EFEKTIVITAS INFUSA DAUN SALAM TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PENDERITA DIABETES MELLITUS DESA KALIREJO DUKUN GRESIK
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v8i1.417Abstrak
Penggunaan bahan alami dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan terhadap Diabetes Melitus salah satunya adalah tanaman salam (Syzygium polyanthum) yang mengandung antidiabetik. Daun salam yang memiliki senyawa aktif seperti eugenol, tannin dan flavonoid. Daun salam memiliki potensi sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada pengaruh konsumsi infusa daun salam terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu penderita Diabetes Mellitus di Desa Kalirejo Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Penelitian dilakukan di Desa Kalirejo Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik dan menggunakan design pretest posttest eksperiment. Penderita Diabetes Mellitus di Desa Kalirejo menurut surve dan informasi dari Puskesmas Kecamatan Dukun cukup tinggi. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dengan mengambil 15 responden penderita Diabetes Melitus yang akan diberikan ekstrak daun salam yang diolah dengan cara direbus. Bagian tumbuhan yang bisa digunakan sebagai obat untuk penyakit Diabetes Mellitus yaitu seluruh bagian tumbuhan dan yang paling dominan yaitu daun. Cara penggunaan tumbuhan obat untuk penyembuhan Diabetes Mellitus yang paling dominan yaitu dengan cara diminum. Kesimpulan penelitian ini adalah telah dilakukan penelitian dengan 15 responden yang diberikan infusa dari rebusan daun salam selama 1-6 hari sebanyak 2 kali sehari dan didapatkan hasil yang signifikan untuk penurunan kadar gula darah sewaktu. Kata Kunci : Diabetes mellitus, tanaman obat, daun salam. The use of natural ingredients that can be used as an alternative treatment against Diabetes Mellitus one of them is greeting Syzygiumpolyanthum (wight) Walp containing antidiabetic. The Salam leaf has an active form such as eugenol, tannin and flavonoids. The salam leaf has potential as antidiabetes. The aimsto determine whether there is influence consumption of Salam Leaf infusa to decrease blood sugar levels during Diabetes Mellitus In the village Kalirejo District Dukun Gresik regency. The research was conducted in Kalirejo Village, Dukun Sub-District, Gresik Regency and using pretest posttest experiment design. Diabetes Mellitus patient in Kalirejo village according to surve and information from Puskesmas Dukun sub district was high enough. By taking 15 respondents of Diabetes Mellitus patients to be given the extract of Salam Leaf that was processed by boiled, The parts of plants that can be used as a medicine for Diabetes Mellitus was the whole part of plants, and the most dominant was using the leaf. Use of medicinal plants for Diabetes Mellitus the most dominant was by way of drinking. The conclusion of this research is the research done with 15 respondents given infusa from the decoction of Salam Leaf for 1-6 days as much as 2 times a day and got significant result for the decrease of blood glucose level at the time. Keyword: Diabetes Mellitus, Medicinal Plants, Salam Leaf DOI: 10.5281/zenodo.1409458Referensi
Agoes. A. (2001) Kapita Selekta Farmakologi Dan Obat Tradisional. Penerbit Angkasa, Bandung
Christinaningtyas, R., Widdi, B., Gayatri. (2014). Uji Efektivitas infusa daun nasi (Phyrnium Capiatum Willd) terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Jantan Galur Wistar (Ratus Norvegicus). Jurnal Ilmiah Farmasi. Vol.3, No.2, hal : 45-50.
Cynthia C.C, Senduk, Henoch Awaloei, Edward Nangoy. (2016). Uji efek ekstrak daun papaya (Carica papaya L.) terhadap kadar gula darah tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Jurnal e-Biomedik. Vol.4, No.1.
Hembing. Wijayakusuma,. (2005). Bebas Diabetes Mellitus ala Hembing. Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara. Jakarta.
Kurniawan, I. (2010). Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Usia Lanjut. Majalah Kedokteran Indonesia. Vol.60, No.12, Hal : 577-578
Mayes.( 2001). Glukosa darah. Dalam: saskia, tresa ivani, 2016, perbedaan kadar glukosa darah dan status gizi berdasarkan kualitas tidur pada mahasiswa angkatan 2012 fakultas kedokteran universitas lampung. Diambil dalam: https://digilib.unila.ac.id
Pranoto, A.. (2003). Consensus pengolahan diabetes di Indonesia Dalam: holidah, Diana. Dan fransisca maria christianty, uji aktifitas antidiabetes ekstrak teh hijau, teh oolong, dan teh hitam secara in vivo, Fakultas Farmasi Universitas Jember. Tidak Dipublikasikan.
Purwanto. J.A..(2000). Epigalokatekin Galat Teh Hijau Sebagai Pencegah Kanker. Dalam: sshabri dan dadan rohdiana., 2016, optimasi dan karakterisasi ekstrak polifenol the hijau dari berbagai pelarut, pusat penelitian teh dan kina gambung. Bandung. Vol.19, No.1, Hal : 58.
Studiawan, Herra. Dan Santosa, Mulja Hadi. (2005). Uji Aktifitas Penurunan Kadar Glukosa Darah Ekstrak Daun Eugenia Polyantha Pada Mencit Yang Diinduksi Aloksan, Bagian Ilmu Bahan Alam Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya. Vol. 21., No 2., Edisi 2.,Hal : 62-65.

