PENGEMBANGAN KEPERAWATAN PADA BALITA SAKIT BERDASARKAN MODEL KEPERAWATAN COMMUNITY AS PARTNER

Authors

  • Eva Yuliyanti UPT Pelayanan Sosial Asuhan Balita

DOI:

https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v4i1.34

Abstract

ABSTRAK

 

            Angka kesakitan anak (usia dibawah 5 tahun) di UPT PSAB Sidoarjo masih tinggi, namun stressor yang berhubungan dengan kesakitan pada anak tersebut belum diketahui. Model Community as partner terdiri dari 2 faktor utama: komunitas sebagai partner dan proses keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai macam stressor yang berhubungan dengan kesakitan pada anak (usia dibawah 5 tahun) berdasarkan pengembangan model keperawatan community as partner.

Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan analisis deskriptif cross-sectional. Pengambilan sampel dengan total sampling, berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi dengan besar sampel sebanyak 36 anak (usia dibawah 5 tahun). Variabel dalam penelitian ini 1) stressor karakteristik internal (demografi, sejarah), 2) stressor lingkungan eksternal (lingkungan fisik, rekreasi, komunikasi), 3) garis pertahanan dan 4) kejadian sakit. Instrumen yang digunakan merupakan hasil modifikasi peneliti dari instrumen windshield survey yang telah disesuaikan dengan kondisi populasi penelitian dan dianalisis menggunakan cross tab.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak balita yang sakit berkisar usia 3-5 tahun, berjenis kelamin perempuan, status nutrisi kurang, sejarah (lama tinggal > 1 tahun), lingkungan fisik yang tidak sehat, rekreasi baik dan komunikasi.

hasil focus group discussion (FGD) meningkatkan balita sakit berkaitan dengan lingkungan fisik yang tidak sehat sesuai dengan prioritas diagnosa keperawatan komunitas. Perencanaan keperawatan dengan pendekatan intervensi preventif bertujuan untuk meminimalkan stressor internal dan eksternal, peningkatan garis pertahanan dan menurunnya balita sakit. Oleh karena itu diperlukan follow-up dan monitoring evaluasi oleh penyedia pelayanan.

 

Kata kunci: community as partner, stressor, garis pertahanan, balita sakit (usia dibawah 5 tahun)

 

 

ABSTRACT

 

          Children morbidity (under 5 years old) at UPT. PSAB Sidoarjo is high enough but the stressor related to children morbidity has not been studied. Community as partner model consists of two main factors : community as a partner and nursing process. This study was aim to analyze the stressors related to children morbidity (under 5 years old) through the development of nursing based on community as partner nursing model.

This study used observational study : descriptive with cross-sectional approach. Samples were selected using total sampling, taken according inclusion and exclusion criteria with sample size 36 children (under 5 years old). The variables were internal characteristics stressor (demographics, history), external environment stressor (physical environment, recreation, communication), line of defense and morbidity. Data were collected by using questionnaire based on windshield survey instruments and analyzed by cross tabulation.

            The results showed that children morbidity influenced by group of age was 3-5 years old, female, undernutrition, history (long stay >1 years), unhealthy physical environment,  good recreation and communication.

Based on the results of focus group discussion, increasing children morbidity (under  5 years old) related to unhealthy physical environment as a priority of community nursing diagnoses. Nursing plan with prevention interventions approach aimed to minimize internal and external stressors,  increase line of defense and decrease children morbidity. So that, required follow-up and monitoring-evaluation of implementation by stakeholders.

 

Keywords: community as partner, stressor, line of defense, children morbidity (under 5 years old)

Author Biography

Eva Yuliyanti, UPT Pelayanan Sosial Asuhan Balita

Perawat

References

Anderson, E. T., & McFarlane, J. M. (2008). Community as Partner: Theory and Practice in Nursing: Lippincott Williams & Wilkins.

Anderson, S., Guthrie, T., & Schirle, R. (2002). A nursing model of community organization for change. Public Health Nursing, 19(1), 40-46.

Anies (2006). Hubungan Faktor Lingkungan Fisik dengan Kejadian Penyakit Chikungunya di Desa Tanah Raja Kecamatan Sei Rempah Kabupaten Serdang Bedagai. Skripsi. Universitas Sumatra Utara.

Arliva (2012). Faktor Resiko Pemberian Susu Formula pada Anak dan Bayi. Diakses tanggal 30 Agustus 2012 jam 07.18.

Ayahbunda (2011). Balita sering sakit. www.ayahbunda .co.id. Diakses tanggal 4 April 2012 jam 02.19.

Azwar, Azrul. (1990). Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakart: Mutiara.

Azwar, Syaifuddin (2008). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Brockopp, D.Y. (1999). Dasar-dasar Riset Keperawatan. Alih bahasa Yasmin Asih. Edisi 2. Jakarta : EGC.

Callandrella, et al. (2006). Community Assesment Report. Hamilton: McMaster University.

Departemen Kesehatan RI (1996) Pedoman Program Pemberantasan Pneumonia Pada Balita. Jakarta : Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, Pemukim.an

Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (2009). Profil UPT Pelayanan Sosial Asuhan Balita Terlantar Sidoarjo . www.dinsos.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 12 Maret 2012 jam 19.46

Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (2010). Rencana Strategi 2010-2014. Surabaya: Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur

Ditjen PPM dan PL, 2002. Pedoman Teknis Penilaian Rumah Sehat . Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

Hitchcock J.E., Schubert P.E., dan Thomas S.A.(1999). Community health nursing caring in action. New York: Delmar Publishers.

Indrawati (2009). Vaksin, Intervensi Kesehatan Terbaik Rekomendasi WHO. www.ubaya.ac.id. Diakses tanggal 09 September 2012 jam 21.10.

John Biddulph John Stace (1999). Kesehatan Anak. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Kementrian Kesehatan RI. (2009). Pneumonia, Penyebab Kematian Utama Balita. www.depkes.go.id. Diakses tanggal 07 Maret 2012 jam 14.26

Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2009) Pembangunan Kesehatan dan Gizi di Indonesia : Overview dan Arah ke Depan, Backrgound Study RPJMN 2010-2014. Jakarta

Kementerian Sosial RI (2010). Standar Pelayanan Dasar Panti Sosial. www.depsos.go.id. Diakses tanggal 12 Maret 2012 jam 19.41

Keputusan Menteri Kesehatan RI No 829/ MENKES/ SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan. Jakarta: Menkes RI

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 279/MenKes/SK/IV/2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat Di Puskesmas.

Kozier & Erb’s (2008) Fundamentalsof Nursing, Concepts, Process & Practice 8th edition. New Jersey : Pearson Prentice Hall

Lundy, K. S., & Janes, S. (2009). Community health nursing: caring for the public's health: Jones and Bartlett Publishers.

Manuaba, A (2000) Ergonomi, kesehatan keselamatan kerja. Dalam Wygnyosoebroto S & Wiranto “Eds Proceeding Seminar Nasional Ergonomi PT. Guna Widya Surabaya.

Notoatmodjo, S. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Rineka Cipta.

Nursalam (2003) Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian. Jakarta : Salemba Medika

Potter, Patricia A & Anne G. Perry (2009) Fundamental Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Rahmawati, Dewi (2008) Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di URJ Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya. Buletin Penelitian RSU Dr. Soetomo, (10)3

Saputra (2007). Kesehatan Lingkungan. lubmazresearch.blogspot.com. Diakses tanggal 15 maret 2012 jam 10.05.

Smith, K., & Bazini-Barakat, N. (2003). A public health nursing practice model: Melding public health principles with the nursing process. Public Health Nursing, 20(1), 42-48.

Sastroasmoro, S.(2002). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta : Sagung Seto.

Sugiyono (2007) Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Supriyanto, S. dan A.J. Djohan (2011) Metodologi Riset Bisnis dan Kesehatan. Banjarmasin : Grafika Wangi Kalimantan

Suyono (2007) Balita, Penyakit dan Pengobatannya. www.doktersehat.com. Diakses tanggal tanggal 4 April 2012 jam 02.11.

UNDP. (2004). Laporan Perkembangan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia Menurunkan angka kematian anak. www.undp.or.id/. Diakses tanggal 10 Maret 2012 jam 16.00

WHO (2007). Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang Cenderung Menjadi Epidemi dan Pandemi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pedoman Interim WHO. Jenewa : WHO.

Widianingtias, R., dkk. 2004. Survei Cepat Gambaran Kondisi Fisik Rumah Kaitanya dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kebumen 2 Kabupaten Kebumen. 3 (2): 33-37

Wikipedia indonesia (2011). Balita. www.wikipedia.org. Diakses tanggal 10 Maret 2012 jam 17.15

Wong, Donna L. (2003). Pedoman Klinis Keperawatan Pediatri. Alih bahasa Monica Ester. Jakarta : EGC.

Yamin, Susanti dan Sulastri (2012). Kebiasaan Ibu dalam Pencegahan Primer Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) Pada Balita Non Gakin Di Desa Nanjung Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Nanjung Mekar Bandung.

Yusup, Nur Ahmad dan Lilis S. (2005). Hubungan Sanitasi Rumah secara Fisik dan Kejadian ISPA pada Balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 1 (2) : 110-119.

Zunlynadia (2010). Pentingnya Interaksi Sosial bagi Anak. http://elearning. gunadarma.ac.id. diakses tanggal 09 September 2012 jam 20.21

Published

2013-06-10

How to Cite

Yuliyanti, E. (2013). PENGEMBANGAN KEPERAWATAN PADA BALITA SAKIT BERDASARKAN MODEL KEPERAWATAN COMMUNITY AS PARTNER. Journals of Ners Community, 4(1), 65–80. https://doi.org/10.55129/jnerscommunity.v4i1.34

Issue

Section

Artikel