MASKER MADU BERPENGARUH PADA PENYEMBUHAN ACNE VULGARIS (Honey Mask Influence On Healing Acne Vulgaris)
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v8i2.432Abstract
ABSTRAK
Jerawat atau yang biasanya disebut dengan acne vulgaris adalah pembentukan komedo, papul, pustul, nodul dan/atau kista yang merupakan akibat dari sumbatan dan peradangan unit pilosebasea (folikel rambut dan kelenjar sebasea yang menyertainya). Pada dasarnya jerawat bisa disembuhkan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi (pemberian masker madu). Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh pemberian masker madu terhadap penyembuhan acne.
Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post-test design, dengan total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita acne vulgaris di PSIK Universitas Gresik sebanyak 28 orang. Sampel yang diambil sebanyak 28 responden tanpa pemakaian obat/krem jerawat dengan rentang usia 18-21 tahun.  Tempat penelitian di rumah/ kos masing- masing mahasiswa PSIK Universitas Gresik. Waktu penelitian pada bulan Februari 2017. Variabel independennya adalah pemberian  masker  madu dan variabel dependennya adalah acne vulgaris. Data penelitian ini diambil dengan melakukan observasi menurut tingkat keparahan jerawat.
Hasil uji statistik Paired Sample Test didapatkan hasil pemberian masker madu (αhitung) = 000 yang artinya pemberian masker madu memiliki pengaruh terhadap penyembuhan jerawat pada mahasiswa PSIK Universitas Gresik.
Acne vulgaris dapat diobati dengan terapi non farmakologi masker madu sebagai terapi penunjang atau alternatif untuk penyembuhan acne.
ÂÂÂÂ
Kata Kunci : Acne vulgaris, masker madu
ABSTRACTAcne or commonly referred to as acne vulgaris is the formation of blackheads, papules, pustules, nodules and cysts that are the result of blockage and inflammation of the pilosebaceous unit (hair follicles and accompanying sebaceous glands). Basically, acne can be cured with pharmacological and nonpharmacological therapy (honey mask). The purpose of this study is to analyze the effect of honey mask on healing acne.The design of this study used one-group pre-post-test design, with total sampling. Population in this research is all patient of acne vulgaris at PSIK Universitas Gresik counted 28 people. Samples taken as many as 28 respondents without the use of drugs / cream acne with age range 18-21 years. Place of study at home / boarding each student of PSIK Universitas Gresik. Time of study in February 2017. The independent variable is the provision of honey mask and the dependent variable is acne vulgaris. The data of this study were taken by observation according to acne severity.Result of statistical test of Paired Sample Test got resulted of giving mask honey value α = 000 which mean giving mask honey had influenced to acne vulgaris healing at PSIK students Gresik University.Acne vulgaris can be treated with non-pharmacological treatment of honey mask as a supportive or alternative therapy for acne cure.ÂÂÂÂKeywords: Acne vulgaris, honey mask
DOI : 10.5281/zenodo.1401046
References
Fulton J Jr. (2010). Acne vulgaris in Medscape Journal ; [cited: 2015 Oct 10]
Available from : http://dermatology.cdlib.org/93/com. Akses tanggal 04 Januari 2015 jam 08.00.
Haryadi, E. (2012). Waspadai Efek Samping Menggunakan Antibiotik. http://www.deherba.com/perhatikan-efek-samping-menggunakan-anti- biotik.html. Akses tanggal 20 November 2016 jam 08.00.
Ihsan, Abdul Azis. (2013). Terapi Madu Hidup Sehat Ala Rasul. Jogjakarta : Javalitera.
Iqfadhilah. (2015). Jerawat & Penyakit Kulit. http://www.cantiknyakulitsehat. Com/beauty/cara-memakai-masker-wajah-yang-benar/wwww.bukusehat. com, akses tanggal 04 Desember 2015 jam 08.00.
Movita, T., (2013). Acne Vulgaris, Continuing Medical Education, 40(4): 269-272.
Mumpuni, Y. dan Wulandari, A. (2010). CaraJitu Mengatasi Jerawat. Andi Yogyakarta.
Muhammad M, Maryln K, Pieter S. (2012). Profil Akne Vulgaris di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 20092011 [Skripsi]. Manado: Bagian Kulit dan Kelamin. Fakultas Kedokteran. Universitas Sam Ratulangi.
Nurmalina, Rina. (2011). Jurus Ampuh Menaklukkan Jerawat. Jakarta : Gramedia.
Ratnayani, K., N.M.A. D. Adhi S., dan I G.A.M.A.S. Gitadewi. (2008). Penentuan Kadar Glukosa dan Fruktosa Madu Randu dan Madu Kelengkeng 35 dengan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Jurnal Kimia 2 (2) : 77-86.
Sabry, E.Y. (2009). A Three-Stage Strategy in Treating Acne Vulgaris in Patients with Atopic Dermatitis- A Pilot Study, Journal of Pakistan Association of Dermatologists, 19: 95-105.
Santoso, Budi. (2012). Buku Pintar Perawatan Kulit. Yogyakarta : Buku Biru.
Sugiyono. (2008). Populasi & Sampel. http://repository.upi.edu/6361/D3_PER 1009100_Chapter3.pdf, akses tanggal 13 Maret 2016 jam 17.06.
Sutono, Toni & Marissa. (2014). Atasi Jerawat. Jakarta : Buku Kompas.
Tjekyan, R.M.S. (2008). Kejadian dan Faktor Resiko Akne Vulgaris, Media Medika Indonesia,43(1): 37-43.
Truter, I. (2009). Evidence-based Pharmacy Practice (EBPP): Acne vulgaris, SA Pharmaceutical Journal.
Vallianoul, N.G., Gounaril, P., Skourtis, A., Penagos, J., and Kazazis, C. (2014). Honey and its AntiInflammatory, Anti-Bacterial and Anti-Oxidant Properties, General Medicine: Open accessISSN: 2327-5146 GMO, 2(2): 1-5.
Wilkinson, Judith M. (2006). Buku Saku Diagnosis Keperawatan, edisi 7. EGC : Jakarta.
Wu, Q. (2011).Antimicrobial Effect of Manuka Honey and Kanuka Honey Alone and in Combination with the Bioactives Against the Growth of Propionibacterium acnes ATCC 6919, Thesis, Master of Food Technology Massey University Albany, New Zealand.
Ya’qub, Halah Musthafa. (2013). Rahasia Merawat Kecantikan & Kesehatan Kulit Dengan Madu. Solo : Zamzam.
Yuindartanto, A. (2009). Acne Vulgaris. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.