PREVALENSI THALASEMIA BETA MINOR DENGAN MENGGUNAKAN INDEKS MENTZER PADA PASIEN ANEMIA SUKU SABU DI RSUD SABU RAIJUA

Authors

  • Furi Ainun Khikmah Dokter Umum Puskesmas Seba, Sabu Raijua
  • Heri Sutrisno Prijopranoto Bagian Hematologi Onkologi Medik, Ilmu Penyakit Dalam, RSUD W Z Johannes Kupang

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i2.1917

Keywords:

Indeks Mentzer, Thalassemia beta minor

Abstract

Thalassemia adalah penyakit yang dapat diwariskan dari orang tua yang membawa mutasi gen globin. Data Riskesdas tahun 2018 Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki prevelensi talasemia yang tinggi dengan frekuensi gen beta berkisar 3-10%. Skrining thalassemia dapat dilakukan dengan pemeriksaan elektroforesis Hb sebagai baku emas. Akan tetapi biaya untuk pemeriksaan tersebut cukup mahal, sehingga skrining dapat dilakukan dengan menggunakan indeks eritrosit. Indeks Eritrosit yang sering digunakan salah satunya yaitu indeks Mentzer. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan teknik sampling incidental, sampel sebanyak 57. Sampel pada penelitian adalah subjek dengan anemia mikrositik hipokromik yang berkunjung ke Poli Rawat jalan RSUD Sabu Raijua yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Variable predictor pada penelitian ini adalah Indeks Menzter yaitu dengan cara menilai MCV/RDW, dengan outcome nilai indeks Mentzer <13 maka kemungkinan menderita thalassemia beta minor, dan jika nilai indeks Mentzer >13 maka kemungkinan anemia defisiensi besi. Dari 57 pasien anemia mikrositer terdapat  12 (21.05%) dengan indeks Mentzer < 13. Prevalensi tersangka Thalassemia beta minor pada populasi pasien anemia mikrositer  suku Sabu pada penelitian ini sebesar 21,05%.

References

Vehapog lu A, et all. Hematological Indices for Differential Diagnosis of Beta Thalassemia Trait and Iron Deficiency Anemia. 2014: 1-7

World health Oranization, the Global Prevalence of Anemia in 2019. diakses (27 feb 2022). Dari: https;//www.who.int/data/gho/data/indicators/indicator-details/GHO/anemia-in-non-pregnantwomen-prevalence

Debaun MR, Frei-Jones M, Vichinsky E. Thalassemia Syndromes. Nelson Text Pediatri 19th Ed Philadelphia Elsevier Sanders. Published Online 2011: 1674-1677.

Idrus, A, dkk. Thalasemia. Buku Ajar Ilmu penyakit dalam, 4th ed. Vol 2. Jakarta: Interna Publisher. 2015

Alam SLS, Purnamasari R, Bahar E, Rahadiyanto KY. Mentzer 21. Index as a Screening tool For Iron Deficiency Anemia in 612 Year-Old Children. Paediatry Indonesia 2014;54:294-8.

Ganie RA. Thalassemia: Permasalahan dan Penanganannya. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara. Medan: Universitas Sumatera Utara. 2005. (2 – 3)

Kemenkes RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran : Tata Laksana Talasemia. Jakarta. Kemenkes RI. 2018

Mulyani dan Fahrudin, A. Reaksi Psikososial Terhadap Penyakit Dikalangan Anak Penderita Thalasemia Mayor di kota Bandung. 2011. Iinformasi 16(3): 157-175

Alam SLS, Purnamasari R, Bahar E, Rahadiyanto KY. Mentzer 21. Index as a screening tool for iron deficiency anemia in 612year-old children. Paediatr Indones 2014;54:294-8.

Ehsani MA, Shahgholi E, Rahiminejad MS, Seighali F, Rashidi A. “A new index for discrimination between iron deficiency anemia and beta-thalassemia minor: results in 284 patients,†Pakistan Journal of Biological Sciences. 2009;12(5):473–5.

Rujito, L. 2019. Thalassemia: Genetik dasar dan Pengelolaan terkini. Purwokerto: Unsoed Press

KEMKES. Hari Tahlassemia Sedunia Putuskan Mata Rantai Thalasemia Mayor. 2019. Diakses (5 Maret 2022) dari h6p://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatanp2ptm/pusat-/hari-talasemia-sedunia-2019-putuskan-mata-rantai-talasemia-mayor.

Rejeki, D.S.S., Nurhayati, N., Suproyanto, dan Kartikasari, E. Studi Epidemiologi Deskriptif Talasemia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2012. (3): (139-144)

Tejasari, R.K. Reniarti, L., dan Effendi, S.H. Faktor Resiko Hiperkoagulasi Pada Thalassemia Anak. Sari Pediatri. 2015. 16 (6).

Kristiana, R. H., Widyastiti, N. S., Setiawan, E. K. Uji Sensitivitas dan Spesifitas Mentzer Index, Red Distribution Width Index dan Green And King Index Terhadap Diagnosis Talasemia Beta Minor dan Anemia Defisienfi Besi. Jurnal Kedokteran Diponegoro. 2018. (7): (787-800)

Isworo, Atyanti., Dwi S., dan Agis T. Kadar Hemoglobin, Status Gizi, Pola Konsumsi Makanan dan Kualitas Hidup Pasien Thalassemia. 2012. Jurnal Keperawatan Soedirman. (7): 183-189.

Safitri, R., Ernawaty, J., Karim, D. Hubungan Kepatuhan Transfusi dan Konsumsi Kelasi Besi Terhadap pertumbuhan Anak dengan Thalasemia. 2015. JOM 2(2): 1474-1483

Sahiratmadja, E., Seu. M. M. V., Nainggolan, I. M., Mose, J.C., Panigoro, R. Challenges in Thalassemia Carrier Detection in a Low Resource Setting Area of Eastern Indonesia: the Use of Erythrocyte Indices. 2021. Mediterranen Journal of Hematology and Infection Dissease. 13 (1)

Trent, R. J. A. Diagnosis of the Haemoglobinopathies. Clin Biochem Rev Vol 27 February 2006:27-38. Available from

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC 1390791/pdf/cbr27_1p027.pdf

Wulandari, R. D. Kelainana Pada Sintesis hemoglobin: Thalassemia dan epidemiologi Thalassemia. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusum. 5 (2): 33-43. Diakses dari : https://journal.uwks.ac.id/index.php/jikw/article/ viewFile/340/310

Prevalence of beta-thalassemia trait in Premartial Screening in Al-Hassa, Saudi Arabia. Doi: 10.5144/0256-4947.2006.14.

Published

2022-09-08

How to Cite

Khikmah, F. A., & Prijopranoto, H. S. . (2022). PREVALENSI THALASEMIA BETA MINOR DENGAN MENGGUNAKAN INDEKS MENTZER PADA PASIEN ANEMIA SUKU SABU DI RSUD SABU RAIJUA. Journals of Ners Community, 13(2), 301–306. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i2.1917

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.