PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG HIPOTERMI DENGAN INTERVENSI KEPERAWATAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH

Harianto Harianto, Tutik Purwanti

Sari


ABSTRAK
Asuhan keperawatan pada bayi berat lahir rendah yang beresiko tinggi mengalami
hipotermi membutuhkan kualifikasi pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk
memberikan perawatan yang tepat dan segera. Persyaratan tersebut juga diperlukan dalam
memberikan intervensi keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan
hubungan pengetahuan dan sikap perawat tentang hipotermi dengan intervensi
keperawatan pada bayi berat lahir rendah.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif analitik. Sampel
dalam penelitian ini sebanyak 24 responden yang terdaftar di ruang neonatologi dan
bersalin RSUD Kabupaten Gresik. Penentuan besar sampel menggunakan menggunakan
metode purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan
dianalisis menggunakan Spearman Rank Correlation dengan α 0,05.
Hasil distribusi frekuensi menunjukkan bahwa sebagian besar perawat, yang terdiri
dari 14 orang (58,3%), memiliki pengetahuan yang memuaskan tentang hipotermi bayi
berat lahir rendah. Sebagian besar perawat, yang terdiri dari 16 orang (66,7%) juga
memiliki sikap positif dan telah memberikan intervensi keperawatan yang sesuai.
Hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat tentang hipotermi dengan intervensi
keperawatan bayi berat lahir rendah menunjukkan hasil uji korelasi spearman rho 0161
dengan tingkat signifikansi 0,045, yang berarti terdapat hubungan yang tinggi.
Penting bagi perawat untuk mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan dan
sikap dalam memberikan intervensi keperawatan untuk kasus hipotermi pada bayi berat
lahir rendah.
Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Intervensi, Keperawatan, Bayi Berat Lahir
Rendah, Hipotermi.
ABSTRACT
Nursing care in hypothermia high risk infants require qualified knowledge, attitude
and skill in order to provide appropriate and immediate care. These requirements are also
needed in nursing intervention. The objective of this study was to examine correlation
between nurse's knowledge and attitude in hypothermia high risk infants.
Design used this study was descriptive analytic design. Samples were 24 respondents
in neonatal and obstetric-gynaecology wards, General Hospital Gresik, were enrolled
using purposive sampling method. Data were collected by means of questionnaire and
analyzed using Spearman Rank Correlation has test with α 0.05.
Resulted of frequency distribution showed that most of the nurses, consisting of 14
individuals (58,3%), had satisfactory knowledge on hypothermia high risk infants. The
majority of nurses, consisting of 16 (66,7%) respectively also had positive attitude toward
those infants and had provided appropriate nursing intervention. Correlation between
knowledge and attitude in nursing intervention for hypothermia high risk infants was
indicated by the result of spearman rho correlation test, which was 0,161 with significance
level of 0.045, demonstrating a high correlation.
It was important for nurses to maintain and improve their knowledge and attitude in
providing nursing intervention for hypothermia high risk infants.

Keywords : Knowledge, Attitude, Intervention, Nursing, Infants, High risk,
Hypothermia.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aziz Alimul Hidayat. (2007). Metode Penelitian Keperawatan Tehnik Analitis Data.

Jakarta : Salemba Medika.

Arikunto, S. (1998). Prosedur Penelitian. Edisi revisi III. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Depkes RI. (2006). Buku Acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar.

Jakarta.

Indarso, F. (2001). Dampak Jangka Panjang Bayi Asfiksia. Jakarta : Ikatan Dokter Anak

Indonesia Pusat.

Klaus, M, H et al. (1998). Penatalaksanaan Neonatus Resiko Tinggi. Jakarta : EGC.

Nelson (2000). Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : EGC. (cari ref dg judul sama tahun terbaru)

Monica. (2007). Kepemimpinan Dan Manajemen Keperawatan. Jakarta : EGC.

Notoatmodjo. (2003). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.