PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN MAHASISWI KEPERAWATAN TINGKAT II ITEKES BALI TERKAIT PENGGUNAAN AKUPRESUR DALAM MENGATASI NYERI HAID

Penulis

  • Ida Ayu Suptika Strisanti Program Studi Sarjana Terapan Akupuntur dan Pengobatan Herbal Institut Teknologi dan Kesehatan Bali
  • Ida Ayu Anom Rastiti Program Studi Sarjana Terapan Akupuntur dan Pengobatan Herbal Institut Teknologi dan Kesehatan Bali
  • Kesari Dharmapatni Program Studi Ilmu Keperawatan Institut Teknologi dan Kesehatan Bali

Kata Kunci:

Akupresur, nyeri haid, nyeri haid primer, remaja

Abstrak

Nyeri haid merupakan suatu kondisi yang seringkali dialami oleh wanita yang ditandai dengan adanya rasa nyeri pada uterus atau perut bagian bawah ketika menstruasi. Kondisi ini umumnya dapat dibedakan menjadi nyeri haid primer dan nyeri haid sekunder. Berdasarkan data profil kesehatan Indonesia pada tahun 2016 menunjukan 64.25% wanita mengalami nyeri haid dalam siklus kehidupannya dan sebanyak 54.89% dari data tersebut terindikasi mengalami nyeri haid primer. Terdapat pula data yang menyebutkan bahwa seorang perempuan harus kehilangan 3 hari perbulan untuk beristirahat dan tidak mengikuti proses pembelajaran yang disebabkan oleh nyeri haid sehingga penting diberikan pendidikan kesehatan terkait penggunaan akupresur untuk mengatasi nyeri haid. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan terkait penggunaan akupresur untuk mengatasi nyeri haid pada mahasiswi keperawatan ITEKES Bali. Pada penelitian ini sebanyak 71 orang mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan Tingkat II ITEKES Bali bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent terlebih dahulu. Pra-eksperiment digunakan sebagai metode penelitian dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Data yang diperoleh pada penelitian ini diolah menggunakan uji Descriptive statistic dan Wilcoxon Signed Rank Test. Setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai penggunaan akupresur untuk mengatasi nyeri haid, terjadi peningkatan skor pengetahuan dimana skor pre-test adalah Md=5.00 meningkat secara sinifikan menjadi Md=8.00 dengan p-value 0.023, r=0.6, z= -7.301 post pemberian pendidikan kesehatan.  Dapat disimpulkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan responden terhadap penggunaan akupresur untuk mengatasi nyeri haid. Selanjutnya diharapkan setelah terjadinya peningkatan pengetahuan ini, akan terjadi perubahan perilaku dimana remaja dapat mempergunakan metode pengobatan akupresur untuk mengatasi masalah nyeri haid.

Referensi

Kulkarni, A., Deb, S. (2019). Dysmenorrhoea. Obstetrics, Gynaecology and Reproductive Medicine Elsevier, 29:10.

Latifah, U., Prastiwi, R.S., Andari, I.D. (2020) Reducing Dysmenorrhea using Acupressure on Teenage Girl at Pratama Clinic of Harapan Bersama Tegal. Jurnal Kebidanan, 10 (1), 43-47.

Woo, H.L., Ji,H.R.,Pak, Y.K.,Lee, H., Heo, S.J., Lee, J.M., Park, K.S. (2018). The Efficacy and Safety of Acupuncture in Women With Primary Dysmenorrhea. Journal of Medicine, 97-23.

Cho, S.H., Hwang, E.W. (2010). Acupressure for primary dysmenorrhea: A systematic review. Complement Ther Med, 18 (1), 49-56.

Induniasih., Ratna, W. (2017). Promosi Kesehatan, Pendidikan Kesehatan dalam Keperawatan. Yogyakarta:Pustaka Baru. ISBN: 978-602-6237-39-2

Santika, I.G.P.N.A. (2015). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dan Umur Terhadap Daya Tahan Umum (Kardiovaskuler) Mahasiswa Putra Semester II Kelas A Fakultas Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan IKIP PGRI Bali Tahun 2014. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi. Vol.1, 42-47.

French, L. (2005). Dysmenorrhea. American Family Physician. 17 (2).

Ridwan, M., Herlina. (2015). Metode Akupresur Untuk Meredakan Nyeri Haid. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, 7 (1), 51-56.

Sukini, T., Lestari, T.W., Mundarti. (2011). Akupresure dan Pengurangan Nyeri Haid (Dismenore Primer). Diperoleh tanggal 14 Mei 2022 dari http://www.googlescholar.com.

Larasati, T., Alatas, F. (2016). Dismenore Primer dan Faktor Resiko Dismenore Primer pada Remaja. J.Mayor. 5 (3).

Islamy, A., Farida. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Siklus Mentsruasi Pada Remaja Putri Tingkat III. Jurnal Keperawatan Jiwa. 7 (1), 13-18.

Kashefi, F., Ziyadlou, S., Khajehei, M., Ashraf, A.R. Fadaee, A.R., Jafari, P. (2010). Effect of acupressure at the Sanyinjiao point on primary dysmenorrhea: A randomized controlled trial. Complement Ther Clin Pract. 16 (4), 198-202. DOI: 10.1016/j.ctcp.2010.04.003

Latifah, U., Prastwi, R.S., Andari, I.D. (2020). Reducing Dysmenorrhea using Accupressure on Teenage Girl at Pratama Clinic of Harapan Bersama Tegal. Jurnal Kebidanan. 10 (1), 43-47.

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan Perilaku Kesehatan Ilmu Terapan. Bumi Aksara. ISBN: 978-979-5188-698

Widodo, B. (2014). Pendidikan Kesehatan dan Aplikasinya di SD/MI. Madrasah. 7 (1), 89-100.

Unduhan

Diterbitkan

13-11-2022

Cara Mengutip

Suptika Strisanti, I. A., Ayu Anom Rastiti , I., & Kesari Dharmapatni , N. W. . (2022). PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN MAHASISWI KEPERAWATAN TINGKAT II ITEKES BALI TERKAIT PENGGUNAAN AKUPRESUR DALAM MENGATASI NYERI HAID. Journals of Ners Community, 13(5), 548–558. Diambil dari https://journal.unigres.ac.id/index.php/JNC/article/view/1809