Strategi Penguatan Kemandirian Ekonomi Pesantren melalui Usaha Budidaya Jamur Tiram Berdasarkan Analisis SWOT
DOI:
https://doi.org/10.36418/gemaekonomi.v15i2.3217Abstract
Latar Belakang: Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang menyimpan potensi ekonomi tinggi, sehingga kemandirian ekonomi menjadi kebutuhan penting bagi pengembangan pesantren, seperti yang diterapkan Pondok Pesantren Darul Mustofa di Kabupaten Lampung Tengah melalui usaha budidaya jamur tiram.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kemandirian ekonomi pesantren melalui budidaya jamur tiram dan menganalisisnya menggunakan analisis SWOT. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan informan kunci pengasuh pondok pesantren yang sekaligus pemilik usaha jamur tiram, serta informan pendukung berupa santri dan masyarakat sekitar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi data.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi Pesantren Darul Mustofa diwujudkan melalui pemberdayaan aset manusia yang memberdayakan santri dan masyarakat, aset modal keuangan melalui lokasi usaha dan modal dari pemilik usaha, serta aset sosial yang memengaruhi nilai dan sikap hidup sehat melalui kandungan gizi jamur tiram.
Kesimpulan: Analisis SWOT menunjukkan usaha berada pada posisi growth, dengan strategi peningkatan produksi, penambahan karyawan, inovasi, dan optimalisasi hasil. Implikasi praktis penelitian ini menegaskan perlunya pelatihan sumber daya manusia yang sistematis, penguatan kemitraan pembiayaan syariah, dan perbaikan fasilitas produksi bagi Pondok Pesantren Darul Mustofa maupun pesantren lain dengan karakteristik usaha serupa guna memperkuat kemandirian ekonominya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Haris Santoso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All right reserved. The articles in this journal are under copyright of Jurnal Gema Ekonomi and the author of this article. No part of the articles may be reproduced without permission of the journal management.