Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Puskesmas Pembantu Di Kecamatan Silau Kahaen Kabupaten Simalungun Tahun 2021

Penulis

  • Amenda Paswida Sebayang Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Kesehatan Sumatera Utara,Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i6.2263

Abstrak

Di Indonesia tingkat pemanfaatan unit pelayanan yang disediakan pemerintah untuk RS 31,8%, puskesmas/pustu 63,3. Menurut kementerian kesehatan Republik Indonesia ada sebanyak 9325 puskesmas telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2011, namun puskesmas belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat meskipun sarana pelayanan kesehatan dasar telah terdapat di semua kecamatan dan ditunjang oleh tiga atau empat puskesmas pembantu namun upaya peningkatan kesehatan belum dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat, diperkirakan hanya sekitar 30% penduduk yang memanfaatkan pelayanan puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu).Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi yang bertujuan  untuk mengidentifikasi sejauh mana faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelyanan puskesmas pembantu di Kecamatan Silau Kahaen Kabupaten Simalungun Tahun 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang berdomisili di wilayah kerja puskesmas pembantu di Kecamatan Silau Kahaen kabupaten Simalungun Tahun 2014 yaitu sebanyak 3.952kepala keluarga dan sampel 98 orang dengan tehnik simple random sampling.Hasil penelitian berdasarkan umur mayoritas responden pad rentang umur 36-50 tahun. Jenis kelamin responden mayoritas perempuan perempuan sebanyak 75 orang (76,53%). Pendidikan mayoritas berpendidikan SD sebanyak 40 orang (40,82), pekerjaan mayoritas tidak bekerja sebanyak 73 orang (74,49%), sarana prasarana mayoritas baik sebanyak 76 orang (77,55%), pelayanan tenaga kesehatan mayoritas baik sebanyak 65 orang (66,35%), mayoritas responden memanfaatkan puskesmas sebanyak 71 orang (72,25%). Tidak ada pengaruh umur (p value=0,589), pendidikan (p value=0,20) dengan pemanfaatan puskesmas pembantu di kecamatan silau kahaen kabupaten simalungun tahun 2014. Ada pengaruh.

Referensi

Azwar, Azrul., 2000. Pengantar Administrasi Kesehatan. Binarupa Aksara, Jakarta.

Departemen Kesehatan., 2010. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010. Jakarta.

Depkes, RI. 2009. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, 2014. Profil Kesehatan Kabupaten Simalungun.

Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan RI, Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas, Jakarta Departemen Kesehatan, 2006.

Hana, P. Hubungan Antara Karkteristik Masyarakat Kelurahan Sindulang I Dengan Pemanfaatan Puskesmas Tumiting. Jurnal.

Muninjaya, A. A. G., 2004. Manajemen Kesehatan, EGC, Jakarta.

Muzaham, F. 1995. Memperkenalkan Sosiologi Kesehatan, UI. Jakarta

Nitisusastro, mulyadi 2012. Perilaku konsumen dalam perspsektif kewirausahaaan. Alfabeta. Bandung.

Notoatmodjo,. S., 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta

Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta Rineka Cipta.

--------------------, 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Rineka Cipta. Jakarta

Nurcahyani, Dewi. 2000. Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Pengobatan Di Puskesmas. (Working Paper series no. 04, Oktober 2007).

Rinaldy, 2005. Pengaruh Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Pengobatan Di Puskesmas Binjai Kota Tahun 2004 (Tesis), Medan. Program Magister Administrasi Kebijakan Kesehatan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara.

Sari, Irine D. 2010. Manajemen pemasaran usaha jasa kesehatan. Nuha medika, Jogjakarta

The World Bank, 2008. Berinvestasi Dalam Sektor Kesehatan Di Indonesia : Tantangan Dan Peluang Untuk Pengeluaran Publik Di Masa Depan.

Unduhan

Diterbitkan

05-12-2022

Cara Mengutip

Paswida Sebayang, A. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Puskesmas Pembantu Di Kecamatan Silau Kahaen Kabupaten Simalungun Tahun 2021. Journals of Ners Community, 13(6), 662–671. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i6.2263