STUDI KORELASI BODY MASS INDEX (BMI) DENGAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI MAN 2 MOJOKERTO

Penulis

  • Dian Fitra Arismawati STIKes Dian Husada Mojokerto
  • Bety Mayasari STIKes Dian Husada Mojokerto

Kata Kunci:

Dismenorea, Body Mass Index

Abstrak

Dismenorea merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling sering dijumpai pada remaja putri dan memiliki dampak cukup serius karena dapat menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya dismenorea yaitu karena Body Mass Index yang abnormal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Body Mass Index dengan dismenorea pada remaja putri.

Penelitian ini dilakukan di MAN 2 Mojokerto. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh remaja putri kelas X di MAN 2 Mojokerto yang memenuhi kriteria penelitian berjumlah 51 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebagian remaja putri kelas X di MAN 2 Mojokerto yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 45 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu probability sampling dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non-eksperimental korelasional dengan metode cross sectional. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah timbangan berat badan, pengukur tinggi badan, lembar observasi, dan skala pengukuran nyeri NRS. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji korelasi dari Spearman (rs) dengan menggunakan program SPSS.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang mengalami dismenorea hebat paling banyak adalah yang memiliki BMI gemuk berat yaitu sebanyak 7 responden (87,5%) dengan hasil uji statistik menunjukkan sig. 0.002 < α (0.05) yang artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Body Mass Index (BMI) dengan dismenorea pada remaja putri di MAN 2 Mojokerto.

Melihat hasil penelitian ini maka perlu adanya pengontrolan Body Mass Index (BMI) agar dapat meminimalkan frekuensi terjadinya dismenorea yang dialami oleh remaja putri.

Referensi

Alifah, Salsabilah Putri. (2017). Hubungan Antara Nyeri Haid (Dismenore) Terhadap Aktivitas Belajar pada Siswi Kelas XI SMA Negeri 52 Jakarta. Skripsi. Malang: Universitas Negeri Malang.

American Family Physician. (2014). Diagnosis and Initial Management of Dysmenorrhea. Dallas, Texas: University of Texas Southwestern Medical Center.

Anurogo, D & Wulandari A. (2011). Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid. Yogyakarta: ANDI.

Badan Pusat Statistik Jawa Timur. (2016). Statistik Daerah Provinsi Jawa Timur 2016. Surabaya: Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur.

Dhara, S., & Chatterjee, K. (2015). A Study of VO2 Max in Relation with Body Mass Index (BMI) of Physical Education Student. Research Journal of Physical Education Science, 3 (6) : 2320-9011.

Dinas Kesehatan Mojokerto. (2018). Profil Kesehatan Kota Mojokerto. Mojokerto: Dinas Kesehatan Mojokerto.

Handayani, Trisna Yuni, dan Dewi Rokhanawati. (2011). Hubungan Dismenorea terhadap Aktivitas Belajar Siswi SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta Tahun 2011. Jurnal Kebidanan.http://opac.unisayogya.ac.id /1580. Diakses pada tanggal 8 Januari 2020.

Kristianingsih, A. (2014). Risk Factors of Primari Disminore in Junior High School in District Natar South Lampung. Lampung: Malahayati University.

Larasati, T.A., dan Alatas, Faridah. (2016). Dismenore Primer dan Faktor Risiko Dismenore Primer pada Remaja. Majority. 5(3), 80.

Lestari. (2013). Pengaruh Dismenorea pada Remaja. Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA III.

Marret H, Fauconnier A, Chabbert-Buffet N, et al. (2010). Clinical Practice Guidelines on Menorrhagia: Management of Abnormal Uterine Bleeding Before Menopause. European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology 152:133-137.

Maulana, Mirza. (2009). Seluk Beluk Reproduksi dan Kehamilan. Yogyakarta: Gerai Ilmu.

McCaffery, M., Beebe, A., et al. (1989). Pain : Clinical Manual for Nursing Practice. Mosby St. Louis: MO.

Mohapatra, D. et al. (2016). A Study of Relation between Body Mass Index and Dysmenorrhea and its Impact on Daily Activity of Medical Students. Asian Journal Pharmceutical and Clinical Research. Notoatmodjo, Soekidjo. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Notoatmodjo, Soekidjo. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2015). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis. Jakarta: Salemba Medika.

Nurwana, Sabilu, Y., & Fachlevy, A. F. (2017). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenorea pada Remaja Putri di SMA Negeri 8 Kendari Tahun 2016. Ilmiah, 2017; 2(6): 1-14.

Oktavia, N. (2016). 6 Cara Alami Atasi Nyeri Haid. https://www.klikdokter.com/healthnewstopic/health-topics. Diakses pada tanggal 8 Januari 2020.

Pebrina, Melia. (2016). Hubungan Status Gizi dengan Keteraturan Siklus Menstruasi pada Siswi Remaja di SMA N 12 Padang Tahun 2015. Jurnal Kesehatan Medika Saintika. 7(2): 67.

Potter & Perry. (2006). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Edisi 4. Jakarta: EGC.

Potter & Perry. (2009). Fundamental Keperawatan Edisi 7. Terjemahan Ferderika A. Jakarta: Salemba Medika.

Rahmawati, Tatik. (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dismenorea Mahasiswi Pendidikan Biologi UIN Walisongo Semarang terhadap Sikap Mengatasi Dismenorea Primer. Skripsi, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Rohmat. (2013). Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Metode Diskusi, dan Pendidikan Kewarganegaraan. http://eprints.walisongo.ac.id/984/3/083911045_Bab2. pdf. Diakses pada tanggal 8 Januari 2020.

Sarwono. (2009). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: YBP-SP

Sarwono. (2011). Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Shah et al. (2014). Menstrual Characteristics and Prevalence of Dysmenorrhoea Among Female Physiotherapy Students. International Journal of Medicine & Health Research IJMHR 42 Volume 1.

Shuying, Michael S, Terence D, Robert N, Alison V. (2009). Obesity and Menstrual Irregulary: Associations with SHBG, Testosterone, and Insulin. 7(5):1070- 76.

Sinaga, Ernawati et al. (2017). Manajemen Kesehatan Menstruasi. Jakarta: Universitas Nasional IWWASH Global One.

Sugiharti R. K. (2018). Hubungan antara Status Gizi dengan Kejadian Dismenorea. Jurnal Kesehatan Al-Irsyad. XI(2): 19-25.

Triyanto, E. (2010). Pengalaman Masa Pubertas Remaja Studi Fenomenologi di Purwokerto. Jurnal Ners 5(2): 147-148.

Wahyuni, Rika Sri & Oktaviani, Witri. (2018). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Dismenore pada Remaja Putri SMP PGRI Pekanbaru. Jurnal Endurance. 3(3): 132.

Waryana. (2010). Gizi Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Rahima.

Unduhan

Diterbitkan

11-11-2022

Cara Mengutip

Arismawati, D. F., & Mayasari, B. (2022). STUDI KORELASI BODY MASS INDEX (BMI) DENGAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI MAN 2 MOJOKERTO . Journals of Ners Community, 13(5), 569–579. Diambil dari https://journal.unigres.ac.id/index.php/JNC/article/view/2091