HUBUNGAN POLA ASUH DAN POLA PEMBERIAN MP – ASI PADA BAYI KEKURANGAN ENERGI PROTEIN
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v11i1.984Abstract
Menurut penelitian, pola asuh memiliki hubungan signifikan terhadap gizi kurang pada anak. Berdasarkan Riskesdas 2018, di Nusa Tenggara Barat, kasus kurang gizi pada bayi di bawah dua tahun paling banyak ditemukan di Lombok Tengah (19,08%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan pola pemberian MP – ASI pada bayi KEP usia 6 – 11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Puyung Lombok Tengah.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menerapkan desain cross-sectional. Populasi penelitian yaitu 27 orang ibu atau pengasuh bayi KEP usia 6 – 11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Puyung Lombok Tengah yang dipilih dengan total sampling sehubungan dengan jumlah populasi yang relatif kecil. Pengambilan data melalui wawancara terstruktur dan observasi dengan instrumen kuesioner dan timbangan dacin, dilengkapi dengan data sekunder dari instansi terkait. Analisis data menggunakan uji independent chi-square dan deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui 11,10% responden memiliki pola asuh berkategori baik, serta 11,10% responden memiliki pola pemberian MP – ASI yang sesuai. Terdapat hubungan signifikan secara statistik antara pola asuh dengan pola pemberian MP – ASI (p = 0,005). Mobilisasi dan sosialisasi lintas program dan lintas sektor dalam meningkatkan pola asuh dan pola pemberian MP – ASI secara khusus pada bayi KEP 6 – 11 bulan, serta secara umum pada balita perlu ditingkatkan.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola asuh dengan pola pemberian MP – ASI, artinya terdapat perbedaan pola pemberian MP – ASI pada bayi KEP usia 6 – 11 bulan yang disebabkan perbedaan pola asuh. Semakin baik pola asuh, maka sebaik pula pemberian MP – ASI.
Kata Kunci: Bayi KEP, Pola Asuh, Pola Pemberian MP – ASI
DOI: 10.5281/zenodo.4736100
References
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications, Inc.
Dahlan, M. S. (2010). Mendiagnosis dan Menata Laksana 13 Penyakit Statistik: disertai Aplikasi Program Stata. SAGUNG SETO.
Damayanti dan Fatonah S. (2016). Hubungan pola pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi balita usia 6 – 24 bulan pada salah satu desa di Wilayah Lampung Timur. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik. 12(2), 257 – 263. doi: http://dx.doi.org/10.26630/jkep.v12i2.608.
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2002). Pembagian Pemberian Makanan Bayi Usia 0 – 24 Bulan.
Diniyyah, S. R. dan Nindya, T. S. (2017). Asupan energi, protein dan lemak dengan kejadian gizi kurang pada balita usia 24 - 59 bulan di Desa Suci, Gresik. Amerta Nutr. 341 – 350. doi: 10.2473/amnt.v1i4.2017.341-350.
Fatmawati, W.; Setyobroto, I.; dan Suryani, I. (2017). Analisis pola asuh gizi balita Kurang Energi Protein (KEP) yang mendapat PMT-P di Puskesmas Playen I Kabupaten Gunungkidul. Skripsi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta.
Hatta, H. dan Maesarah. (2018). Faktor yang berhubungan dengan kejadian KEP pada anak balita di Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala Kota Makassar. Jurnal Hibualamo. 2(2).
Hidayah N., Rita, W., Anita, B., Podesta, F., Ardiansyah, S., Subeqi, A. T., Nasution, S. L., dan Riastuti, F. (2019). Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting (rekomendasi pengendaliannya di Kabupaten Lebong). Riset Informasi Kesehatan. 8(2). doi: https://doi.org/10.30644/rik.v8i2.237
Hidayathillah, A. P. dan Mulyana E. (2018). Hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi pada balita usia 1 – 5 tahun di Desa Selokgondang Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang. Jurnal Info Kesehatan. 8(1).
Kau, Z. S., Kasim, V. N., dan Dulahu, W. Y. (2017). Hubungan pola pemberian MP-ASI dengan status gizi baduta di wilayah Puskesmas Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Skripsi. Universitas Negeri Gorontalo Repository.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/hasil-riskesdas-2018.pdf. diakses tanggal 26 Januari 2020.
Lestari, S. A. dan Surianto, T. S. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Mekar Kota Kendari. Miracle Journal of Public Health. 2(1). doi: https://doi.org/10.36566/mjph/Vol2.Iss1.29.
Masyudi, Mulyana, dan Rafsanjani T. M. (2019) Dampak pola asuh dan usia penyapihan terhadap status gizi balita indeks BB/U. Jurnal AcTion. 4(2). doi: http://dx.doi.org/10.308 67/action.v4i2.174.
Mesa, P. S. (2019). Hubungan pola asuh ibu dan pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak balita di Puskesmas Air Dingin dan Puskesmas Anak Air Kota Padang tahun 2019. Tesis. Universitas Andalas.
Rodamo, K.M.; Fiche, Y.A.; Geleto, F.B.; Abebe, R.F.; dan Dangiso, D.D. (2018). The magnitude and Associated Factors of Protein Energy Malnutrition among Children Aged 6-59 Months in Wondogenet District, Sidama Zone, Southern Ethiopia. Journal of Gynecology and Obstetrics. 6 (3): 47 – 55. DOI: 10.11648/j.jgo.20180 603.13.
Setyowati, E.B. (2018). Women’s education level with cheap events in age children (3-5 years) in Pos Paud Terpadu Mulia Surabaya. E-Journal Kebidanan. 5(2).
UNICEF. Nutrisi: Mengatasi beban ganda malnutrisi di Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/id/nutrisi. diakses tanggal 2 Januari 2020.