Penerapan Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan
DOI:
https://doi.org/10.55129/prohukum.v15i2.1296Keywords:
keadilan restoratif, diversi, sistem peradilan pidana anakAbstract
Penerapan diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak merupakan implementasi pendekatan keadilan restoratif yang bertujuan mengalihkan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke mekanisme di luar pengadilan. Meskipun telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, pelaksanaan diversi pada praktiknya belum selalu mencapai kesepakatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelaksanaan diversi terhadap anak pelaku tindak pidana penganiayaan pada tahap penyidikan di Polrestabes Surabaya, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya, kendala yang dihadapi, serta upaya untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan diversi secara kuantitatif telah berjalan karena sebagian besar perkara berhasil diselesaikan melalui diversi. Namun, dari sisi kualitas masih terdapat hambatan berupa faktor hukum, penegak hukum, masyarakat dan kebudayaan, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Kendala lain meliputi rendahnya pemahaman masyarakat mengenai diversi, tuntutan ganti kerugian yang tidak proporsional, keterbatasan sumber daya manusia, dan fasilitas yang belum memadai. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya penguatan kapasitas penyidik anak, peningkatan sosialisasi diversi kepada masyarakat dan sekolah, penguatan kerja sama antarinstansi, serta penyediaan sarana dan prasarana yang ramah anak untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan diversi sesuai prinsip keadilan restoratif.
References
Amarini, I., Samhudi, G. R., Mukarromah, S., Ismail, N., & Saefudin, Y. (2024). Social Reintegration after the Implementation of Restorative Justice in the Indonesian Criminal Code. Jurnal Media Hukum, 31(1), 115–133. https://doi.org/10.18196/jmh.v31i1.20655
Annisa, S., & Sudarti, E. (2021). Penyelesaian Tindak Pidana Penganiayaan yang Dilakukan oleh Anak Melalui Diversi. Online-Journal.Unja.Ac.IdS Annisa, E SudartiPAMPAS: Journal of Criminal Law, 2021•online-Journal.Unja.Ac.Id, 2, 2021. https://online-journal.unja.ac.id/Pampas/article/view/16329
Aprilianda, N., Ansori, A., & Maharani, F. (2024). Excusing child offenders: a victim justice perspective. Legality : Jurnal Ilmiah Hukum, 32(2), 433–452. https://doi.org/10.22219/ljih.v32i2.33937
Ariefulloh, A., Nugroho, H., Angkasa, A., & Ardhanariswari, R. (2023). Restorative justice-based criminal case resolution in Salatiga, Indonesia: Islamic law perspective and legal objectives. Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan, 23(1), 19–36. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v23i1.19-36
Hakim, L., & Supremasi, D. P. (2024). Urgensi Transformative Justice Dalam Penanganan Perkara Anak Sebagai Upaya Pembaharuan Hukum Indonesia. Ejournal.Unisbablitar.Ac.IdL Hakim, DE PurwoleksonoJurnal Supremasi, 2024•ejournal.Unisbablitar.Ac.Id, 14. https://doi.org/10.35457/supremasi.v12i1.1796
Heliany, I., & Tjandrawinata, R. R. (2025). Reassessing Diversion and Restorative Justice in Indonesia’s Juvenile Criminal System: Legal Paradigms, Policy Gaps, and Implementation Challenges. JURNAL AKTA, 12(4), 988. https://doi.org/10.30659/akta.v12i4.46142
Idris, A., & Anwar, S. (2026). Understanding the Judge’s Decisions which Are Best for Children to Realize Justice for all Post Diversion Failure. Research.Adra.Ac.IdA Idris, S AnwarRechtsnormen: Journal of Law, 2026•research.Adra.Ac.Id, 4(3), 255–266. https://doi.org/10.70177/rjl.v4i3.1552
Kurniawan, E., & Delmiati, S. (2024). Persepsi Masyarakat Terhadap Penyelesaian Tindak Pidana Yang Dilakukan Anak Secara Diversi. Swarajustisia.Unespadang.Ac.IdE Kurniawan, S DelmiatiUnes Journal of Swara Justisia, 2024•swarajustisia.Unespadang.Ac.Id. https://doi.org/10.31933/p12c9713
Linchia, D., Heningdyah, L., & Kusumawardhani, N. (2023). Dinamika Implementasi Pendekatan Restorative Justice Dalam Penyelesaian Tindak Pidana. Review-Unes.ComDLLHN KusumawardhaniUNES Law Review, 2023•review-Unes.Com, 5(4). https://doi.org/10.31933/UNESREV.V5I4.562
Nashriana, N., Banjarani, D. R., Rosario, M. S. Del, & Novianti, V. (2023). Enhancing Restorative Justice in Indonesia: Exploring Diversion Implementation for Effective Juvenile Delinquency Settlement. Sriwijaya Law Review, 318–334. https://doi.org/10.28946/slrev.Vol7.Iss2.2427.pp318-334
Nasution, N., Hamdani, F., Law, A. F.-E. J. of, & 2022, U. (2022). The concept of restorative justice in handling crimes in the criminal justice system. Ideas.Repec.OrgNPA Nasution, F Hamdani, A FauziaEuropean Journal of Law and Political Science, 2022•ideas.Repec.Org. https://ideas.repec.org/a/epw/politi/v1y2022i5id8037.html
Ndruru, K. (2022). Kendala Dalam Penerapan Diversi Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi di Polres Nias Selatan). Mail.Jurnal.Uniraya.Ac.IdK NdruruJurnal Panah Hukum, 2022•mail.Jurnal.Uniraya.Ac.Id. https://mail.jurnal.uniraya.ac.id/index.php/JPHUKUM/article/view/784
Priyatno, D. (2012). Wajah hukum pidana: asas dan perkembangan. https://scholar.google.com/scholar?hl=en&as_sdt=0%2C5&q=Priyatno%2C+Dwidja%2C+2012%2C+Wajah+Hukum+Pidana+Asas+Dan+Perkembangan%2C+Bekasi+%3A+Gramata+Publishing.&btnG=
Purba, D., Kadaryanto, B., & Pardede, R. (2025). Implementasi Kewajiban Sertifikasi Penyidik Anak Dalam Tugas Penyidikan Anak Yang Menjadi Pelaku Tindak Pidana Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11. Ojs.Umb-Bungo.Ac.Id. https://ojs.umb-bungo.ac.id/index.php/RIO/article/view/1863
Rido, M., Review, O. R.-A. L. L., & 2025, undefined. (2025). Implementation of Diversion in the Juvenile Criminal Justice System in Samarinda District Court. Ejournal.Stih-Awanglong.Ac.IdM Rido, O RosifanyAwang Long Law Review, 2025•ejournal.Stih-Awanglong.Ac.Id, 7(2), 282–287. http://www.ejournal.stih-awanglong.ac.id/index.php/awl/article/view/1511
Sanjaya, A. H., Meliala, A. E., & Puteri, N. M. M. (2023). The Paradox of Child’s Diversion Policy in Conflict with the Law in the Indonesian Child Criminal Justice System. Journal of Social and Political Sciences, 6(4). https://doi.org/10.31014/aior.1991.06.04.442
Suryanto, M. H., Arresti, F. T., & Makky, A. (2024). No Viral No Justice Perspektif Teori Efektivitas Hukum Soerjono Soekanto. Widya Yuridika, 7(3), 513–522. https://doi.org/10.31328/wy.v7i3.5076
Tobing, S. J. (2024). The diversion program implementation under the Juvenile Justice System Act in Indonesia: What works, what does not. https://scholar.google.com/scholar?hl=en&as_sdt=0%2C5&q=Tobing%2C+S.+J.+A.+B.+%282024%29.+The+Diversion+Program+Implementation+Under+the+Juvenile+Justice+System+Act+in+Indonesia%3A+What+Works%2C+What+Does+Not%3F+Restorative%3A+Journal+of+Indonesian+Probat
Walim, Santoso, M. I., Haryono, W. S., & Marbun, R. (2024). The Regulation of Diversion in Indonesia’s Juvenile Criminal Justice System Oriented Toward the Best Interests of the Child And Fairness. Journal.Ypidathu.or.IdW Walim, MI Santoso, WS Haryono, R MarbunRechtsnormen: Journal of Law, 2024•journal.Ypidathu.or.Id. https://doi.org/10.70177/rjl.v2i3.1280
Zainuddin, Z., & Hambali, A. R. (2023). Implementation of Diversion for Children in Conflict with the Law by the National Police of Indonesia. European Journal of Law and Political Science, 2(6), 15–21. https://doi.org/10.24018/ejpolitics.2023.2.6.112
Zenegger, T., Ismansyah, I., Review, A. Z.-U. L., & 2024, U. (2024). Urgensi Pelaksanaan Diversi Terhadap Anak yang Berkonflik dengan Hukum dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Review-Unes.ComTA Zenegger, I Ismansyah, A ZurnettiUnes Law Review, 2024•review-Unes.Com. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Hak cipta dilindungi Undang-undang. Artikel dalam jurnal ini dilindungi oleh Hak Cipta Jurnal Hukum dan penulis artikel ini. Tidak ada bagian dari artikel yang bisa diproduksi ulang tanpa izin pengelolaan jurnal.
