Pencegahan Tingginya Angka Stunting Pada Usia Balita Dengan Pola Asuh Yang Baik

Penulis

  • Siwi Hartini Perwakilan BKKBN provinsi Jawa Tengah

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i6.2262

Abstrak

Penyebab utama terjadinya stunting pada balita adalah masalah asupan gizi yang kurang baik saat ibu mengandung dan rendahnya pemberian nutrisi saat bayi sudah dilahirkan, kejadian ini tidak lepas dari minimnya pengetahuan ibu tentang pemberian nutrisi yang baik , tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pola asuh yang baik mampu mencegah peningkatan angka stunting pada anak usia balitaJenis penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif deskriptif. Menurut hasil penelitian karakteristik pola asuh dan asupan balita dalam kondisi yang baik sehingga dapat mencegah terjadinya stunting pada balita, Kurang baiknya pola asuh yang orang tua berikan disebabkan kurangnya pengalaman dalam mengasuh bayinya. Pengalaman yang dimaksud mungkin kurangnya pengetahuan akan makanan bergizi dan cara mengajak komunikasi bayinya. Karena jika sudah terjadi interaksi keduanya maka akan memudahkan ibu dalam dalam memberikan rasa nyaman dan perhatian pada anaknya sehingga ini sangat mendukung dalam upaya pemeliharaan status gizi balita Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa bayi yang berada di kecamatan Begalen sudah mendapatkan pola asuh yang baik, para ibu sudah paham pemberian asupan makanan pada saat balita MP-ASI dengan kandungan protein yang tinggi, dan pertumbuhan bayi sesuai dengan usianya pada indikator berat badan dan panjang bayi

Referensi

Anggraeni, Z.E.Y.,Kurniawan,H., Yasin, M., dan Aisyah, D.A. 2020. Hubungan Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Stunting. The Indonesian Journal of Health Science. 12(1): 51-56.

Bappenas R.I. 2019. Rencana Aksi Nasional Pangan Dan Gizi. Bappenas Republik Indonesia. Jakarta.

Bella, F.D., Fajar, N.A., dan Misnamiarti. 2019. Hubungan Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Balita Dari Keluarga Miskin Di Kota Palembang. Jurnal Gizi Indonesia. 8(1): 31 – 39.

Fitriahadi E. 2018. Hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Aisyiyah. 14(1):15-24.

Gibson, R.S. 2005. Principles of nutritional assessment. 2nd ed. New York: Oxford University Press.

Hayati, A.W. 2020. Gizi Seimbang Anak: Cegah Stunting. EGC: Jakarta.

Henningham, H. B. dan S.G. McGregor, S. G. 2009. Gizi dan perkembangan anak. In Gibney, M. J. (Eds.), Gizi kesehatan masyarakat. ECG: Jakarta.

Kemendesa. 2017. Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. Jakarta.

Komariah, A.D.S. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta: Bandung.

Nasikhah R, dan A. Margawati. 2012. Faktor risiko keja- dian stunting pada balita usia 24-36 bulan di kecamatan Semarang Timur. Journal of Nutrition College. 1(1):176-184.

Ni’mah K, dan S.R. Nadhiroh. 2015. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Media Gizi Indonesia. 10(1):13-19.

Nirmalasari, N. O. 2020. Stunting Pada Anak : Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di Indonesia. Qawwam: Journal For Gender Mainstreming. 14(1): 19–28.

Pakpahan, J.M. 2021. Cegah Stunting Dengan Pendekatan Keluarga. Gavamedia: Yogjakarta.

Permatasri, T.A.E. 2019. Penguatan Kapasitas Kader Melalui Gerakan ‘Aisyiyah Sehat (Grass) Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dan Stunting, Serta Peningkatan Kesehatan Ibu Dan Anak Di Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Pengabdian UMJ. 1: 1 – 4.

Rahmad, A. 2013. Kajian Stunting Pada Anak Balita Ditinjau dari Pemberian Asi Eksklusif Mp-Asi, Status Imunisasi Dan Karakteristik Keluarga di Kota Banda Aceh Stunting Study on Children Viewed From Exclusive Breast Feeding, Complementary Breastfeeding, Immunization S. Jurnal Kesehatan Ilmiah Nasuwakes. 6(2): 169–184.

Renyoet, B. S, V. Hadju, dan Rochimiwati. 2012. Hubungan Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 6– 23 Bulan Di Wilayah Pesisir Kecamatan Tallo Kota Makasar. Skripsi. Universitas Hassanudin. Makassar

Sari et al. 2016. Asupan Protein, Kalsium, dan Fosfor pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Usia 24-59 Bulan. Journal Gizi Klinik Indonesia. 12 (4):152-159.

Setiawan, B. 2018. Faktor-Faktor Penyebab Stunting Pada Anak Usia Dini. Yayasan Rumah Komunitas Kreatif: Bekasi.

Sjahmien, M. 2003. Ilmu gizi jilid 2. PT Bharatara Niaga Media: Jakarta.

Soetjiningsih, dan R.I.N. Gde. 2013. Tumbuh kembang anak Edisi 2. EGC: Jakarta.

Sutarto, D. M. dan R. Indriyani. 2018. Stunting, Faktor Resiko dan Pencegahannya. Jurnal Agromedicine 5(1): 540-545.

Unduhan

Diterbitkan

05-12-2022

Cara Mengutip

Hartini, S. (2022). Pencegahan Tingginya Angka Stunting Pada Usia Balita Dengan Pola Asuh Yang Baik. Journals of Ners Community, 13(6), 656–661. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v13i6.2262