah Dini Kehamilan Preterm. Pekanbaru : Universitas Riau.

Tjahjani, Ely. 2014. Gambaran Umur, Paritas, Pendidikan dan Pekerjaan Ibu Bersalin Terhadap Kejadian KPD.

Wiyadna, Angga dan I Gede N. Harry W. S. 2015. Gambaran Ketuban Pecah Dini di RSUP Sanglah Tahun 2013. E-JURNAL MEDIKA, Vol. 5 No. 10.

Unduhan

Diterbitkan

12-11-2018

Cara Mengutip

Laili, H. N., Sudaryanti, L., & Jihan, A. S. (2018). HUBUNGAN PARITAS DENGAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN. Journals of Ners Community, 9(2), 183–189. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v9i2.710