HUBUNGAN LAMA TERAPI HEMODIALISIS DENGAN DUKACITA KRONIS PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v11i1.1028Abstract
Manifestasi klinis pada pasien CKD (Chronic Kidney Diseases) dan dampak terapi hemodialisis dapat menimbulkan masalah psikologis pada pasien karena proses adaptasi terhadap penyakit akibat perubahan yang dialami pasien memerlukan waktu. Pasien tersebut akan kehilangan fungsi tubuhnya dan juga harus mendapatkan tindakan invasive yang dialami berulang ulang. Semakin lama pasien di diagnosis menderita CKD juga akan semakin lama mengalami tindakan hemodialisis. Keadaan ini akan memepengaruhi psikologis pasien, salah satunya pasien dapat mengalami berduka kronis. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara lama terapi hemodialisis dengan berduka kronis.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah pasien hemodialisis di RSUD Kabupaten Kediri dengan teknik total sampling sebanyak 72 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah Lama terapi hemodialisis dan duka cita kronis. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner yaitu Kendalls Chronic Sorrow Instrument.
Hasil identifikasi lama terapi hemodialisis, Sebagian besar responden (64%) termasuk kategori lama. Hasil identifikasi dukacita kronis, sebagian besar responden (61%) mengalami dukacita kronis. Hasil uji korelasi antar variabel yaitu 0,003 < 0,05 artinya ada hubungan antara lama terapi hemodialisis dengan berduka kronis pada pasien CKD dengan tingkat koefisien korelasi lemah. Hal tersebut dikarenakan kondisi berduka kronis dapat dinormalkan apabila metode penanganan internal dan eksternal berjalan dengan efektif.
Keluarga diharapkan memberikan dukungan kepada pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisis supaya pasien tidak terus mengalami kondisi berduka dalam waktu yang lama dan mampu menerima keadaanya saat ini.
Kata Kunci: CKD, Dukacita Kronis, Lama Hemodialisis
DOI: 10.5281/zenodo.4738396
References
Alligood Martha R.(2017). Pakar teori Keperawatan dan Karya mereka,8th Indonesia edition, by Achir Yani S.Hamid and Kusman Ibrahim
Atimiati WD .(2012). Tingkat kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik terapi hemodialysis, KEMAS 1 (2): EMAS. 1(2):1047–53.
Creswell, J.W. (2010). Research design: Qualitative and quantitative approaches. Third edition. California: SAGE Publication.
Himmelfarb, Jonathan. (2005). Core Curriculum In Nephrology Hemodialysis Complications.National Kidney Foundation. N Eng J M. Doi : 10.1053 http: // www.nejm.org/content/full article.htm (30 April 2008)
Kartika, Dani. (2017). Hubungan Lama menjalani Terapi Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik di Instalasi Hemodialisis RSUD Abdul Moeloek http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/25325
Keputusan Menteri Kesehatan RI NOMOR : 812/Menkes/SK/VII/2007 Tentang Kebijakan Perawatan Paliatif
NANDA-I, Nursing Diagnosis Definition, and Classification, 2018-2020
Sunaringtyas W.& Rachmania D. (2019). Monograph Chronic Sorrow dan Hypnotherapy, ISBN: 978-602-462â€â€Â375-3, MNC, Malang.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI
Tjokroprawiro, Askandar. (2015). Buku ajar ilmu penyakit dalam. Ed.2. Airlangga University Press
Wahyuni, Putri; Miro, Septino; Kuniawan, Eka. (2018). Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik dengan Diabetes Melitus di RSUP Dr. M Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/download/905/759. (7 Mei 2020)