Analisa Sistem Realtime Monitoring Gempa Dan Kualitas 6 Data Stasiun Seismograph Berdasarkan Kondisi Studi Spektrum Jaringan Indonesia Tsunami Early Warning System (Inatews)

Penulis

  • Handry Aprizen University Global Jakarta
  • Yanuar Zulardiansyah Arief University Global Jakarta
  • Ariep Jaenul University Global Jakarta
  • Devan Junesco Vresdian University Global Jakarta

Abstrak

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memasang banyak peralatan seismograph di wilayah Indonesia untuk memantau kejadian gempabumi. Kegiatan ini merupakan kondisi pengamatan peralatan sensor InaTEWS di seluruh Indonesia, dengan menggunakan alat bantu software SQLX. Pengamatan kondisi peralatan dilakukan setiap periode tiga bulanan selama setahun untuk memperoleh data yang akurat alat harus ditempatkan pada lokasi yang ideal. Pemilihan lokasi yang ideal dapat dilihat dari spektrum rekaman seismograph dan berada pada batasan Peterson Model. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi lokasi penempatan sensor seismograph yang telah dipasang di 162 lokasi di Indonesia terdiri dari 118 Stasiun Sistem LIBRA (Ina), 12 Stasiun Sistem JISNET (Jepang), 20 Stasiun Sistem GFZ (Jerman), 7 Stasiun Sistem CEA (China), dan 5 Stasiun CTBTO (Ina). Dari data rekaman tahun 2021 dengan menggunakan analisi power spectral density (PSD) dan probability density function (PDF). Dari pengamatan tersebut dihasilkan peralatan dalam kondisi baik sebanyak 81 unit, peralatan dalam kondisi sedang sebanyak 56 unit, peralatan dalam kondisi rusak sebanyak 17 unit, peralatan dalam kondisi kesalahan metadata sebanyak 1 unit, dan peralatan dalam kondisi mati sebanyak 27 unit. Dari penelitian tersebut diperoleh 57% seismograph ditempatkan pada lokasi ideal dan 43% tidak ideal.

Unduhan

Diterbitkan

2022-11-11

Terbitan

Bagian

Artikel