http://journal.unigres.ac.id/index.php/JurnalMagister/issue/feed Jurnal Magister 2022-11-23T13:50:25+07:00 Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Manajemen Pendidikan</strong></p><p>Jurnal "Magister" diterbitkan oleh Program Pascasarjana-Universitas Gresik sebagai terbitan berkala yang menyajikan informasi dan analisis persoalan pendidikan dan Manajemen Pendidikan yang relevan dengan perkembangan Jaman</p> http://journal.unigres.ac.id/index.php/JurnalMagister/article/view/2186 PENGARUH SUPERVISI MANAJERIAL DAN INTENSITAS SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU GUGUS SEKOLAH II PURWODADI PASURUAN 2022-11-23T10:56:50+07:00 Dedik Iwan Setiawan, Taufiq Harris manajemenpendidikanunigres@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh supervisi manajerial dan intensitas supervisi kepala sekolah terhadap kinerja Guru Gugus Sekolah II Purwodadi Pasuruan baik secara terpisah maupun simultan.<br>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi dan sampel sebanyak 20 orang guru Gugus Sekolah II Purwodadi Pasuruan yang terdiri dari 12 orang guru swasta dan 8 orang guru Negeri.Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan analisis kuantitatif menggunakan uji korelasi dan regresi.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi manajerial kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru Gugus Sekolah II Purwodadi Pasuruan. Pengaruh ini dapat dilihat dari hasil pengolahan data yang menunjukan nilai thitung variabel supervisi manajerial kepala sekolah sebesar 5,051 &gt; 1,725 dengan nilai Sig sebesar<br>0.000 &lt; 0.05 sedangkan pengaruhnya sebesar 58,6,sisanya sebesar 41,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Begitu juga dengan intensitas supervisi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru Gugus Sekolah II Purwodadi Pasuruan dengan nilai thitung 2,491 &gt; 1,725 dengan pengaruh sebesar 25,6%, sisanya sebesar 74,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Supervisi manajerial kepala sekolah dan intensitas supervisi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru Gugus Sekolah II Purwodadi Pasuruan dengan nilai fhitung sebesar 12,895 &gt; 3,098 dengan nilai signifikan 0,000 &lt; 0,05. Sedangkan pengaruhnya sebesar 60,3%, sisanya 39,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini</p> 2022-11-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 http://journal.unigres.ac.id/index.php/JurnalMagister/article/view/2190 BUDAYA TANGGUNGJAWAB KETERBUKAAN DAN KERJASAMA YANG BAIK SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI 2022-11-23T12:44:56+07:00 Siti Kaspiatun, Suyitno manajemenpendidikanunigres@gmail.com <p>Budaya sekolah dapat dikembangkan terus-menerus kearah yang lebih positif. aspek-aspek mengenai budaya utama yang direkomendasikan untuk dikembangkan sekolah yaitu budaya jujur, saling percaya, kerja sama, tanggungjawab, disiplin dan efisien dan berprestasi. Budaya tersebut jika diterapkan, akan memberikan dampak untuk peningkatan mutu sekolah.Tujuan dari Penelitian ini yaitu mengungkap lebih mendalam tentang budaya tanggungjawab keterbukaan dan kerjasama sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi pada MTs SA Miftahul Hikmah Parengan dan MTs Islamiyah Kedungjambe Singgahan Kabupaten Tuban, yang memiliki karakteristik budaya yang berbeda, baik nilai yang dianut, maupun cara meningkatkan mutu pendidikan. Fokus dari penelitian ini tertuju pada tiga hal, yaitu (a) bagaimana budaya tanggungjawab keterbukaan dan kerjasama yang baik di MTs SA Miftahul Hikmah Parengan dan MTs Islamiyah Kedungjambe Singgahan Kabupaten Tuban; (b) bagaimana cara Kepala Sekolah menciptakan budaya tanggungjawab keterbukaan di MTs SA Miftahul Hikmah Parengan dan MTs Islamiyah Kedungjambe Singgahan Kabupaten Tuban; dan (c) bagaimana prestasi siswa di MTs SA Miftahul Hikmah Parengan dan MTs Islamiyah Kedungjambe Singgahan Kabupaten Tuban. Adapun pendekatan dari penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan studi multi situs. Orientasi yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan fenomenologis, sedangkan informan ditetapkan secara purposif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara mendalam; (2) observasi partisipan; dan (3) studi dokumentasi. Kemudian data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisir, ditafsir, dan dianalisis secara berulang-ulang, baik melalui analisis dalam situs maupun analisis lintas situs, dalam rangka menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian. Kredibilitas data di cek dengan prosedur triangulasi, pengecekan anggota, dan diskusi teman sejawat. Sedangkan dependabilitas dan konfirmabilitas dilakukan oleh para pembimbing sebagai dependent auditor. Temuan hasil penelitian ini yaitu : 1) Sekolah melaksanakan budaya tanggungjawab, keterbukaan dan kerjasama yang baik terstruktur dalam kegiatan sehari hari dan terbentuk karakter (kepribadian siswa) yang baik maka akan menjadi sekolah unggul dalam prestasi dan berakhlak / berbudi pekerti terpuji sesuai dengan visi misi sekolah; 2) Cara Kepala Sekolah menciptakan budaya tanggungjawab, keterbukaan dan kerjasama melalui program kegiatan pengembangan diri secara terprogram (layanan konseling, kegiatan ekstrakurikuler yang masuk dalam kurikulum) dan kegiatan tidak terprogram yang dilakukan sehari hari, dengan mensosialisasikan program kegiatan pengembangan atau pembiasaan kepada semua warga sekolah ( guru, TU Staf dan siswa), ikut aktif dan berperan langsung dalam kegiatan pembiasaan, melaksanakan evaluasi, memberi umpan balik ataupun solusi dari setiap evaluasi hasil kegiatan yang didukung peran aktif semua dewan guru dalam mensukseskan program pengembangan<br>2<br>diri siswa dalam pembiasaan yang dilaksanakan disekolah untuk menciptakan karakter budaya tanggungjawab, keterbukaan dan kerjasama sehingga menjadikannya sekolah yang unggul dalam prestasi dan berakhlak / berbudi pekerti yang baik; 3) Hasil belajar siswa setiap tahunnya meningkat, karena kedisiplinan siswa terbentuk melalui pembiasaan budaya tanggungjawab keterbukaan dan kerjasama yang menyebabkan kedisiplinan belajar juga ikut meningkat maka prestasi siswa akan meningkat diantaranya prestasi akademik dan non akademik diperoleh selama 4 tahun terakhir ini, nilai rata-rata raport meningkat, dan lulusan akan diterima di SMA favorit di tingkat Kabupaten maupun Kecamatan, serta prestasi di bidang non akademik pun meningkat</p> 2022-11-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 http://journal.unigres.ac.id/index.php/JurnalMagister/article/view/2192 KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM RANGKA MENINGKATKAN BUDAYA MUTU SEKOLAH (Studi Multi Situs Pada SDN Sembung 2 dan SDN Ngawun 2, Parengan, Tuban) 2022-11-23T13:04:16+07:00 Suntari, Rochmanu Fauzi manajemenpendidikanunigres@gmail.com <p>Budaya mutu dimulai dengan komitmen mutu dari semua komponen sekolah, kerjasama, dan kepemimpinan kepala sekolah yang kuat. Ketiga hal ini mendorong setiap komponen sekolah untuk merealisasikan standar dan pinsip mutu dalam dinamika sekolah. Budaya mutu nampak pada layanan pendidikan yang bermutu. Indikator utamanya adalah kepuasaan pelanggan, baik internal dan eksternal. Komitmen yang dituntut dari setiap komponen sekolah terutama kepala sekolah, guru, peserta didik yaitu berpikir dan betindak yang logis untuk menghasilkan yang terbaik, berorientasi ke masa depan, terbuka dan adaptif terhadap perubahan, melakukan penyempurnaan terus menenus, dan merubah cara pandang terhadap sesuatu.<br>Penelitian ini bermaksud mengungkap lebih mendalam tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan budaya mutu sekolah pada SDN Sembung 2 dan SDN Ngawun 2, Parengan, Tuban, yang memiliki karakteristik budaya yang berbeda, baik nilai yang dianut, maupun cara meningkatkan mutu pendidikan.<br>Fokus dari penelitian ini tertuju pada tiga hal, yaitu (a) bagaimana kepemimpinan kepala sekolah di SDN Sembung 2 dan SDN Ngawun 2, Parengan Tuban; (b) bagaimana cara kepala sekolah meningkatkan budaya mutu sekolah di SDN Sembung 2 dan SDN Ngawun 2, Parengan, Tuban; dan (c) bagaimana budaya mutu sekolah di SDN Sembung 2 dan SDN Ngawun 2, Parengan, Tuban.<br>Adapun pendekatan dari penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan studi multi situs. Orientasi yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan fenomenologis, sedangkan informan ditetapkan secara purposif.<br>Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara mendalam;<br>(2) observasi partisipan; dan (3) studi dokumentasi. Kemudian data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisir, ditafsir, dan dianalisis secara berulang-ulang, baik melalui analisis dalam situs maupun analisis lintas situs, dalam rangka menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian. Kredibilitas data di cek dengan prosedur triangulasi, pengecekan anggota, dan diskusi teman sejawat. Sedangkan dependabilitas dan konfirmabilitas dilakukan oleh para pembimbing sebagai dependent auditor</p> 2022-09-11T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 http://journal.unigres.ac.id/index.php/JurnalMagister/article/view/2194 ANALISIS KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA INOVATIF GURU DI SDN KEJAPANAN IV DAN SDN NGERONG KECAMATAN GEMPOL KABUPATEN PASURUAN 2022-11-23T13:36:57+07:00 Silvia Novitasari, Hermanoadi manajemenpendidikanunigres@gmail.com <p>Kepala sekolah sebagai seorang manager harus memiliki kompetensi administrasi dan kelembagaan, sehingga dapat melakukan fungsi pengawasan dan kendali terhadap tugas. Oleh karenanya kepala sekolah juga harus mempunyai kompetensi dan keterampilan profesional sebagai guru, sehingga mampu memberikan supervisi yang baik kepada bawahannya. Dengan adanya kepala sekolah yang mempunyai kualitas dapat membawa arah sekolah sesuai dengan tujuan dari pendidikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui analisis kemampuan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja inovatif guru dan Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja inovatif guru serta Untuk mengetahui pengaruh analisis kemampuan manajerial kepala sekolah dan motivasi terhadap kinerja inovatif guru di SDN Kejapanan IV dan SDN Ngerong Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.<br>Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu jenis penelitian yang pada dasarnya mengg unakan pendekatan deduktif induktif. Penelitian ini menggunakan sampel, karena sampel menrupakaan wakil dari populasi maka mencerminkan populasinya. Dalam penelitian ini menggunakan seluruh populasi karena jumlahnya kecil. Sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak<br>40 sampel.<br>Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Kemampuan manajerial kepala sekolah berdampak pada motivasi kerja, hal ini dilihat dari uji t dimana nilai t-hitung yang dihasilkan sebesar 3,650 dengan tingkat signifikan sebesar 0,001. Karena tingkat signifikan yang dihasilkan kurang dari 5%, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan manajerial kepala sekolah sekolah (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja inovatif guru (Y), dan besarnya pengaruh kemampuan manajerial kepala sekolah sekolah (X1) terhadap kinerja inovatif guru (Y) adalah 26,52%. 2) Motivasi kerja berdampak pada kinerja inovatif guru, hal ini dilihat dari uji t dimana nilai t-hitung yang dihasilkan sebesar 2,841 dengan tingkat signifikan sebesar 0,007. Karena tingkat signifikan yang dihasilkan kurang dari 5%, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja inovatif guru (Y), dan besarnya motivasi kerja (X2) terhadap kinerja inovatif guru (Y) adalah 17,89%. 3) Hasil uji secara simultan dapat dilihat dari nilai Fhitung yang dihasilkan sebesar 10,041 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 5%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan manajerial kepala sekolah sekolah yang baik dan diimbangi oleh motivasi kerja yang tinggi maka kinerja inovatif guru akan semakin baik.</p> 2022-09-12T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 http://journal.unigres.ac.id/index.php/JurnalMagister/article/view/2195 PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS IT DI SD NEGERI PUSUNGMALANG II KECAMATAN PUSPO KABUPATEN PASURUAN 2022-11-23T13:42:49+07:00 Very Brillianto, Ahmad Thohirin manajemenpendidikanunigres@gmail.com <p>Salah satu data penting di dunia pendidikan adalah Data Pokok Pendidikan. Data Pokok Pendidikan yang selanjutnya disingkat Dapodik. Di dalam Permendikbud RI No 79 Tahun 2015 tertulis pengertian Dapodik yang secara singkat dapat diartikan sebagai sistem pendataan yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang di dalamnya terdapat data sekolah, data siswa, data pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), dan data substansi pendidikan yang didapatkan langsung dari satuan pendidikan. Untuk dapat melaksanakan perencanaan dan program program pendidikan secara tepat sasaran tentu dibutuhkan data yang valid, cepat, dan up to date. Selama ini data dapodik di lingkungan sekolah hanya terdapat di komputer operator sekolah. Untuk dapat mengakses dapodik PTK yang lain dapat mengaksesnya melalui laptop dapodik pada operator atau melalui web dapodik.<br>Berdasarkan observasi awal ditemukan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan ternyata jarang memeriksa data dan mengupdate data diri secara berkala dan sukarela pada dapodik, ada beberapa alasan yang mengakibatkan hal ini terjadi diantaranya yaitu PTK tidak mengingat alamat web dapodik; lupa password masuk dapodik; enggan membuka situs web. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan alat yang dapat memudahkan akses data sehingga dapat menunjang validasi data. Melalui observasi peneliti kemudian melakukan analisis SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta melalui pendekatan R&amp;D peneliti bermaksud mengembangkan alat berupa bot Telegram sebagai penghubung yang aman dan mudah antara PTK dan data Dapodik.<br>Melalui penelitian ini didapatkan hasil bahwa hampir semua PTK setuju bahwa akses data pada bot Telegram terasa lebih mudah daripada melalui web dapodik. PTK merasakan bahwa dibandingkan data dapodik di website nya tampilan bot lebih sederhana, loadingnya lebih cepat, tidak memerlukan proses login sehingga tidak perlu mengingat ingat password, mudah diakses dan mudah penggunaannya. dan secara umum PTK merasakan puas dengan layanan bot.</p> 2022-09-12T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 http://journal.unigres.ac.id/index.php/JurnalMagister/article/view/2196 EFEKTIVITAS STUDI KORELASI KEPEMIMPINAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI GUGUS SEKOLAH II KECAMATAN PURWOSARI KAPUBATEN PASURUAN 2022-11-23T13:50:25+07:00 Luluk Inayatul Ilma, A. Faizin manajemenpendidikanunigres@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) adanya korelasi antara kepemimpinan manajerial kepala sekolah dengan mutu pendidikan di SDN Martopuro I dan SDN Kertosari II; (2) adanya korelasi antara kompetensi profesional guru terhadap mutu pendidikan di SDN Martopuro I dan SDN Kertosari II. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dimana diberikan sebuah angket kepada seluruh guru yang bekerja di SDN Martopuro I dan SDN Kertosari II serta wawancara pada beberapa guru yang bekerja di SDN Martopuro I dan SDN Kertosari II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi kepemimpinan manajerial kepala sekolah terhadap mutu pendidikan di SDN Martopuro I dan SDN Kertosari II karena sistem manajemen yang baik yang dapat dilihat dari segi perencanaan, koordinasi, memimpin dengan mengarahkan dan melakukan pengawasan atau pengendalian. Korelasi tersebut ditandai dengan perolehan hasil angket kepemimpinan manajerial rata-rata pada kedua sekolah masing-masing sebesar 89,50% dan 86,25% dan diimbangin dengan perolehan hasil angket mutu pendidikan masing-masing sebesar 91,00% dan 87,75%. Selain itu juga terdapat korelasi kompetensi profesional guru terhadap mutu pendidikan di SDN Martopuro I dan SDN Kertosari II karena dengan penguasaan materi, kemampuan pengelolaan kelas, kemampuan berinteraksi, dan kemampuan dalam pengembangan diri yang baik maka akan mempengaruhi kualitas mengajar seorang guru sehingga mempengaruhi mutu pendidikan. Hal ini ditandai dengan adanya perolehan hasil angket kompetensi profesional yang memperoleh rata-rata total persentase masing-masing 90,75% dan 87,25%.</p> 2022-09-12T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022