PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SEKS PRANIKAH MENCEGAH PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v3i1.7Abstrak
ABSTRAK
ÂÂÂÂ
Remaja adalah masa transisi emosional dan sosial yang terjadi sekitar 2 tahun setelah pubertas. Cinta dan seks adalah masalah terbesar bagi remaja. Seks bebas, hamil muda, pernikahan di masa muda, penyakit seksual menular adalah efek negatif dari hubungan cinta di masa muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang seks pranikah terhadap perilaku pencegahan seks SMA Siswa Sekolah.
Penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan satu kelompok pra test - post test. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 30 responden. Variabel independen adalah pendidikan kesehatan dan variabel dependen adalah pencegahan perilaku seks bebas (pengetahuan, sikap, dan tindakan). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi à≤ 0,05.
Hasil uji menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku pencegahan seks bebas pada siswa SMA (pengetahuan à= 0,000, sikap à= 0,000, tindakan à= 0,005).
Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang seks bebas terhadap perilaku pencegahan seks bebas pada siswa di salah satu SMA di Menganti. Semua lembaga terutama Kepala Sekolah, guru-guru yang mengajar SMA, harus memberikan pendidikan kesehatan seks bagi siswa mereka untuk mencegah seks bebas dan memiliki hidup yang lebih baik.
ÂÂÂÂ
Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Free Sex Pencegahan Perilaku (Pengetahuan, Sikap, Tindakan), Mahasiswa SMA.
ÂÂÂÂ
ABSTRACT
ÂÂÂÂ
Youth is time that teenagers experience emotional and social transition which is only happened about 2 years after puberty. Love and sex are biggest problems for teenagers where ever in this world. Free sex, pregnant in youth, marriage in youth, sexual disease infectious was the negative effect from love affair in youth. The aim of this research is to know the influence of health education about free sex to wards free sex prevention behaviour on Senior High School Students.
This research uses pra experimental with one group pre test – post tes design. Sample was taken in purposive sampling as much as 30 respondents. The independent variable is health education and the dependent variable is free sex prevention behaviour (knowledge, attitude, and action). The instrument that used is quetionaire. And the data analize uses Wilcoxon Signed Rank Test with foult grade significancy à≤ 0.05.
With Wilcoxon Signed Rank Test, shows the result from the influence of health education about free sex prevention behaviour on Senior High School Students (knowledge à= 0.000, attitude à= 0.000, action à= 0.005).
The conclution of this research was that there were influences of health education about free sex to wards free sex prevention behaviour to students in one of others Senior High School in Menganti. To all institution especially to Head Master, teachers who teach in Senior High School in Menganti, ought to give health and sex education for their students in order to prevent free sex and have better live.
ÂÂÂÂ
Keywords: Health Education, Free Sex Prevention Behaviour (Knowledge, Attitude, Action), Senior High School Students.
Referensi
Alimul, Azis. (2007). Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika.
Azwar, S. (1995). Skala Psikologi. Jakarta : Pustaka Pelajar.
Dalyono, M. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Fitri. (2008). Perilaku Seks Pranikah. Jakarta : EGC.
Gaffar, J. L. (1999). Pengantar Keperawatan Profesional. Jakarta : EGC.
Hellriegel dan Slocum, (1979). Pengantar Perilaku Manusia. Jakarta : EGC.
Herawani. (2001). Pendidikan Kesehatan Dalam Keperawatan. Jakarta : EGC.
Hidayat, Alimul Azis. (2004). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Manuaba, Gde Bagus. (1999). Memahami Kesehatan Reproduksi. Jakarta : Arcan.
Mansjoer, Arif. (2000). Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius.
Mantra, Ida Bagus. (1999). Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : Arcan.
Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Nursalam & Pariani, S. (2001). Konsep Dan Penerapan Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta : Infomedika.
Nursalam. (2008). Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pedoman Skripsi, Tesis, Dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Potter dan Perry. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan, Konsep, Proses, Dan Praktik. Jakarta : EGC.
Price, A. Sylvia. (2005). Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi VI. Jakarta : EGC.
Purwanto. (1998). Pengantar Perilaku Manusia Untuk Keperawatan. Jakarta : EGC.
P. Masland, Robert dan Estridge, David. (2006). Apa Yang Ingin Diketahui Remaja Tentang Seks. Jakarta : Bumi Aksara.
Rumini, S. dan Sundari, S. (2004). Perkembangan Anak Dan Remaja. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Santrock, J.W. (2003). Adolescence : Perkembangan Remaja. Jakarta : Erlangga.
Sarwono, W.S. (2003). Psikologi Remaja. Jakarta : Grafindo Persada.
Setiawan, I, dkk. (2009). Boleh Nggak Sih, Masturbasi Dan 95 Pertanyaan Tentang Seks Untuk Remaja. Yogyakarta : Andi.
Suharsimi, A. (2002). Prosedur Penelitian. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Soetjiningsih, dkk. (2004). Buku Ajar : Tumbuh Kembang Remaja Dan Permasalahannya. Jakarta : CV. Sagung Seto.
Surya, Gde. (2007). Hubungan Seksual Pranikah. Jakarta : EGC.
Torsina, M. (2010). Seks Remaja : Isu Dan Tips. Jakarta : Buana Ilmu Populer.
Widoyono. (2008). Penyakit Tropis. Jakarta : Erlangga.

