PENGETAHUAN SIKAP LANSIA TENTANG POSYANDU LANSIA DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN KE POSYANDU LANSIA

Mono Pratiko Gustomi, Eka Hadi Siswoyo

Sari


ABSTRAK

 

Jumlah penduduk lansia di Indonesia telah meningkat dan kesehatan lansia masih rendah, pemerintah mengadakan program khusus yaitu Posyandu Lansia atau pos pelayanan terpadu untuk orang tua di daerah tertentu yang telah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat di mana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun, frekuensi kunjungan ke Posyandu lansia setiap tahun masih mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan frekuensi kunjungan ke Posyandu lansia di desa Sememi jaya.

Metode penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Variabel bebas penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dan sikap sedangkan variabel terikat adalah frekuensi kunjungan ke Posyandu lansia. Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan kunjungan observasi. Teknik analisis data dengan menggunakan Spearman Rho. Analisis data menunjukkan bahwa dari variabel tingkat pengetahuan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan frekuensi kunjungan ke Posyandu lansia.

Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas yang lebih besar dari tingkat signifikan pengetahuan (0,303> 0,05) berarti Ho diterima. Sedangkan dari variabel sikap menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara sikap dengan frekuensi kunjungan ke Posyandu lansia. Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas yang lebih kecil dari tingkat signifikansi sikap (0,263> 0,05), yang berarti Ho diterima.

Orang tua membutuhkan pengetahuan yang baik, karena dengan pengetahuan yang tinggi dan sikap positif maka orang tua akan lebih mudah menerima informasi sehingga frekuensi kunjungan ke Posyandu lansia akan meningkat.

 

Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Frekuensi Kunjungan Lansia, Posyandu Lansia.

 

 

ABSTRACT

 

The number of elderly population in Indonesia has increased and the health of the elderly is still low, the government held a special program that is holding elderly Posyandu is an integrated service post for elderly people in a particular area that has been agreed, which is driven by the community where they can get health services. However, the frequency of visits to the elderly Posyandu elderly has decreased each year. The purpose of this research was to know the relation of between knowledge and attitude with the frequency of visits to elderly Posyandu in sememi jaya vilage.

The method of this research was Cross Sectional. Research Variable composed by the free variable is level storey of knowledge and attitude of while variable tied by is the frequency of visits to elderly Posyandu. Sample used by counted 40 respondents. Data collecting use the questioners and observation visits. Technique analyzes the data by using Spearman Rho. From data analysis obtained by that from variable mount the knowledge indicate that there no relation between level storey of knowledge and the frequency of visits to elderly Posyandu.

This matter is visible from value probability of larger ones from level of significant from knowledge level storey (0.303>0.05) meaning Ho accepted. While from attitude variable indicate that there no relation between attitudes by the frequency of visits to elderly Posyandu. This matter is visible from probability value which is smaller than level of significant from attitude (0.263>0.05), meaning Ho accepted.

The elderly require a good knowledge, because with high knowledge and positive attitude then the elderly will be more receptive to information so that the frequency of visits to the elderly Posyandu elderly will increase.

 

Keywords: Knowledge, Attitude, The Frequency Of Visit To Elderly Posyandu.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Azwar, S. (2003). Sikap Manusia. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Bandiyah, Siti. (2009). Lanjut Usia Dan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta : Nuha Medika.

Chamsyah. B. (2004). Pertumbuhan Lansia Di Abad 21 Sangat Cepat. http//www.sinar harapan.co.id. Akses tanggal 02 Juni 2011 Jam 15.00 WIB.

Czeresna.H.S, dkk. (2000). Pedoman Pengelolaan Kesehatan Pasien Geriatri Untuk Dokter Dan Perawat. Jakarta : FKUI.

Departemen Kesehatan RI. (2003). Pedoman Puskesmas Santun Usia Lanjut Bagi Petugas Kesehatan. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

D.Gunarsa Singgih. (2004). Dari Anak Sampai Usia Lanjut. Cetakan I. Jakarta : BPK Gunung Mulia.

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. (2005). Depresi. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.

FKUI. (2000). Pedoman Pengelolaan Kesehatan Pasien Geriatri. Edisi 1. Jakarta : Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI.

Fallen, R & R. Budi Dwi K. (2010). Catatan Kuliah Keperawatan Komunitas. Yogyakarta : Nuha Medika.

Ismawati Cahyo S., dkk. (2010). Posyandu Dan Desa Siaga Panduan Untuk Bidan & Kader. Yogyakarta : Nuha Medika.

Notoatmojo S. (2003). Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Nugroho Wahyudi. (2000). Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta : EGC.

Nursalam. (2003). Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Pedoman Skripsi, Tesis Dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Partini Siti. (2004). DIY : Propinsi Lansia. http//www.yogya.com. Akses tanggal 02 Juni 2011 Jam 15.30 WIB.

Sri Surini, Utomo Budi. (2003). Fisioterapi Pada Lansia. Jakarta : EGC.

Sunaryo. (2004). Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta : EGC.

Zainuddin. (2002). Memahami Kepribadian Lansia. http://www.e-Psikologi.com. Akses tanggal 02 Juni 2011 Jam 16.00 WIB.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.