FAKTOR KESEPIAN, KEMISKINAN, DAN KEHILANGAN PASANGAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v5i1.74Abstract
ABSTRAKOrang dewasa yang lebih tua berusia 55-70 tahun adalah tahap akhir dari siklus
kehidupan manusia, seringkali dalam warna dengan kondisi hidup yang tidak sesuai
dengan harapan. Banyak faktor yang menyebabkan orang tua memiliki gangguan mental
seperti depresi meliputi kesepian, kemiskinan, dan kehilangan pasangan (kematian).
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan depresi
pada lansia.
Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan rancangan cross sectional.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah orang tua dengan depresi di desa
Domas di jalan dari Petal sebanyak 45 lansia. Sampel diambil dengan menggunakan
purposive sampling dari 40 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner
dan uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rho (à<0,05).
Hasil ini menunjukkan faktor kesepian terkait dengan korelasi depresi pada orang
dewasa yang lebih tua dengan sedang (à= 0,000 r = 0,533), faktor yang terkait dengan
tingkat kemiskinan depresi pada orang dewasa yang lebih tua dengan korelasi yang kuat (ÃÂÂÂÂÂ
= 0,000 r = 0,712), dan faktor terkait dengan kehilangan pasangan dengan tingkat depresi
pada orang dewasa yang lebih tua dengan korelasi yang (à= 0,006 r = 0,425).
Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa faktor-faktor kesepian,
kemiskinan, dan kehilangan pasangan (kematian) memiliki korelasi dengan tingkat depresi
pada orang tua. Faktor kemiskinan memiliki hubungan yang dominan dengan korelasi yang
kuat.
Kata kunci: Kesepian, Kemiskinan, Kehilangan pasangan, Tingkat depresi pada lansia
ABSTRACT
Older adults aged 55-70 years is the final stage of the cycle of human life, often in
color with living conditions that are not in line with expectations. Many factors led to an
elderly person have a mental disorder such as depression include loneliness, poverty, and
loss of spouse (death). The aim of the study was to identify factors associated with
depression in the elderly.
This study uses correlation study with cross sectional design. Population used in
this study was elderly with depression in the village of Domas on the street of Petal as
many as 45 elderly. Samples are taken using a purposive sampling of 40 respondents. Data
was collected using questionnaires and statistical tests using spearman rho correlation test
(à<0.05).
These results indicate loneliness factor associated with the correlation of
depression in older adults with moderate (à= 0.000 r = 0.533), factors associated with
poverty rates of depression in older adults with a strong correlation (à= 0.000 r = 0.712),
and factors related to loss of spouse with rates of depression in older adults with the
correlation being (à= 0.006 r = 0.425). The conclusion of this study stated that the factors of loneliness, poverty, and loss
of spouse (death) have correlation with levels of depression in the elderly. The poverty
factors have a dominant relationship with the strong correlation.
Keyword: Loneliness, Poverty, Loss of spouse, Level of depression in elderly
References
Agus. 2008. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Depresi, www.unairlibarary.com.
Diakses 24 Oktober 2011 jam 11.05
Alimul, Aziz 2003. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba
Medika.
Anonim. 2009. Depresi, www.e-psikologi.com diakses 12 November 2011 jam 14.30
Arikunto S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Edisi V. Jakarta : Rineka
Cipta.
Aryani, Atik. 2008. Faktor faktorYang ber hubungan dengan depresi pada lansia di Desa
Mandong Trucuk Klaten. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Muhamadiyah Surakarta.
Badan Pusat Statistik. Statistik Indonesia Berbagai Tahun Terbitan. Indonesia.
BKKBN. 1998. Materi Penyuluhan Bina Keluarga Lansia (BKL). Jakarta : BKKBN.
Criswardani Suryawati, 2005. Memahami Kemiskinan Secara Multidimensional.
http://www.jmpk-online.net/Volume_8/Vol_08_No.03_2005.pdf. Diakses tanggal
November 2011
Brehm, S. Et al. 2002. Intimate Relationship. New York. Mc. Graw Hill.
Bruno, F. J. 2002. Conguer Loneliness, Menaklukkan Kesepian. Jakarta: PT. Gramedia
Pustaka Utama.
Depkes RI Direktorat Jend Yan Med. 2000. Pedoman dan juknis Home Visit.
FKUI. 2000. Pedoman Pengelolaan Kesehatan Pasien Geriatri. Edisi 1. Jakarta : Bagian
Ilmu Penyakit Dalam FKUI.
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2005. Depresi. Jakarta : Balai penerbit FKUI.
Hawari, Dadang. 2006. Manajemen Stress Cemas dan Depresi. Jakarta: Fakultas
Heriawan. 2000. Pedoman Pengeluaran Geriatri Dokter dan Perawatan. Edisi I. Jakarta:
FKUI.
Hidayat. 2006. Kesepian ditinggal pasangan, www.e-psikologi.com diakses 11 November
jam 14.27
Hurlock, Elisabeth. 1999. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang
Kehidupan. Jakarta : Erlangga
Ichwan Muis. Definisi, Penyebab & Indikator Kemiskinan. http://Ichwanmuis.com.
Diakses 25 Oktober 2011 jam 20.17
Iyus Yosep. 2010. Keperawatan Jiwa. Edisi : 3. Bandung : PT Refika aditama.
Priyatno Duwi. 2010. Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS. Cetakan Pertama.
Yogyakarta : Penerbit MediaKom.
Maramis. 1998. Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya : Airlangga University Press.
Mickey,Stanley. 2007. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta : EGC.
Mowbray. 1998. Catatan Kuliah Psikiatri. Jakarta : EGC.
Mubarak, W.I. 2006. Ilmu Keperawatan Komunitas 2. Jakarta : Sagung Seto
Muslim, Rusdi. 2001. Buku saku diagnosa gangguan jiwa rujukan ringkasan dari PPDGJ
III. Jakarta: Erlangga.
Notoatmodjo, S. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Nugroho, Wahyudi. 2000. Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta : EGC.
Nugroho, Wahyudi. 2008. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Edisi 3. Jakarta : EGC.
Journals of Ners Community Vol 5 No 1 Juni 2014
Nursalam dan Siti Pariani. 2001. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan.
Jakarta : Sagung Seto
Nursalam. 2002. Manajemen Keperawatan : Aplikasi dalam Praktik Keperawatan
Profesional. Jakarta : Salemba Medika.
Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.
Jakarta: Salemba Medika.
Potter, Patricia A. & Perry, Anne Griffin .2005. Fundamental Keperawatan, Jakarta: EGC.
Prawita Sari, J. E. 1999. Aspek Sosio-Psikologi Lansia Di Indonesia. Buletin Psikologi, no
, 27 – 34
Probosuseno. 2007. Mengatasi Isolation pada Lanjut Usia. http//www.medicalzone.org.
diakses tgl 30 Oktober 2011
Rasidin K., Sitepu & Bonar, M. Sinaga. 2004. Dampak Investasi Sumber Daya Manusia
Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kemiskinan Di Indonesia: Pendekatan
Model Computable General Equilibrium http://ejournal. unud.ac.id/? module=
detailpenelitianDiakses tanggal 29 Oktober 2011
Santrock, J.W. 2003. Life-Span Development, Perkembangan Masa Hidup Jilid II. Edisi
ke-5. Jakarta: Erlangga.
Setyono, K. 1998. Pedoman Rehabilitasi Pasien Mental di Indonesia. Jakarta: Direktorat
Kesehatan Jiwa Depkes RI.
Somantri Ating, Sambas Ali. 2006. Aplikasi Statistika Dalam Penelitian. Bandung : CV
Pustaka Setia.
Stuart & Sundeen. 2000. Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC.
Sudiana Ketut, dkk. 2009. Analisis Faktor Tentang Kesedian Lansia Tinggal Di Panti
Werdha. Jurnal Ners. Vol. 4 no. 1
Universita Gresik. 2011. Pedoman Penyusunan Proposal dan Skripsi. Gresik: tidak
dipublikasikan
Todaro, Michael P. 2003. Pembangunan Ekonomi di Dunia. Edisi Ketiga. Penerjemah:
Haris Munandar. Erlangga: Jakarta.
Wahid I dkk. 2006. Ilmu Keperawatan Komunitas 2 . Jakarta : CV Sagung seto.
Watson, Roger. 2003. Perawatan pada Lansia. Jakarta: EGC
Weiten, W & Lloyd, M. 2006. Psychologi Applied To Modern Life : Adjustment In The
st Century. Eighth Edition. Canada : Thomson Wadsworth
Widyarini, Nilam. 2004. Bila Pasangan Anda Pergi untuk Selamanya, www.kompas.co.id.
Diakses 12 November 2011 jam 14.22
Yusuf Ahmad, dkk. 2008. Terapi Kognitif Menurunkan Tingkat Depresi Lansia. Jurnal
Ners. Vol. 3 no. 2