PEMBERIAN OKSIGEN PRA ANESTESI MENINGKATKAN SATURASI OKSIGEN PADA RIWAYAT PEROKOK

Authors

  • Siti Nur Qomariah PSIK Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik
  • Mochammad Mustai'in RSUD Ibnu Sina Gresik

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v5i1.82

Abstract

ABSTRAK
Saturasi oksigen memegang kapasitas hemoglobin untuk oksigen. Menentukan
kelangsungan saturasi oksigen dari proses anestesi baik pra-anestesi dan anesthesia.This
perlu diantisipasi dan ditangani dengan benar dan untuk mencegah gangguan pernapasan
yang serius. Rokok dapat mempengaruhi kapasitas vital paru-paru. Zat yang terkandung
dalam rokok mampu meningkatkan produksi lendir. Itu menghambat proses difusi
hemoglobin dengan oksigen yang biasa disebut sebagai gangguan pertukaran gas.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pemberian oksigen oleh
Mengikutsertakan dengan subjek dengan melakukan pengamatan saturasi oksigen sebelum
intervensi dan memberikan oksigen nasal 3 liter per menit.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-eksperimental (satu kelompok pre
dan post tes). Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sampel dari 40
responden yang menggunakan pra-anestesi instalasi bedah pasien. Ini pusat diambil
menggunakan observasi setelah data tabulasi dianalisis menggunakan t berpasangan - test
dengan tingkat signifikan p ≤ 0,05.
Hasil ini menunjukkan bahwa saturasi Oksigen sebelum dan setelah pemberian, di
mana hasil paired t - test menunjukkan nilai α = 0,000 yang berarti bahwa Ho ditolak dan
H1 diterima. Ada efek itu adalah pemberian oksigen pada sejarah perokok.
Pemberian oksigen pra anastesi adalah cara yang efektif untuk mendapatkan
kapasitas vital yanga baik dalam menjaga kecukupan oksigen dalam darah. Saturasi
oksigen yang baik pada waktu operasi diharapkan membuat kondisi lebih kuat.
Kata kunci: Sejarah Dari Perokok, saturasi oksigen, Oksigenasi Pra Anestesi
ABSTRACT
Oxygen saturation is holding capacity of hemoglobin for oxygen. Determine the
oxygen saturation continuity of the process of anesthesia both pre-anesthesia and
anesthesia.This needs to be anticipated and handled properly and to prevent serious
respiratory distress. Cigarette can be effect the vital capacity of lungs. Substance
contained in cigarette able to increase mucus production. That inhibiting the process of
diffusion of hemoglobin with oxygen commonly refered to as impaired gas exchange. This
study aims to explain the influence administration of oxygen by enganging with the subject
by doing observation of oxygen saturation before the intervention and give nasal oxygen 3
liters per minute.
This research using pre-experimental research design (one-group pra- post test
design). Sampling methods used is the purposive sampling, sample of 40 respondents who
used the pre-anesthesia patient surgical installation of a central room.This research data
taken using observation after the tabulated data are analyzed using a paired t – test with
significant level of p ≤ 0.05.
These results showed that oksigen saturation before and after administration, in
which the result of paired t - test showed α value = 0,000 which mean that Ho is rejected
and H1 accepted. There is the effect it is oxygen administration on a history of smoker. Conclusion of the termination is the most approriate way to get vital capacity in
maintaining the adequacy of oxygen in the blood. Time of the surgery in hopes of oxygen
saturation was for the stronger conditions, so it is not easy to escape from the bonds of
hemoglobin.
Keywords: The History of Smokers, Oxygen saturation, Oxygenation Pre Anesthesia

References

Aulia Ellizabet (2010). Stop Merokok. Jogjakarta: Garailmu.

Brunner & Suddart, (2002). Buku ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC.

Chandra, B. (1995). Pengantar Statistik Kesehatan. Jakarta : EGC

Doenges, ME. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan, Pedoman untuk Perencanaan dan

Pendokumentasian Perawatan Pasien. (terjemahan).Edisi 3. Jakarta. EGC.

Guyton, ( 1997). Fisiologi Manusia dan Perjalanan Penyakit. Alih bahasa Dr. P

Andrianto. Cetakan IV, Kedokteran EGC Jakarta

Hamzah Zulkarnain, ( 2007 ). Seminar pemeriksaan fisik dan terapi oksigen, Terapi

Oksigen pada pasien kritis. Unpublised.

Hidayat Syamsu. (1997). Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi Revisi. Jakarta: EGC.

Kozier, B. et al. (1995). Fundamental of Nursing, Conceps, Process, and Practice. 4th

edition. Addison Wesley. Publishing Company Inc.

Latief A Said dkk, (2001). Petunjuk praktis anesthesiologi. Edisi kedua. Bagian

Anesthesiologi dan terapi intensif FK – UI Jakarta.

Muhiman Muhardi, dkk (1989). Anesthesiologi. Jakarta: Bagian Anesthesiologi dan

terapi intensif FK – UI.

Mansjoer Arif, dkk. (2000). Kapita Selekta Kedokteran, Ed. Tiga. Jakarta:Media

Aesculapius.

Notoadmojo, S. (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi ke-2. Jakarta : PT.

Risneka Cipta.

Nurrahmah E, (1999). Modul Keperwatan bedah. Unpublised. Jakarta: PT Binawan Inti

Utama.

Nursalam (2008). Konsep Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Edisi ke-

Jakarta: Salemba medika.

Nursalam & Siti Pariani. (2001). Pedoman Praktis Metodologi Riset Keperawatan.

Jakarta: Salemba medika.

Ostlere G, (1987 ). Anesthesiologi. Alih bahasa : Darmawan , Jakarta. Kedokteran EGC.

PSIK Fakultas Kesehatan Unggres, (2011). Unpublised : Buku Panduan Penyusunan

Proposal dan Skripsi. PSIK Fakultas Kesehatan –UNGRES Gresik.

Rupii, ( 2005 ). Competency Base Training, Pengelolaan pasien gawat darurat.

Unpublised.

Sastroasmoro, S & Ismail, S. (1995) Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta:

Binarupa Aksara.

Sudigdo S, Sofwan I (1995). Dasar – dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta ;

Binarupa Aksara.

Sugiyono. (2002). Statistik Untuk Penelitian. Bandung. CV.Alfabeta.

Suhartono, Tomy dan Ismail. ( 1992). Critical Care Nursing Lab/UPF. Anessthesiologi FK

Unair. Surabaya.

Taylor, C. et al. (1997). Fundamental of Nursing, The Art and Science of Nursing Care. 4th

edition. Philadelphia. JB, Lippincott.

Wiryoatmojo K, (2000). Anesthesiologi dan Reanimasi Modul dasar Untuk Pendidikan

Tinggi. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Depdiknas, Jakarta.

Published

2014-06-05

How to Cite

Qomariah, S. N., & Mustai’in, M. (2014). PEMBERIAN OKSIGEN PRA ANESTESI MENINGKATKAN SATURASI OKSIGEN PADA RIWAYAT PEROKOK. Journals of Ners Community, 5(1), 70–75. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v5i1.82

Issue

Section

Artikel