Gambaran Pengetahuan Pasien Terhadap Penggunaan Golongan Obat Antasida Di Apotek K-24 Kiaracondong Bandung

Penulis

  • Eva Pahlani Poltekes TNI AU Ciumbuleuit Bandung
  • Tantri Suryandani Apotek K-24 Kiaracondong Bandung
  • Fuji Ayu Poltekes TNI AU Ciumbuleuit Bandung

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i5.2127

Kata Kunci:

gastritis, pengetahuan, antasida

Abstrak

Gastritis merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Gangguan ini dapat diatasi dengan terapi obat maupun tanpa obat. Antasida merupakan obat yang biasa digunakan untuk mengatasi gangguan lambung dan mudah didapatkan oleh setiap individu dipasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien di Apotek K24 Kiaracondong Bandung terhadap penggunaan antasida. Populasi dalam penelitian ini yaitu, seluruh pasien Apotek K24 Kiaracondong Bandung yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini bersifat observasi melalui metode survei menggunakan instrumen kuesioner sejumlah 97 orang sampel. Data dianalisis dengan cara skoring jawaban pertanyaan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan pengetahuan terkait gastritis sebesar (93,09%),  pengetahuan terkait gejala gastritis (92,35%), dan pengetahuan terkait penggunaan antasida sebesar (92,96%). Total dari semuanya rata-rata baik 92 (95%) orang sedangkan sisanya cukup 5 (5%). Pengetahuan yang baik tentang penggunaan obat akan meningkatkan keberhasilan terapi. Upaya promosi kesehatan adalah hal penting untuk meningkatkan pengetahuan pasien terkait penggunaan obat antasida yang baik dan benar

Referensi

Yulida, E., Oktaviyanti, LK., Rosida, L., Gambaran Derajat Infiltrasi Sel Radang dan Infeksi Helicobacter Pylory Pada Biopsi Lambung Pasien Gastritis.Berkala Kedokteran, Vol.9,indonesia,2013

Abdullah. (2008). Definisi dan Jenis-jenis Pengetahuan. Yogyakarta: Andi.

BPOM RI 2015, Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI) (viewed 8 September 2019)

Peraturan Menteri Kesehatan No 09 Tahun 2018 Tentang Apotek.

Departemen Kesehatan RI 2007, Pedoman Penggunaan Obat Bebas Dan Bebas Terbatas. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Departemen Kesehatan RI 2008, Materi Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Memilih Obat Bagi Tenagan Kesehatan. Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Materi Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Memilih Obat Bagi Tenaga Kesehatan. Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional, Jakarta p. 15, 23.

Triyani, A. d. (2012-2013). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Ikatan Apoteker Indonesia. 2017. Informasi Spesialite Obat (ISO) Indonesia, vol. 51, Isfi Penerbitan, Jakarta. ISO Vol 52, 2019

Departemen Kesehatan RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan.

Hamid, R, Achmad, GNV, Wijaya, IN, Yuda, A 2014, ‘Profil penggunaan obat antasida yang diperoleh secara swamedikasi (studi pada pasien apotek ‘X’ Surabaya)’, Jurnal Farmasi Komunitas, 1(2), pp. 49-52.

Sulastri, Siregar, MA., Siagian, SA 2012, ‘Gambaran pola makan penderita gastritis di wilayah kerja puskesmas Kampar Kiri Hulu Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar Riau tahun 2012’, Jurnal Gizi, Kesehatan Reproduksi Dan Epidemiologi, (1)2, pp. 1-9.

Wardaniati, I., Almahdy, A., Dahlan, A (2016). Gambaran terapi obat kombinasi ranitidin dengan sukralfat dan ranitidin dengan antasida dalam pengobatan gastritis di SMF Penyakit Dalam RSUD Ahmad Mochtar Bukittinggi. Jurnal Farmasi Higea, 8 (1), 65-74.

Yuliarti, N. (2009). Panduan Pencegahan dan mengatasi penyakit maag-Yogyakarta: ANDI

Unduhan

Diterbitkan

07-11-2022

Cara Mengutip

Pahlani, E., Suryandani, T. ., & Ayu, F. (2022). Gambaran Pengetahuan Pasien Terhadap Penggunaan Golongan Obat Antasida Di Apotek K-24 Kiaracondong Bandung. Journals of Ners Community, 13(5), 496–500. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i5.2127