UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK BUAH ASAM (TAMARINDUS INDICA L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v12i1.1369Kata Kunci:
Asam (Tamarindus indica L), Uji Aktivitas Antibakteri, Staphyococcus aureusAbstrak
Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit piogenik yaitu infeksi yang ditandai dengan terjadinya peradangan lokal. Pengobatan alternatif untuk peradangan dapat menggunakan senyawa aktif pada tumbuhan salah satunya adalah buah asam (Tamarindus indica L). Buah asam mengandung senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak buah asam (Tamarindus indica L) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphyococcus aureus.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium dengan metode uji daya hambat yang digunakan adalah difusi cakram pada media Muller Hinton. Ekstrak buah asam (Tamarindus indica L.) yang diujikan pada bakteri Staphyococcus aureus dibuat variasi konsentrasi 40%, 60%, 80% dan 100%.
Hasil penelitian ekstrak buah asam pada konsentrasi 60% ekstrak buah asam mulai menghambat pertumbuhan bakteri Staphyococcus aureus dengan rata-rata zona hambat 18,5 mm, dan pada konsentrasi 100% ekstrak buah asam (Tamarindus indica L) merupakan konsentrasi paling optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphyococcus aureus dengan rata-rata zona hambat 27,3 mm. Hasil uji statistik mendukung hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu nilai signifikan sebesar 0,000 kurang dari 0,05.
Terdapat pengaruh ekstrak buah asam terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus Ekstrak buah asam memiliki kandungan senyawa aktif salah satunya tannin dengan mekanisme menyerang polipeptida pada dinding sel bakteri yang dapat menyebabkan sel bakteri lisis karena tekanan osmotik sehingga sel bakteri akan mati.
Referensi
Adriani & Lasti Y.M. (2014) Identifikasi Keberadaan Staphylococcus sp pada Santan Kelapa Kemasan yang di Perdagangkan Di Kota Makassar. 2(1):31-34
Afifurrahman. (2014). Pola Kepekaan Bakteri Stapyhlococcus aureus terhadap Antibiotik Vancomycin di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. MKS. Vol.26, No.4, hal:266-270.
Ajizah, A. (2004) Sensitivitas Salmonella typhimurium terhadap Ekstrak Daun Psidium Guajava L.Bioscientia. 1(1):31-38. ISSN:2598: 0580.
Astuti, W & Prasetyagiarti, A. (2016) Konsentrasi Efektif Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia linn) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus.3(4).
Ayu, N. D., Recita I., Sandy C. (2014) Efektivitas Ekstrak Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale L) terhadap pertumbuhan Aggregatibacteractinomycetemcomitans pada Gingivitis – In Vitro. Odonto Dental Journal I. 1(1):44-48.
Ekawati, E.R, Husnul, N.S, Herawati, D. (2018). Identifikasi Kuman Pada Pus dari Luka Infeksi Kulit. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo. 2:31-35. ISSN:2549-2586.
Faradiba, A. Gunadi, A. Prahari, D. (2016). Daya Antibakteri Infusa Daun Asam Jawa (Tamarindus indica Liin) terhadap Streptococcus mutans. e-Jurnal Pustaka Kesehatan. 4:55-60. ISSN:2355-1785.
Kuswandi, dkk. (2010). Daya Antibakteri Minyak Atsiri Cengkeh (Syzygium aromaticum L.)Terhadap Bakteri Yang Resisten Antibiotika, Pharmacon, Vol. 2 No. 2: 51-56. ISSN:2302-2493.
Melati, D. (2017). Daya Antibakteri Ekstrak Buah Asam Jawa (Tamarindus Indica L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Porphyromonas gingivalis Secara In Vitro. Jurusan Program Studi Pendidikan Dokter Gigi.Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiah Yogyakarta.Yogyakarta.
Multazami, T. (2013). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Staphylococcus aureus Atcc 6538 Dan Escherichia coli Atcc 11229.Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakatra.
Mun’im, A. Hanani, E. Rahmadiah. (2009). Karakterisasi Ekstrak Etanolik Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.). Majalah Ilmu Kefarmasian. 6(1):38-44. ISSN : 1693-9883.
Poelongan, M. Praptiwi (2010) Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis (Gardnia mangostana Linn).Media Litbang Kesehatan. 20(2):65-69. ISSN:2338-3445.
Pratiwi, E.W., Praharani, D., Da’at Arina, Y.M. (2015) Daya Hambat Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Adhesi Bakteri Porphyromonas gingivalis pada Neutrofil .e-Jurnal Pustaka Kesehatan. 3(2):193-198. ISSN:2355-1785.
Sari, F.P. & S. M. Sari. (2011). Ekstraksi Zat Aktif Antimikroba dari Tanaman Yodium (Jatropha multifida Linn) sebagai Bahan Baku Alternatif Antibiotik Alami. Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Semarang.
Utomo, dkk. (2018). Uji aktivitas antibakteri senyawa C-4 Metoksifenilkaliks resorsinarena Termodifikasi Hexadecyltrimethylammonium-Bromide terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia. Vol.30, No.3, hal: 201-209.
Wardhani, A.K. (2012).Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Residu Ekstrak Etanolik Daun Arbenan (Duchesnea indica (Andr.) Focke.) terhadapStaphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa Multiresisten Antibiotik Beserta Profil Kromatografi Lapis Tipis. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
Wibowo, S. (2012). Daya Hambat Biji Buah Mahoni (Swietenia mahagoni) terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi. Unimus Press, Semarang.
Winarti W., Kusrini, D., Fachriyah E. (2009). Isolasi, Identifikasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Akar Sidaguri (Sida rhombifolia Linn). JKSA. 12(2):52-56. ISSN:2597-9914.

