Optimasi Suhu Ladle Pada Baja High Carbon Dengan Metode Fuzzy Mamdani

Authors

  • Ikhtisholiyah Universitas Gresik

Abstract

Sebagian besar perusahaan membutuhkan energi listrik dalam proses produksinya, perusahaan peleburan baja PT. ISPAT INDO salah satunya. PT. ISPAT INDO membutuhkan listrik pada proses pemanasan atau perubahan dari scrab ke cairan baja. Langkah yang dapat dilakukan oleh PT. ISPAT INDO untuk menghemat energi listrik adalah dengan cara mengoptimalkan suhu pemanasan sehingga didapatkan cairan baja dengan suhu yang tepat dan tidak memerlukan panas yang berlebihan. Pengaturan suhu juga sangatlah vital karena setelah berada di CCM/Continous Casting Machine (merupakan tempat dilakukan pencetakan atau pembentukan baja/billet atau dengan kata lain sebagai tempat pengubah dari liquid menjadi solid), liquid metal tidak dapat dikembalikan lagi. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah bagaimana mengoptimalkan suhu ladle sehingga dapat mencapai suhu dengan tepat dan tidak membutuhkan waktu pemanasan yang lama sehingga mengurangi penggunaan listrik sehingga nantinya akan menguntungkan pihak PT. ISPAT INDO.

Ada beberapa metode optimasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut, salah satunya metode Fuzzy-mamdani

Hasil penelitian ini adalah (1) Kadar karbon pada proses pengerasan baja akan naik seiring semakin tingginya temperatur pembakaran. Bila kadar karbon di permukaan terlalu tinggi maka kekerasan tidak begitu tinggi. (2) Suhu yang optimal untuk baja high carbon antara 15850C-15950C tergantung pada kandungan carbon dan liquid temperature pada tiap grade nya.

Kata Kunci: Optimasi, Baja high carbon, metode fuzzy-mamdani.

10.5281/zenodo.4314213

Published

2018-12-14

How to Cite

Ikhtisholiyah. (2018). Optimasi Suhu Ladle Pada Baja High Carbon Dengan Metode Fuzzy Mamdani. Wahana Teknik, 7(2). Retrieved from https://journal.unigres.ac.id/index.php/WahanaTeknik/article/view/1171