Ekonomi Analisis Efektivitas Pendistribusian Beasiswa Pendidikan: Studi Kasus Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendikia Baznas Di Universitas Sultan Thaha Saifuddin Jambi 2024

Authors

  • Arahu Arahu UIN Sulthan Taha Saifudin Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36418/gemaekonomi.v15i2.3220

Abstract

Background : Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) merupakan salah satu upaya strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang berkeadilan bagi mahasiswa kurang mampu. Secara nasional, BCB telah menjangkau 6.346 mahasiswa di 113 perguruan tinggi selama 2018–2024. Namun, evaluasi pada tingkat institusi masih terbatas, sehingga cakupan nasional belum dapat sepenuhnya merepresentasikan kualitas implementasi program di tingkat lokal.

Objective : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penyaluran Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) di UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi pada tahun 2024 sebagai upaya strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa kurang mampu.

Methods : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan pada Agustus 2025 melalui wawancara semiterstruktur terhadap delapan informan kunci yang dipilih secara purposif, terdiri atas enam penerima beasiswa, satu pengelola bidang akademik dan kemahasiswaan, serta satu pengelola BAZNAS Jambi. Data juga didukung oleh observasi nonpartisipan dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu serta member checking. Efektivitas dioperasionalkan melalui tiga indikator, yaitu ketepatan sasaran, kecukupan bantuan, dan dampak program terhadap keberlanjutan studi.

Results : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan sasaran telah tercapai karena penerima memenuhi kriteria prestasi akademik dan kondisi ekonomi sebagai mustahik yang diverifikasi melalui proses seleksi berlapis. Namun, efektivitas pada aspek kecukupan bantuan masih bersifat parsial. Bantuan dengan jumlah tetap sebesar Rp3.000.000 per semester belum sepenuhnya mencukupi penerima dengan beban biaya pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, kuota program hanya mampu menyerap 12 dari sekitar 150 pendaftar.

Implications : Kebaruan penelitian ini terletak pada operasionalisasi efektivitas distribusi zakat pada tingkat institusi pendidikan. Secara kebijakan, BAZNAS dan perguruan tinggi perlu mempertimbangkan alokasi bantuan yang lebih proporsional berdasarkan besaran biaya pendidikan penerima serta meningkatkan sosialisasi program secara terstruktur untuk memperluas akses informasi dan pemerataan kesempatan memperoleh beasiswa.

.

Downloads

Published

2026-08-24