Wali Mujbir Dalam Perspektif Pemikiran Kh. Husein Muhammad

Authors

  • Miftakhul Khoiri Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga

DOI:

https://doi.org/10.55129/.v11i5.2303

Keywords:

nikah, wali mujbir, istimbat hukum

Abstract

Komentar Al-Qur'an terkait pernikahan secara eksplisit terdapat dalam banyak ayat. Ada sekitar 104 ayat, termasuk kosakata perkawinan yang diulang 23 kali dan kata zauwj yang diulang 80 kali. Sebuah tinjauan mendalam dari seluruh ayat pernikahan menjabarkan 5 prinsip pernikahan. Pertama, prinsip mawadah wa rahmah. Yang kedua adalah prinsip monogami. Ketiga, prinsip Mu'ÄÂsyarah bil-Ma'rÅ«f (komunikasi yang santun). Keempat, prinsip saling meningkatkan dan melindungi dalam hubungan interpersonal dan seksualitas. Terakhir, prinsip penentuan pasangan bagi calon pengantin. Masyarakat meyakini bahwa perempuan tidak memiliki hak penuh dalam urusan perkawinan, sehingga dalam memilih pasangan harus diserahkan kepada orang tua. Pemilihan pasangan sebagai salah satu prinsip perkawinan seringkali bertentangan dengan hak ijbar yang dipegang oleh wali. Hal ini akhirnya menjadi fokus, dalam Islam, hak perempuan dalam memutuskan pasangan adalah hak tunggal orang tua mereka, bukan hak untuk memutuskan pasangan atau pasangan. Klaim yang berkembang selama ini adalah wali mujbir adalah orang tua yang mengaku anaknya dinikahkan atas pilihan orang tuanya, atau lebih dikenal dengan istilah “kawin paksaâ€Â. Karya ini secara gamblang menggambarkan konsep penggunaan pendekatan sosio-historis KH Husein Muhammad dalam bentuk konsep mashlahah dalam Fiqh/Usul Fiqh dengan tujuan untuk mencapai titik tengah di antara perbedaan.

References

Bahi, Muhammad al-, ad-Din wa ad-Daulah min Taujihat Al- Qur‟an al- Karim, Beirut : Dar al - Fikr, 1971.

Ghofur, Saiful Amin Ghofur, Profil Para Mufasir al-Qur‟an, Yogyakarta: Pustaka manusia Madani, 2008.

Kementerian agama RI, Mushaf Al-Mahir Al-Qur‟an Al-Karim Terjemah Tajwid rona, Sukoharjo: Penerbit Madina Qur‟an, 2016.

Shiddieqy ash-, T.M. Hasbi, Tafsir an-Nur, 30 jilid, cet. I, Jakarta : Bulan Bintang, 1964

Asqalani, Ibn Hajar al-Fath al-Bary, juz XV, Beirut : Dar al – Fikr, 1956.

Baqi, Malik bin Anas, e. Muhammad Fu‟ad Abd al-, al-Muwaththa‟, Mesir: Dar Ihya‟ al-Turats al-„Arabi, tt.

Dawud, Abu, Sunan Abi Dawud, juz III, ttp.: Dar al – Fikr, tt.

Mubarkafuri, Abu al-„Ula Muhammad Abdurrahman al-, Tuhfah al-Ahwaziy bisyarh Jami‟ at-Tirmiziy, jus IV, Beirut: Dar al Kutub al-„Ilmiyyah, 1990.

Nisaburi, Abi al – Husain Muslim an-, benar Muslim, juz III, Beirut: Dar al-Kutub al-„Ilmiyyah, 1992.

Bukhari, Imam, sahih al-Bukhari, Beirut: Dar al-Fikr, 1981.

Majah, Ibnu, Sunan Ibn Majah, Beirut: Dar al-Fikr,tt.

Muslim, Imam Sahch Muslim, Beirut: Dar al-Fikr, 1993

Asy-Syaukani Al Imam, ringkasan Nailul Authar (Jakarta: Pustaka Azzam, 2006

Rasjidi Sulaiman, fiqh islam,{Bandung: CV Sinar Baru, Cet Ke25,1992)

Ramulyo Moh.Idris, hukum perkawinan Islam: Suatu Analisis dan Undang-Undang No.1 Tahun 1974 serta kompilasi aturan islam ,{Jakarta Bumi Askara, 1996}

Nuruddin H.Aminur serta Akmal Taringan Azhari, ,aturan perdata islam di Indonesia studi kritis perkembangan aturan islam asal fiqih, UU No 1/1974 sampai KHI {Jakarta kencana 2004}

Azhim Abdul Bin Al-Khalafi Badawi, Al-Wajiz enskiplodia fiqih islam dalam Al-qur’an serta sunnah Alaihi Salam –Shahibah {Jakarta pustaka AS-sunnah,2008,cet 5}

Muhammad Husein Islam agama Ramah perempuan : Pembelaan Kiai Pesantren, Yogyakarta: LKiS, 2004

Khoruddin, M. “Wali Mujbir menurut Imam Syafi’i (Tinjauan Maqashid al-Syariah)â€Â, AlFikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, Volume 18, angka dua, Juli-Desember 2019.

Lestari, Novita. “Problematika aturan Perkawinan pada Indonesiaâ€Â, Jurnal Ilmiah Mizani, Vol. 4, No. 1, 2017

Mâjah, Abû Abdullah Muhammad bin Yazid alQazwini Ibnu. Ensiklopedia Hadis 8: Sunan Ibnu Mâjah, Jakarta: Penerbit Almahira, 2010.

Muttaqin, Imamul. “Studi Analisis terhadap Pendapat KH. MA. Sahal Mahfud wacana Wali Mujbirâ€Â, Al-Hukama’, Vol. dua, No. 1, Juni 2012.

Nasution, Khoiruddin. aturan Perkawinan 1: Dilengkapi Perbandingan Undang-Undang Negara Muslim kontemporer, Yogyakarta: ACAdeMIA dan TAZZAFA, 2015.

Naysaburi, Abi al-Husayn al-. Muslim bin Hajjaj al-Qushayri. benar Muslim Beirut: Dar al-Fikr, 1992.

Rasyid, Ahmad. “Pemikiran ibnu Qayyim al-Jauziyyah perihal Wali Mujbir dalam Pernikahan (Perspektif Hak Asasi Anak)â€Â, Jurnal Studi agama dan rakyat, Vol. 12, No. dua, 2016

Rofiq, Ahmad. aturan Islam pada Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008.

Muhammad, Husein, dkk, keluarga Sakinah; Kesetaraan relasi Suami Istri, Jakarta: Rahima, 2008. dkk, Modul Kursus Islam dan Jender; Dawrah Fiqh perempuan , Cirebon: Fahmina Institute, 2007.

Fiqh perempuan ; Refleksi Kritis Kiai Pesantren Atas wacana agama dan Jender, Yogyakarta: LkiS, 2003.

Spiritualitas kemanusiaan; Perspektif Islam Pesantren, Yogyakarta: Pustaka Rihlah, 2006.

Muhsin, Aminah Wadud, wanita dalam Al- qur’an, Yogyakarta: Pustaka Pelita, 1997.

Mulia, Siti Musdah, Islam dan inspirasi Kesetaraan Gender, Yogyakarta: Kibar Press, 2006. dkk, Keadilan dan Kesetaraan Jender Perspektif Islam, Jakarta: LKAG, 2003.

Almawaliy, Hafidzoh, Pengorganisasian Umat; Upaya Sadar Membela Hak-Hak wanita, Swara Rahima, No. 29 Th. IX, Desember 2009.

Husaini, Adian, Merombak Kurikulum Demi Kesetaraan Gender, http://idrusali85.wordpress.com/, 12 Desember 2008.

Muhammad, Husein, Hak-Hak serta Kesehatan Reproduksi perempuan , Makalah seminar diselenggarakan sang Rahima Jakarta-WCC Balqis Cirebon, Hotel Prima Cirebon, 01 Juli 2004.

Downloads

Published

2022-12-10

How to Cite

Khoiri, M. (2022). Wali Mujbir Dalam Perspektif Pemikiran Kh. Husein Muhammad. Jurnal Pro Hukum: Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik, 11(5), 432–443. https://doi.org/10.55129/.v11i5.2303

Issue

Section

Artikel

Similar Articles

<< < 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.