KONSELING MENINGKATKAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI PREMATUR DAN STATUS GIZI BAYI
DOI:
https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v5i1.83Abstrak
ABSTRAKSusu prematur adalah susu yang diproduksi dan dimiliki oleh ibu yang melahirkan
bayi prematur/ berat badan lahir rendah. Susu prematur mengandung kalori yang lebih
tinggi karena ada kadar lemak dan protein yang lebih tinggi dari susu bayi yang tidak
prematur. Komposisi ASI yang dihasilkan ibu yang melahirkan prematur berbeda dengan
komposisi ASI yang dihasilkan oleh ibu yang melahirkan cukup bulan. Menyusui bayi
prematur di tidak mudah, sering terjadi kegagalan menyusui pada ibu yang melahirkan
prematur. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang menyusui, produksi susu
kurang dan dukungan keluarga dalam menyusui. Keberhasilan dalam menyusui bayi
prematur dipengaruhi oleh pengetahuan ibu yang bisa ditingkatkan dengan memberikan
pendidikan kesehatan dan diharapkan dapat mengubah perilaku ibu yang tidak menyusui
bersedia untuk memberikan ASI pada bayinya.
Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental desain Pre-test-post-test.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi berat lahir rendah di
NICU Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik sebanyak 20 orang. Sampel dalam penelitian ini
adalah ibu yang memiliki bayi berat lahir rendah di NICU Ibnu Sina Rumah Sakit Gresik
sesuai dengan kriteria inklusi dan diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data
dianalisis dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat signifikansi α ≥
0,05 maka hipotesis ditolak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah
konseling tentang ASI bayi prematur dengan tingkat signifikansi p: 0,000 (p <0,05) serta
berdasarkan uji Wilcoxon Sign Rank didapatkan sebelum: 52,3989 dan setelah: 39,85219.
Hasil uji pada status gizi bayi prematur sebelum: 21,54195 dan setelah: 22,24986 artinya
ada pengaruh konseling terhadap perilaku ibu yang memiliki bayi prematur dan status gizi
bayi prematur.
Petugas kesehatan harus lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang menyusui
ASI ekslusif, terutama pada wanita yang memiliki bayi berat badan lahir rendah. Konseling
dapat dilakukan melalui pertemuan ibu-ibu yang dibentuk masyarakat, seperti pusat
kesehatan masyarakat.
Kata kunci: Perubahan perilaku ibu, status gizi bayi
ABSTRACT
Preterm milk is milk that is produced and owned by the mother who gave birth to
premature babies/ low birth weight. Preterm milk containing higher calories because there
are fat and protein levels that are higher than mature milk that her baby. The composition
of breast milk produced different mothers who gave birth prematurely to the composition
of breast milk produced by mothers who gave birth just months. Breastfeeding in
premature infant is not easy, often there is a failure of breastfeeding in mothers who give
birth prematurely. This is due to a lack of knowledge of mothers about breast feeding, milk
production is less and the support of families in breastfeeding. To be able to achieve
success in breastfeeding preterm infant, it is necessary to increase the knowledge of mothers by providing health education/ health education that is expected to alter the
behavior of mothers not to breastfeed to be willing to give breast milk to her baby.
This study used experimental research designs Pre-test one-group pre-post test
design. The populations in this study were all mothers who have low birth weight infant in
the NICU Ibnu Sina Hospital Gresik many as 20 people. The samples in this study were
mothers who had low birth weight infant in the NICU Ibnu Sina Hospital Gresik according
to inclusion criteria. This research used purposive sampling techniques. The data were
analyzed using Wilcoxon Signed Rank Test with significance levels α ≥ 0.05 then the
hypothesis is rejected.
The result showed that there were differences in outcomes before and after
counseling on breastfeeding premature infants with a significance level of p: 0.000
(p<0.05) is before: 52.3989 and after: 39.85219 based on Wilcoxon Sign Rank test, where
as in effect of breastfeeding on the nutritional status of premature infants before: 21.54195
and after: 22.24986 it means there is an influence on behavior counseling mothers who
have low birth weight infants in feeding and nutritional status of premature infants.
Health workers should further enhance the health promotion of breastfeeding,
especially in women who have low birth weight infants, it can be done through a meeting
of mothers who formed the society, such as community health centers and others.
Keywords: Changes in maternal behavior, infant nutritional status
Referensi
Arikunto, Suharsimi, (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi
VI. Jakarta: rineka Cipta, hal : 24-251.
Akre, J. (1994). Pemberian Makanan Untuk Bayi : Dasar-dasar Fisiologi. Jakarta: Bina
Ruka Aksara, hal : 47-58
Arisman. (2008). Gizi Dalam Daur Kehidupan, Edisi 2. Jakarta: EGC, hal : 64-74.
Departemen Kesehatan RI. (2007). Manajemen BBLR : Untuk Bidan. Bakti Husada.
Effendi N. (1998). Dasar-Dasar Keperawatan Masyarakat. Jakarta: EGC, hal : 27
Erlina. (2011). Bayi Berat Lahir Rendah. http://www.IDAI.eMedicine.com tanggal 27 Juli
jam 20.00 WIB.
Kosim, S. M. (2011). Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah. http://www.IDAI.or.id tanggal
juli 2011 jam 21.30 WIB
IDAI. (2008). Neonatologi. Edisi I. Jakarta: Badan penerbit IDAI.
IDAI-DEPKES RI. (2003). Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir untuk Dokter, Bidan,
dan Perawat di Rumah sakit. Jakarta.
Markum. (1999). Ilmu Kesehatan Anak, Jakarta: FKUI, hal : 313 – 317.
Marilyn, D.E. (2001). Rencana Perawatan Maternal/ Bayi. Jakarta: EGC, hal : 17
Notoatmodjo, S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineke Cipta, hal : 50-
Nelson. (1999). Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: EGC, hal: 610 – 616.
Nursalam. (2001). Pendekatan Praktek Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta: CV.
Infomedika, hal : 30-40
Nursalam. (2003). Konsep Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperwatan. Jakarta:
Salemba Medika, hal : 71-216.
PSIK FIK UNGRES. (2011). Pedoman Penyusunan Proposal dan Skripsi.
PERINASIA. (2011). Manajemen Laktasi. Cetakan ke-5. Jakarta, hal : 3-7.
Proverawati, A. (2011). Kapita Selekta ASI dan Menyusui. Bantul: NuMed, hal : 7
Purwanto, (1999). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Rineke Cipta, hal : 14
Rajawana. (2011). Penilaian Antropometri Gizi. www.rajawana.com tanggal 27 juli 2011
jam 20.30 WIB.
Supariasa, IDN. (2002). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC, hal : 35-70
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
ALFABETA, hal : 40-45
Soetjiningsih. (1995). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC, hal : 37-50.
Simarmata, M. (2009). ASI untuk Bayi Prematurku. www.inspiredkids.com tanggal 24 juli
jam 19.00 WIB.
Soliha, U. (2002). Pendidikan Kesehatan dalam Keperawatan. Jakarta: EGC, hal : 20-25
Suradi, R. (2011). Air Susu Ibu bagi Bayi Prematur. http://www.IDAI.or.id tanggal 23 juli
jam 20.00WIB.
Syaifudin, (2001), Buku Panduan Acuan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina
Pustaka, hal : 7

