TERAPI OKUPASI : TRAINING KETRAMPILAN PENGARUHI TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA

Authors

  • Khoiroh Umah PSIK Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v3i1.37

Abstract

ABSTRAK
Kondisi lanjut usia mengalami beberapa penurunan atau kemunduran, baik fungsi
biologis maupun psikis yang nantinya dapat mempengaruhi mobilitas dan kontak sosial.
Kesepian, rendah diri, kehilangan, kesedihan yang mendalam sampai depresi akan sangat
dirasakan lansia yang hidup sendirian. Terapi okupasi dapat meningkatkan keterampilan
lansia, mengekspresikan emosi, membuat lansia semakin produktif dan meningkatkan
mmotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh terapi okupasi : training
keterampilan terhadap tingkat depresi pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian preeksperimental
dengan desain pre test-post test. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh
lansia di Panti Wreda Tresna Lamongan pada bulan Desember 2008 sebanyak 41
responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 responden, diambil dengan
menggunakan teknik Purposive Sampling. Variabel independen adalah terapi okupasi :
training keterampilan dan variabel dependen adalah tingkat depresi. Pengumpulan data
menggunakan lembar observasi dan wawancara terstruktur kemudian data dianalisis
menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi P <0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi okupasi : training keterampilan memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap tingkat depresi pada lansia (P = 0,000).
Terapi okupasi : training keterampilan merupakan kegiatan positif untuk menurunkan
tingkat depresi pada lansia sehingga dapat menyalurkan dorongan emosi secara wajar dan
produktif serta dapat menghidupkan kemampuan dan motivasi lansia.
Kata kunci : Terapi Okupasi, Tingkat Depresi, Lansia.
ABSTRACT
Elderly condition to experience decrease or decline, biologic function either physics,
later to bring about mobility and social contact. Loneliness, esteem, lost, deep sadness,
until conditioned depression. Occupation therapy can be developed elderly capacity with
the others, to express of emotion drive normally, productive, and increase motivation. This
research aimed to explain effect of occupation therapy training skill to depression with
elderly.
This research was pre-experimental with one group pre test-post test design. The
population wants elderly at Panti Tresna Wreda Lamongan in December 2008. Sample
were 18 respondents, recruited by using purposive sampling. Independent variable was
occupation therapy and dependent variable was depression level. Data were collected
using observation and structured interview and then data were analyzed
by wilcoxon signed rank test, with significance level P<0,05.
Resulted of the research show that occupation therapy had significance effect to
depression level in elderly (P=0,000).
Occupation therapy was a positive activity to decrease depression level in elderly so it
can make harmony and productive of elderly.
Keywords : Occupation Therapy, Level Depression, Elderly.

References

Bastable. (2002). Lansia Rentang Alami Depresi. http://www.kompas.com. Akses tanggal

Mei 2008 jam 20.00 WIB.

FKUI. (2000). Pedoman Pengelolaan Kesehatan Pasien Geriatri. Edisi 1. Jakarta : Bagian

Ilmu Penyakit Dalam FKUI.

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. (2005). Depresi. Jakarta : Balai Penerbit

FKUI.

Hendrawan. (2003). Informasi Tentang Depresi. http://www.phpBB.com. Akses tanggal 21

Mei 2008 jam 19.00 WIB.

Heriawan. (2000). Pedoman Pengeluaran Geriatri Dokter dan Perawatan. Edisi 1. Jakarta:

FKUI.

Iyus Yosep. (2007). Keperawatan Jiwa. Bandung : PT. Refika Aditama.

Maramis. (1998). Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya : Airlangga University Press.

Mickey, Stanley. (2007). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta : EGC.

Muhlisin, Abi. (2007). Depresi Turunkan Fungsi Otak. http://www.medicalzone.com.

Akses tanggal 20 Mei 2008 jam 19.30 WIB.

Potter, Patricia A. & Perry, Anne Griffin. (2005). Fundamental Keperawatan. Jakarta :

EGC

Published

2012-06-05

How to Cite

Umah, K. (2012). TERAPI OKUPASI : TRAINING KETRAMPILAN PENGARUHI TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA. Journals of Ners Community, 3(1), 86–91. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v3i1.37

Issue

Section

Artikel