Teknologi Tepat Guna Hand Sanitary Sistem Injak

Authors

  • Akhmad Andi Saputra Program Studi Teknik Sipil,Fakultas Teknik, Universitas Gresik
  • Dandy Nugroho Program Studi Teknik Sipil,Fakultas Teknik, Universitas Gresik
  • Muhammad Nadhil Aslach

Keywords:

Teknologi Tepat Guna, Handsanitzer, Sistem Injak, Covid 19, PHBS.

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang bersifat lintas disiplin (interdisipliner) dan merupakan komponen keilmuan, teknologi dan seni secara aplikatif guna membantu kehidupan masyarakat, utamanya di pedesaan. Dengan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi selama masa pandemic Covid-19. Melalui pengabdian masyarakat ini dapat juga membantu merealisasikan program-program pemerintah dalam rangka melaksanakan pemerataan pembangunan di pedesaan dan melakukan pencegahan terhadap penularan Covid-19. Adapun rumusan masalah dalam pengabdian kepada masyarakat  adalah pemanfaatan limbah pipa PVC sebagai alat untuk Hand Sanitary dengan sistem injak guna menanggulangi penularan Covid-19. Tujuan dari pemanfaatn limbah PVC tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan warga desa mengenai pentingnya pemanfaatan sampah dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik dalam menghadapi krisis ekonomi pada masa pandemi. Manfaat yang akan diperoleh oleh masyarakat dari pengabdian masyarakat ini meliputi : a) Memperoleh bantuan pikiran (ide-ide) dan tenaga segar dari mahasiswa dalam memecahkan masalah pembangunan, b) Menjadi penghubungantara masyarakat dengan institusi-institusi di luar  masyarakat; c) Merasakan manfaat secara langsung hasil-hasil produk kegiatan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan melakukan penyuluhan atau sosialisasi kepada warga desa mengenai program yang akan dilaksanakan yaitu proses pembuatan Handsanitary system injak melalui video dan diunggah di media social. Teknologi Tepat Guna Handsanitary Sistem Injak dibuat dari sampah pipa PVC. Pipa PVC dipilih sebagai bahan utama pembuatan Handsanitary Sistem Injak karena relatif mudah didapatkan di sekitar rumah seperti pipa bekas jaringan air bersih, ringan dan sangat mudah di olah dalam pembuatan jika dibandingkan dengan bahan baku dari logam/besi. Kerja mekanik dari Handsanitary Sistem Injak ini adalah berfungsinya pedal ijak sebagai pengganti tangan untuk memencet kran botol hand sanitizer. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi berpindahnya virus dari tangan ke tangan. Program Pengabdian Masyarakat ini berjalan dengan lancar, dalam program ini masyarakat sangat antusias dan mau menggunakan Hand Sanitizer saat melakukan kegiatan di luar rumah. Kegiatan ini sangat di dukung dan di bantu oleh Bapak Kepala Desa (Ngadimin) dan masyarakat desa setempat. Program kerja ini dilakukan untuk  meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya warga Desa Kembangan terhadap pentingnya menaati protokol kesehatan dengan menggunakan Hand Sanitizer. Dikarenakan adanya keterbatasan secara internal maupun eksternal yang belum dapat kita atasi. Meskipun demikian bukan berarti bahwa kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa di Desa Kembangan telah gagal melaksanakan pengabdiannya. Adapun Hambatan pada kegiatan ini dilaksanakan pada saat masa pandemic, sehingga kurang maksimalnya proses sosialisasi terkait cara penggunan hand sanitizer bagi masyarakat

References

Afiff Yudha Tripariyanto, dkk. (2021). Rancang Bangun Tempat Cuci Tangan Portable (Sistem Injak Kaki). Seminar Nasional. Universitas Kediri. e-ISSN: 2549-7952.

Heny Kusumayanti, dkk.(2021).Pelatihan pembuatan hand sanitizer dan aplikasi Alat injak hand sanitizer di desa bulusan, Semarang. Jurnal Abdikaryasakti. Vol. 1 No. 2 Oktober 2021: Hal : 107-116. ISSN : 2776-270X.

Wahyu Dwi Mulyono, dkk.(2021). Wastafel Portabel Sistem Injak Sebagai Piranti Pendukung Protokol Kesehatan Di Masa Adaptasi Baru. Volume 5 No. 01. Jurnal Abadimas Adi Buana.

Budiana, dkk. (2020).Pembuatan Alat Otomatis Hand Sanitizer sebagai Salah Satu Antisipasi Penyebaran COVID-19 di Politeknik Negeri Batam. Journal Of Applied Electrical Engineering. VOL. 4, NO. 2.

Legowo, Budi. (2020). The Natural Hand Sanitizer Stamping Dispenser KKN Covid 19 UNS Bumirejo Village, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Social, Humanities, and Education Studies (SHEs): Conference Series. 186 – 192

Nakoe, R., S Lalu, N. A., & Mohamad, Y. A. (2020). Perbedaan Efektivitas Hand-Sanitizer dengan Cuci Tangan Menggunakan Sabun Sebagai Bentuk Pencegahan Covid-19. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 2(2), 65–70. https://doi.org/10.35971/jjhsr.v2i2.656

Przekwas, A., & Chen, Z. (2020). Washing Hands and The Face may Reduce COVID-19 Infection. Medical Hypotheses, 144(August), 110261.

Ambarwati, E. R., & Prihastuti, P. (2019). Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Mencuci Tangan Menggunakan Sabun dan Air Mengalir Sebagai Upaya Untuk Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Sejak Dini. Celebes Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 45–52.

Kushartanti, R. (2012). Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)(Studi di Sekolah Dasar Negeri Brebes 3). Universitas Diponegoro.

Sari, R., & Isadiartuti, D. (2006). Studi efektivitas sediaan gel antiseptik tangan ekstrak daun sirih (Piper betle Linn.). Majalah Farmasi Indonesia, 17(4), 163–169.

Published

2022-12-26

How to Cite

Akhmad Andi Saputra, Dandy Nugroho, & Muhammad Nadhil Aslach. (2022). Teknologi Tepat Guna Hand Sanitary Sistem Injak. CAHAYA KAMPUS, 2(1), 71–77. Retrieved from https://journal.unigres.ac.id/index.php/CahayaKampus/article/view/2583

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.