REBUSAN JAMBU BIJI PUTIH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA PASIEN DM TIPE 2
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v4i2.61Abstract
ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan
atau tingkat glukosa darah tidak dapat dikontrol. Air rebusan jambu biji putih adalah salah
satu buah yang mengandung pektin yang dapat menunda evakuasi lambung sehingga
membantu dalam proses pengendalian kadar gula darah. Kita bisa bertemu banyak jambu
biji putih di Indonesia tetapi banyak orang tidak menggunakannya untuk obat. Air rebusan
jambu biji putih memiliki pengaruh dalam mengendalikan kadar gula darah pada pasien
DM tipe 2 di RSI Darus Syifa Surabaya perlu dijelaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menjelaskan pengaruh rebusan jambu biji putih terhadap kadar gula darah.
Penelitian ini metode yang digunakan yaitu kuasi eksperimental. Sampel diambil
berdasarkan kriteria inklusi dengan total sampling yang berjumlah 16 responden dengan
menggunakan kuesioner. Variable independen pada penelitian ini adalah air rebusan jambu
biji putih dan variabel dependen adalah penurunan kadar gula darah. Penelitian ini diuji
menggunakan T-test dan independent T-test dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0.05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula darah dengan
rata-rata 50.33g/ kg BB. Hasil uji statistik dengan menggunakan Independent T-test
didapatkan à= 0,02 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh rebusan jambu biji putih
terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2.
Jambu biji putih mengandung pektin yang membuat gel di dalam lambung dan gel
di saluran pencernaan, sehingga gel akan menunda evakuasi gaster yang menunda waktu
untuk penyerapan glukosa dalam usus halus. Peningkatan glukosa dalam darah secara
perlahan dapat meningkatkan reseptor insulin sehingga meningkatkan immobilisasi GLUT-
4 untuk membran sel dan membuat glukosa masuk melalui sel membran dengan mudah
sehingga kadar glukosa dalam darah menurun. Perlu penelitian lain dengan responden yang
lebih besar dan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi regulasi
glukosa darah tingkat.
Kata kunci: Psidium guajava putih, mengontrol kadar glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe
2 pasien.
ABSTRACT
Diabetes mellitus is a disease that is not curable or blood glucose levels can not be
controlled. Water boiled white guava is one of the fruits that contain pectin which can
delay the evacuation of the stomach so that helps in the process of controlling blood sugar
levels. We can see a lot of white guava in Indonesia, but many people do not use it for
medicine. Water boiled white guava have an effect in controlling blood sugar levels in
patients with type 2 diabetes mellitus in RSI Darul Shifa Surabaya need to be explained.
The purpose of this study was to describe the influence of decoction of guava white on
blood sugar levels.
This research method used is quasi-experimental. Samples were taken based on the
inclusion criteria with a total sampling of the 16 respondents to the questionnaire.
Independent variable in this study is the water decoction of guava white and the dependent variable is a decrease in blood sugar levels. This study tested using t-test and independent
t-test with significance level α ≤ 0:05.
The results showed that there is a decrease in blood sugar levels by an average of
50.33g / kg. The results of statistical tests using Independent T-test is obtained à= 0.02
which indicates that there are significant decoction of guava white to decrease blood sugar
levels in patients with type 2 diabetes mellitus.
White guava contains pectin which makes the gel in the gel in the stomach and
digestive tract, so that the gel will delay gastric evacuation time delay glucose absorption
in the small intestine. Increased glucose in the blood can slowly increase the insulin
receptor thereby increasing the immobilization of GLUT-4 to cell membranes and makes
glucose enter through the cell membrane easily so that the levels of glucose in the blood
decreases. Keep in other studies with larger respondents and to consider the factors that
may affect the regulation of blood glucose levels.
Keywords: white psidium guajava, control blood glucose’s level, Diabetes Mellitus type 2
patient.
References
Alimul, Azis A, (2003). Riset keperawatan dan teknik penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba
medika.
Arikunto, (2008). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: EGC.
Ariyanti, Wulan (2007). Hindari Diabetes Dengan ubah Gaya Hidup.
http//www.herbalupdate diabetesmelitus/hindari-diabetes-dengan-ubah-gaya-hidup/.
Tanggal akses 2-06-11 jam 19.32 WIB.
Astawan, Made (2006). Vitamin C Terbaik Dari Jambu Biji. http//www.anekaplanta.
wordpres.com/2008/01/08/vitamin-c-terbaik-dari-jambu-biji/. Tanggal akses 2-06-11
jam 19.32 WIB.
Beccary,(2008).Jambu Biji. http//www.kampungherbal. wordpres.com /2008/08/25/jambubiji/.
Tanggal akses 2-06-11 jam 19.32 WIB.
Bruner dan Suddart (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC, hal
-1233
Budiman, Arip (2008). Jambu Biji dapat Membantu Menyembuhkan DiabetesMellitus.
http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=31865. Tanggal akses 2-06-11 jam
30 WIB.
Dinda (2005). Diabetes Mellitus Tipe 2. http://medicafarma.com/2008/04/diabetesmellitus-
tipe-2.html. Tanggal akses 2-06-11 jam 18.45 WIB.
Dweck, Anthony C (2001). Are View Of Guava (Psidium Guajava).
http://www.dweckdata.com/Research files/psidium guajava.pdf. Tanggal akses 6-06-
jam 18.30 WIB.
Gunawan, Gun Gun (2008). Serat Pangan. http://id.wikipedia.org/wiki/jambu batu.
Tanggal akses 2-06-11 jam 19.00 WIB.
Guyton (1997). Fisiologi Kedokteran, Ed. 9. Jakarta: Buku Kedokteran EGC, hal: 1221-
Harmanto (2008). Manfaat dan Khasiat Jambu Biji. http://
harmanto.dagdigdug.com/archives/9. Tanggal akses 2-06-11 jam 19.15 WIB.
Hartono, A (1996). Tanya Jawab Diet Penyakit Glukosa. Jakarta: Arcan, hal 19
Kurniati, Dwi (2007). Pengaruh air rebusan jambu biji putih (Psidium Guajava L)
Terhadap Glukosa Darah Tikus Putih Deabetes. http;//one.indoskripsi.com/judulskripsi-
lainnya/pengaruh-rebusan-jambu-biji-psidium-guajava-1-terhadap-glukosadarah-
tikus-putih-diabetes. Tanggal akses 02-06-11 jam 19.00 WIB.
Mansjoer, dkk (2002). Kapita Selekta Kedokteran, Ed. 3 Jilid 1. Jakarta FKUI, hal; 580-
Jakarta : Salemba Medika.
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam Jilid 1. Jakarta: Balai Penerbit FKUI,hal 571-693.
Price, Sylvia Anderson (2005). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi
Jakarta: EGC, hal 1259-1270.
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Gresik (2011).
Pedoman Penyusunan Proposal dan Skripsi.
Sari, Verlita V (2008). Diabetes Melitus. http//www.vibizlife/Diabetes-melitus/9 Tanggal
akses 2-06-11 jam 20.00 WIB.
Soegondo,dkk (2004). Penatalaksanaan Diabetes Melitus. Jakarta: FKUI, hal 1852-1867.
Sutrisna (2005). Uji Efek Penurunan Kadar Glukosa Darah Ekstrak Buah Jambu Biji
(Psidium Guajava L) Pada Kelinci. http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi/skripsilainnya/
uji’efek-penurunan-kadar-glukosa-darah-ekstrakbuah-jambu-biji-padakelinci.
Tanggal akses 6-06-11 jam 19.00 WIB.
Tandra, Hans (2008). Segala Sesuatu Yang Harus Diketahui Tentang Diabetes.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Tjokroprawiro, Askandar dkk, (2007). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Surabaya:
Airlangga University Press, hal 29-76.
Utami, Prapti (2003). Tanaman Obat Untuk Mengatasi Diabetes Mellitus. Jakarta:
Agromedia Pustaka.
Wikipedia (2008). Serat Pangan. http://id.wikipedia.org/wiki/serat pangan. Tanggal akses
-06-11 jam 20.30 WIB.