HUBUNGAN LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN PENYIMPANGAN PERILAKU PADA REMAJA AWAL USIA 13-14 TAHUN DI SMPN MOJOANYAR
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v11i1.1004Abstract
Berdasarkan perspektif psikologi perkembangan, masa remaja merupakan masa yang kritis. Lingkungan sekolah turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar. Kualitas guru, metode mengajarnya, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak, keadaan fasilitas atau perlengkapan di sekolah, pelaksanaan tata tertib sekolah, dan sebagainya, semua ini turut mempengaruhi keberhasilan anak. fenomena yang terjadi saat ini banyak sekali pergaduhan yang dilakukan oleh remaja, merokok di lingkungan sekolah, sering tidak masuk sekolah kadang bertengkar di area sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan edukasi terhadap remaja awal tentang penyimpangan perilaku sehingga dapat menumbuhkan karakter yang baik bagi siswa.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini, adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMPN Mojoanyar Kabupaten Mojokerto yang masuk catatan BK, sejumlah 78 siswa. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden. Metode sampling yang digunakan simple random sampling. Kriteria inklusi seluruh siswa kelas VIII yang berusia 13-14 tahun di SMPN Mojoanyar Teknik pengumpulan data dependen dan independen penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner. Setelah dianalisis dengan menggunakan uji spearman correlation dengan tingkat kemaknaan 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden penyimpangan perilakunya dalam kategfori negative sebanyak 36 responden (55,4%). Beradasarkan hasil uji statistic diketahui bahwa nilai Uji corelasi spearman rho p value = 0,555 artinya ada hubungan antara lingkungan sekolah dengan penyimpangan perilaku pada remaja awal usia 13-14 tahun di SMPN Mojoanyar Kabupaten Mojokerto.
Melihat hasil penelitian ini maka upaya yang dapat dilakukan di lingkungan sekitar khususnya sekolah yaitu dengan cara mengubah sistem pengajaran yang lebih menekankan pada aspek kognitif, ke sistem pengajaran yang seimbang antara kognitif, afektif dan psikomotor.
Kata Kunci: Lingkungan Sekolah, Penyimpangan Perilaku
DOI: 10.5281/zenodo.4736076
References
Dalyono, M. (2011). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Gunarsa, S. D, dan Gunarsa, Y. S. D (2013). Psikologi Anak dan Remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia
Hasbullah. (2010). Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta
Hefri, Asra Omika (2012). Perilaku Menyimpang. Diakses pada tanggal 1 januari 2017 dengan alamat http://infosos.wordpress.com/kelas-x/perilaku-menyimpang/
Karmila, M. (2011). Kecemasan dan Dampak dari Perilaku Seksual Pranikah pada Mahasiswa. Skripsi. Program Studi Psikologi. Fakultas Kedokteran. UNS. Surakarta.
Kartono, K. (2016). Psikologi Wanita Mengenal Gadis Remaja dan Wanita Dewasa. Jilid I. Bandung: Mandar Maju
Nursalam (2010). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pedoman skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Samino. (2012). Analisis Perilaku Sex Remaja SMAN 14 Bandar Lampung 2011. Jurnal Dunia Kesmas Vol 1. Nor 4 : 175-183.
Sarwono, S (2010). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali
Sofyan S. Willis (2011). Remaja dan Masalahnya. Bandung: Alfabeta
Walgito, B (2010). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi
Widianingsih, R. dan M. M. R. Widyarini. (2015). Dukungan Orangtua dan Penyesuaian Diri Remaja Mantan Pengguna Narkoba. Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 : 10-15.
Yusuf, Syamsu (2011). Psikologi Perkembangan Anak Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.