PENGARUH OLAH RAGA JALAN KAKI TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAHPADA KLIEN HIPOTENSI DI SMKN III PAMEKASAN

Utami Utami, Ariska Yulianto, Wibisono Wibisono

Sari


Hipotensi adalah tekanan darah rendah kurang dari 90/60 mmHg. Kondisi ini mengurangi aliran darah dalam menerima nutrisi dan transportasi oksigen di organ vital. Berjalan adalah serangkaian langkah satu per satu lurus ke depan dan akan bergerak seiring dengan langkah-langkahnya. Berjalan digunakan dalam rasio 1: 1 yang berarti berjalan dengan santai ke jarak 107 m dalam satu menit dan jalan cepat dengan jarak 160 m dalam satu menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan (jalan kaki) terhadap peningkatan tekanan darah pada klien yang dirawat hipotensi di SMKN III Pamekasan.

Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen, dengan sampel dari 14 individu, penelitian ini menggunakan sampling acak sederhana. Variabel bebas adalah olahraga (berjalan) dan variabel dependen peningkatan tekanan darah dan variabel moderator gizi, tidur dan stres. Tekanan darah diukur dengan menggunakan sphygmomanometer merkuri sebelum dan sesudah berjalan dan dianalisis menggunakan uji Paired T dengan tingkat signifikansi α <0,05.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pre test dan post test. Nilai rata-rata tekanan darah sistolik pretest adalah 84,5 mmHg, sedangkan nilai rata-rata post test adalah 101,6 mmHg. Peningkatan itu terjadi rata-rata 17,14 mmHg. Uji statistik dengan Paired T Test, p value = 0,000 sedangkan nilai rata-rata pre test tekanan darah diastolik adalah 54,21 mmHg, sedangkan nilai rata-rata post test adalah 71,07 mmHg TDD. Peningkatan itu terjadi rata-rata 16,85 mmHg. Hasil pengujian dengan statistik uji diperoleh dengan paired t test p value = 0,000.Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa olahraga (berjalan) meningkatkan tekanan darah pada klien hipotensi di SMKN III Pamekasan.

Diharapkan bahwa perawat harus memotivasi klien untuk berolahraga (berjalan) pada jadwal teratur dan dosis latihan yang benar dan juga harus mendukung pemenuhan faktor gizi, kebutuhan tidur, dan penanganan stres.


Kata kunci: Latihan (berjalan), tekanan darah tinggi

 

Hypotension is low blood pressure less than 90/60 mmHg. This condition reduces the blood flow in the receiving nutrients and oxygen transport in vital organs. Walking is a series of steps one by one straight forward and will move along with the steps. Walking is used in the ratio 1: 1 which means to walk leisurely to the 107 m distance in a minute and fast road with 160 m distance in one minute. This study aims to determine the effect of exercise (walking) on blood pressure increase in clients treated hypotension in SMKN III Pamekasan.

This study uses a pre-experimental design, with samples from 14 individuals, this study used simple random sampling. Independent variable is the sport (walking) and dependent variable increases in blood pressure and moderator variables nutrition, sleep and stress. Blood pressure was measured by using mercury sphygmomanometer before and after the walk and analyzed using the Paired T test with significance level α <0.05. The results showed that there were differences in pre test and post test. The average value pretest systolic blood pressure was 84.5 mmHg, while the average value of post test was 101.6 mmHg. The increase that occurred an average of 17.14 mmHg. Statistical tests with the Paired T Test, the p value = 0.000 while the average value of pre test diastolic blood pressure was 54.21 mmHg, while the average value of post test was 71.07 mmHg TDD. The increase that occurred an average of 16.85 mmHg. The test results with the test statistics obtained by paired t test p value = 0.000.

From these results, it can be concluded that exercise (walking) to increase blood pressure in hypotension clients in SMKN III Pamekasan. It is expected that nurses should motivate the client to exercise (walking) on a regular schedule and dose of exercise that right and also should support the fulfillment of nutritional factors, sleep needs, and handling stress.

Keywords: Exercise (walking), high blood pressure

DOI: 10.5281/zenodo.1405379


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


ArikuntoSuharsimi (2002). ProsedurPenelitianSuatuPenndekatanPraktekEdisi 12. Jakarta :RinekaCipta. Hal : 108 – 109.

Fox Edward (1993). The Physiological Basis for Exercise and sports. America :Wm.C Brown Communication. Hal : 302 – 305

Ganong William F (1998). Buku Ajar FisiologiKedokteranEdisi 17. Jakarta : EGC. Hal : 615 – 617.

Guyton & Hall (1996). Buku Ajar FisiologiKedokteranEdisi IX. Jakarta :EGC. Hal : 261 – 1235.

Hardinge GM &Shryock H (2003). KiatKeluargaSehatMencapaiHidup Prima danBugarJilid 3. Bandung : Indonesia Publishing House. Hal : 14 – 27.

Hudak & Gallo (1996). KeperawatanKritisPendekatanHolistik. Jakarta : EGC. Hal : 8 – 9.

Isselbacher Kurt J (2000). Harrison Prinsip- PrinsipIlmuPenyakitDalamEdisi 13 Vol 1 & 5. Jakarta : EGC. Hal : 108 – 2568.

Kaplan NM (2002). Kaplan’s Clinical Hypertension 8 Edition. Philadelpia : Lippincott. Hal : 25 – 223.

Karim Faizati (2002). Panduan kesehatanOlah Raga bagiPetugasKesehatan. http;//www.ngi-net.de/webkatalog/adp.bhp.

K Lintang (2006). HipotensiOrtotatik. http;//www.kalbefarma.com/files/cdk/files/12HipotensiOrtostatik.120.htm.

Kusmana Dede (2005). LatihanAnaerobik da AerobikterhadapFungsiJantung. http;//www.kardilogi-ui.com/get.php?id=8.

Little FF (2006). Hypotension. http;//www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003083.htm.

Merchant j (2005). Walk to Fitness. http;//www.cnn.com/2005/HEALTH/diet.fittness/04/28/summer.walk.workout/indeh.

Maryanto (2006). ManfaatPengolahanPernafasanSatria Nusantara. http;//www.angelfire.com/fl/sutan/penjelasan2.htm.

NadesulHendrawan (2006). 7 Gaya HidupMencegahsakit. http;//cybermed.cbn.net.id/detil.asp?kategori=Tips&newsno=192.

NotoadmodjoSoekidjo (2002). MetodologiPenelitianKesehatanEdisi 2. Jakarta :RinekaCipta. Hal : 70.

Nursalam (2003). KonsepdanpenerapanMetodologiPenelitianIlmuKeperawatan. Jakarta : Salemba Medika. Hal : 88 – 104.

Planta Marvin V (2002). Buku Saku Diagnosis Banding Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Hipokrates. Hal : 3.

Perry & Potter (1999). Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar. Jakarta : EGC. Hal : 76 – 80.

Prawira Taswin (2000). Apakah Tekanan Darah Rendah dan Tinggi. http;//www.mitrakeluarga.com/kemayoran/kesehatan011 html.

Prasetyo Arochman YE (2005). Jalan Kaki Jinakkan 9 Penyakit. http;//www.wartakita.com/warta/117.

Price SA (1995). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta : EGC Hal : 237 – 489.

Pujiastuti Sri Surini & Utomo Budi (2003). Fisioterapi pada Lansia. Jakarta EGC. Hal : 103 – 106.

Ridjab Denio A (2005). Pengaruh Aktifitas Fisik terhadap Penurunan Tekanan Darah. Majalah Kedokteran Atma jaya Vol 4 No 2. Mei.

Sherwood Lauralee (2001). Fisiologi Manusia : dari sel ke sistem Edisi 2. Jakarta : EGC. Hal : 216 – 340.

KeperawatanMedikalBedahEdisi 8 Vol 2. Jakarta EGC. Hal : 742 – 816

Takasihaeng (2000). Hidup sehat di Usia Lanjut. Jakarta : Kompas. Hal : 160 – 175.

Taylor Ann (2006). Interval Walking. http;//www.typepad.com/t/trackback/5054354.

Thresse Iknoian (2000). Bugar Dengan Jalan. Jakarta : Nike Fitness and Educator. Hal : 79.

Tierney Lawrence M (2003). Diagnosis danTerapiKedokteran (PenyakitDalam)Edisi 1. Jakarta :SalembaMedika. Hal : 54 – 57.

Tjokronegoro A (2001). Buku Ajar IlmuPenyakitDalamJilid 2 Edisi 3. Jakarta : FKUI. Hal : 487.

Trianto Michael (2006). Sports Therapy Sembuh Bugar dengan Jalan Kaki . http;//cybermed.cbn.net.id/detil.asp?kategori=workout.

WHO (2005). Pedoman Perawatan Pasien. Jakarta : EGC Hal : 23 – 26.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.