Berkembangnya Kata Talak di Masyarakat Perspektif Qiyas

Authors

  • Norholis Norholis Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Keywords:

Talak, Qiyas, Perkembangan kata

Abstract

Sebagaimana sudah lumrah di dalam keluarga terjadi perselisihan. Dari perselisihan tersebut tidak sedikit pasangan yang melontarkan kata atau bahasa kotor pada pasangannya, bahkan sampai pernyataan yang berpotensi pada talak. Adanya perkembangan zaman ini, bahasa talak di masyarakat umum juga mengalami perkembangan. Dari perkembangan tersebut bagaimana memberikan hukum yang pas menurut pandangan kaidah Qiyas. Dengan cara menginterkoneksikan persamaan dan perbedaan antara kosa kata yang status hukumnya masih blur atau rabun dengan kosa kata yang sudah nampak tilas konsekuensi hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris pada kasus-kasus yang terjadi dilapangan. Kemudian kasus tersebut dibaca dengan gunakan metode Qiyas. Sehingga hasilnya mendapatkan legal hukum formal yang jelas dan transparan. Alhasil beberapa informan yang sudah penulis wawancara menggunakan metode wawacara semi-struktur, maka ada beberapa perkembangan kata yang berpotensi talak di masyarakat, seperti suami mengaku jomblo, suami menganggap adik pada istrinya sendiri, suami mengaku tidak beristri di depan istrinya dan lain sebagainya. Maka secara formal talak terbagi pada dua, yaitu jelas dan sindiran, maka dari persamalahan tersebut diqiyaskan dengan kata sindiran. Sehingga masalah legal formal statusnya dikembalikan kepada niat suami ketika berucap. Apabila anggapan tidak beristri yang dilontarkan oleh suami didepan istrinya dengan niatan talak, maka talak terjadi. Namun jika tidak, tidak.  

References

Muhammad at-Tuhan, Taisir Mushtolah al-Hadits, Indonesia: al-Haramain, t.t.

Muhammad Amin al-Qurdi al-Irbili as-Syafi’i, Tanwirul Qulub, cet. Ke-1, Indonesia: al-Haramain, 2006.

Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds, Syarh Lathoif al-Isyarat, Indonesia: Dar al-Ihya’, t.t.

Ahmad Masfuful Fuad, “Qiyas Sebagai Salah Satu Istinbat al-Hukm,” Jurnal Pemikiran Hukum Islam, Vol. 15:1 (Juni 2016), hlm. 44.

Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds, Syarh Lathoif al-Isyarat, Indonesia: Dar al-Ihya’, t.t.

Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds, Syarh Lathoif al-Isyarat, Indonesia: Dar al-Ihya’, t.t.

Abi Yahya Zakaria al-Anshori al-Syafi’i, Ghayah al-Wushul Syarh Lub al-Wushul, Surabaya: al-Hidayah, t.t.

Ahmad Masfuful Fuad, “Qiyas Sebagai Salah Satu Istinbat al-Hukm,” Jurnal Pemikiran Hukum Islam, Vol. 15 Nomor1 Juni 2016.

Abi Yahya Zakaria al-Anshori al-Syafi’i, Ghayah al-Wushul Syarh Lub al-Wushul, Surabaya: al-Hidayah, t.t.

Yusetri, “The Use Of Qiyas In The Fatwas Of Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera,” Jurnal ar-Risalah Forum Kajian dan Sosial Kemasyarakatan, Vol 19 Nomor 1 Juni 2019.

Ahmad Masfuful Fuad, “Qiyas Sebagai Salah Satu Istinbat al-Hukm,” Jurnal Pemikiran Hukum Islam, Vol. 15:1 (Juni 2016), hlm. 48.

Abi Yahya Zakaria al-Anshori al-Syafi’i, Ghayah al-Wushul Syarh Lub al-Wushul, Surabaya: al-Hidayah, t.t.

Ali Sodiqin, Fiqh dan Ushul Fiqh, cet. Ke-1 Yogyakarta: Beranda Publishing, 2012.

Ahmad bin Ali bin Hajar al-Asqalani, Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam, (Surabaya: Dar al-Ilm, t.t.),

Zakariya al-Anshori, Tuhfatututtullab, Semarang: Karya Thaha Putra, t.t.

Ibrahim al-Bajuri, Hasyiyah al-Bajuri Ala Ibn Qasim, Surabaya: Nur al-Huda, t.t.

Downloads

Published

2022-11-10

How to Cite

Norholis, N. (2022). Berkembangnya Kata Talak di Masyarakat Perspektif Qiyas. Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik, 11(4), 242–254. Retrieved from https://journal.unigres.ac.id/index.php/JurnalProHukum/article/view/2155