HUBUNGAN PERILAKU PERAWAT DALAM MENGINTERPRETASI EKG DENGAN PENANGANAN ARITMIA
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v3i2.14Abstract
ABSTRAK
ÂÂÂÂ
EKG adalah grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung atau perubahan potensial listrik jantung. Aritmia jantung merupakan gangguan sistem elektrofisiologi normal konduksi jantung. Aritmia juga dapat berarti pembentukan gangguan. Interpretasi EKG untuk mendeteksi aritmia dari perawat di ICU dan UGD dapat dapat digunakan untuk dasar pengobatan aritmia sebelum dokter datang. Penelitian ini membahas perilaku perawat (pengetahuan, sikap, dan praktek) pada interpretasi EKG, dan pengobatan aritmia di ICU dan UGD Rumah Sakit Semen Gresik.
Menurut tujuan penelitian, desain penelitian ini adalah cross sectional. Teknis pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, ukuran sampel berjumlah 24 responden yang terdaftar sesuai dengan kriteria inklusi. Variabel bebas adalah perilaku perawat dalam penafsiran EKG, dan variabel terikat adalah pengobatan aritmia. Data dianalisis dengan menggunakan Spearman Rank Test, dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05.
Hasil uji korelasi Spearman Rank untuk pengetahuan dengan pengobatan aritmia mendapat nilai à= 0,030 ≤ (0.050), maka Ho ditolak, yang berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang pengobatan aritmia di ICU dan UGD Semen Rumah Sakit Gresik. Hasil tes sikap variabel dengan uji korelasi Spearman Rank mendapat nilai à= 0,028 ≤ (0.050) yang berarti ada hubungan antara sikap terhadap pengobatan aritmia, dan hasil tes Korelasi Spearman Rank pada variabel praktek interpretasi EKG didapatkan nilai à= 0,009 ≤ (0.050) yang berarti ada hubungan antara praktek dengan pengobatan aritmia.
Pendidikan dan pelatihan perawat perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek terhadap pengobatan aritmia, tetapi juga diperlukan komitmen perawat untuk selalu meningkatkan kualitas diri.
ÂÂÂÂ
Kata kunci: Perilaku (Pengetahuan, Sikap, Praktek), Pengobatan Aritmia.
ÂÂÂÂ
ABSTRACT
ÂÂÂÂ
ECG is graph depicting the electrical recordings of heart or heart electrical potential changes associated with time. Arrhythmias were abnormal heart electrophysiology’s mainly cardiac conduction system disorder. Arrhythmia can also mean the formation of interference and / or conducts impulses. Interpretations of ECG were important to detected arrhythmia and than nurse in the ICU and Emergency Room can treatment of arrhythmia before the doctor visited. This study discusses the behavioral of nurses (knowledge, attitudes, and practice) in interpretation of ECG, and the arrhythmia treatment in the ICU and Emergency Room of Semen Gresik Hospital.
According the research objectives, the design of this study is cross sectional. Technical of sampling use purposive sampling, and sample size was 24 respondents’, enrolled according to the inclusion criteria. The independent variable was behavioral of nurse in interpretation ECG, and the dependent variable was arrhythmia treatment. The data were analyzed using Spearman’s Rank Test, with signification level of α ≤ 0.05.
The result of Spearman’s Rank Correlations test for knowledge with the arrhythmia treatment got value à= 0.030 ≤ (0.050), then the rejected Ho, which means there is correlation between knowledge of the arrhythmia treatment in the ICU and Emergency Room of Semen Gresik Hospital. Test results of variable attitude Spearman Rank Correlation got value à= 0.028 ≤ (0.050), than the rejected Ho, which means there is correlation between attitude to the arrhythmia treatment, and the test result Spearman Rank Correlations variable practice on the value à= 0.009 ≤ (0.050), than the rejected Ho, which means there is correlation between the practice with the arrhythmia treatment.
Necessary education and training arrhythmia treatment of the nurse to increase knowledge, improve attitude and practice toward the arrhythmia treatment, but it also required the commitment of nurses to always improve the quality of self.
ÂÂÂÂ
Keywords: Behavioral (Knowledge, Attitudes, Practice), Arrhythmia Treatment.
References
Andali, Sukwan. (1997). Perawatan Gawat Darurat. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Andrianto, Petrus.(1996). Catatan Saku Perawatan Kritis. Edisi 2. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Arikunto, Suharsini. (1998). Proses Penilaian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Azwar, Saiffudin. (2003). Sikap Manusia, Teori Dan Pengukurannya. Edisi 2. Jakarta : Pustaka Pelajar, hal : 24-27.
Anam, Choirul. (2007). Hubungan Perilaku Universal Precaution Dalam Perawatan Infus dengan Kejadian Plebitis. Skripsi Untuk Meraih Gelar Sarjana Ilmu Keperawatan Universitas Gresik. Tidak dipublikasikan.
American Heart Association. (2005). Hand Book Emergency Of Cardiovascular Care For Healthcare Providers. New York : AHA.
Aminuddin, M. (2008). Kumpulan Materi Pelatihan EKG RS Semen Gresik. Tidak dipublikasikan.
Boster, B. (2008). Aritmia/Palpitasi. http://www.totalkesehatananda.com. Akses tanggal 29 Juli 2009 jam 07.33 WIB.
Departemen Kesehatan RI. (2006). Standar Pelayanan Keperawatan di ICU. Jakarta : Direktorat Keperawatan dan Keteknisian Medik.
Ibnu, Mas’ud. (1989). Dasar-Dasar Fisiologi Kardiovaskuler. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Faisal, Baras. (2003). Advanced Cardiac Life Support. Jakarta : Pusdiklat RS. Pusat Jantung Harapan Kita.
Haikuri, Castellanos and Myerbug. (2007). Sudden Death Due To Cardiac Arrhythmias. http://www.content.nejm.org. Akses tanggal 28 Juli 2009 jam 09.21 WIB.
Kobo, P. (2003). Gangguan Jantung Dan Penatalaksanaannya. Ujung Pandang : Media Utama Press.
Lucas, MM. (2007). Sudden Cardiac Death. http://www.kalbe.co.id. Akses tanggal 30 Juli 2009 jam 09.10 WIB.
Notoatmodjo, Soekidjo. (1993). Pengantar Pendidikan Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Nursalam. (2002). Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Pedoman Skripsi, Thesis Dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba.
Nursalam, & Siti Pariani. (2001). Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta : CV. Sagung Seto.
Irwanashari. (2009). Informasi tentang Gangguan Aritmia Jantung. http://www.seach. ie7pro.com. Akses tanggal 31 Juli 2009 jam 09.01 WIB.
Irwanashari. (2009). Aritmia. http://www.Irwanashari.blogspot.com. Akses tanggal 31 juli 2009 jam 09.22 WIB.
Roshental, L. (2007). Atrial Fibrillation. http://www.imedicine.com. Akses tanggal 30 Juli 2009 jam 07.33 WIB.
Ruhyanuddin, Faqih. (2006). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler. Malang : Citra Medika.
Saryono. (2008). Metodologi Penelitian Kesehatan. Malang : Mitra Cendekia.
Sipahutar, M.A. (2007). Aritmia/Disritmia. http://www.book.google.co.id. Akses tanggal 2 Agustus 2009 jam 06.57 WIB.
Sugiyono. (2002). Statistik Untuk Penelitian. Bandung : CV. Alfabeta.
Yuniadi, Yoga. (2009). Life threatening Arrhythmias. Jakarta : Makalah Disampaikan Dalam Simposium IX Himpunan Perawat Critical Care Indonesia.
Yuniadi, Yoga. (2008). Kematian Mendadak (Tidak) Hanya Dialami Pria. http://www.id.inaheart. Akses tanggal 1 Agustus 2009 jam 08.37 WIB.
Zevith, ME. (2006). Ventricular Fibrillation. http://www.imedicine.com. Akses tanggal 30 Juli 2009 jam 06.51 WIB.
Zimmerman, FH. (2004). Clinical Electrocardiography Review and Study Guide 2nd edition. New York : MC Grow Hill.